Thursday, June 17, 2010

Chapter 4

London Downtown

Seminggu Telah Berlalu,Dan Hari Ini Adalah School Tripku Menuju London.

Sehari Sebelumnya Aku Bertemu Dengan Neo.

Dia Memberitahuku Untuk Membawa Banyak Peralatan Medis.

Walaupun Aku Tidak Tahu Untuk Apa,Dia Hanya Berkata Untuk Jaga-Jaga.

Aku Berkemas-Kemas,Setelah Itu Chris Mengantarku Ke Bandara.

Karena Jelas Tidak Mungkin Aku Membawa Mobilku.

Mengingat Ini Adalah School Trip Yang Dimaksud Neo,Aku Kembali Teringat Akan Perkataannya.

Aku Mengingat Bahwa Untuk Tidak Pernah Lepas Dari Pandangannya Kalau Aku Masih Ingin Hidup Lebih Lama.

Aku Membawa Laptop,Pakaian-Pakaian Untuk 5 Hari Dan Snack,Karena Terkadang Aku Tidak Bisa Tidur Di Malam Hari.

Aku Juga Membawa Beberapa Buku-Buku Legenda Untuk Kubaca Di Sana,Dan Juga Aku Mengikuti Saran Neo,Obat-Obatan,Perban,Dan Hal-Hal Yang Tidak Kumengerti.

Setelah Sampai Di Airport Aku Melihat Kerumunan Orang-Orang.

Ternyata Mereka Adalah Teman-Temanku,Aku Langsung Tahu Begitu Melihat Jessica Dan Daniel Disana.

Aku Mendekat,Dan Aku Melihat Tear.Tear Balas Melihat Padaku.

Dalam Saat Yang Bersamaan Aku Langsung Ingat Akan Perkataan Neo Yang Satu Lagi.

Bahwa Yang Akan Membunuhku Adalah Tear,Dan Aku Sama Sekali Tidak Boleh Berduaan Dengan Siapapun,Termasuk Tear.

"Hi Lloyd."Sapa Tear.

"Hei,Tear."

"Bagaimana Keadaanmu Hari Ini?"

"Baik,Dan Juga Bersemangat."Jawabku Antusias.

"Bersemangat?"

"Begitulah,Tidakkah Kau Menyukai School Trip?"

"Kau Humoris Seperti Biasa."Katanya Tersenyum.

"Terima Kasih.Walaupun Aku Tidak Bercanda Sebenarnya."

Dia Tertawa Dan Seperti Biasa Suara Tawanya Benar-Benar Merdu Dan Menenangkan Pikiranku.

Tapi Dari Belakang Aku Masih Langsung Bisa Merasakan Tatapan Marah,Perasaan Yang Sangat Sama Seperti Terakhir Kali.

Aku Langsung Melihat Belakang Dan Langsung Yakin Bahwa Itu Adalah Neo.

Dugaanku Tepat,Neo Melihat Kami.Walaupun Wajahnya Tak Berekspresi,Matanya Tidak Bisa Membohongiku.

Tatapannya Masih Sama Seperti Terakhir.Saat Melihat Tear,Tatapan Matanya Masih Saja Memendam Saat Melihat Tear.

Saat Kami Melihat Dia,Dia Langsung Melihat Arah Lain Dan Pergi Dari Hadapan Kami.

Aku Memang Masih Harus Ingat Bahwa Aku Masih Tidak Boleh Lepas Dari Pandangannya,Meskipun Aku Tidak Tahu Kenapa,Entah Bagaimana Naluriku Mengatakan Untuk Mengikuti Kata-Katanya.

Aku Merasa Bahwa Dia Serius,Karena Orang Seperti Dia Tidak Mungkin Bisa Bercanda.

Lihat Saja Wajahnya!!!Benar-Benar Serius Dan Menyeramkan.Meskipun Harus Kuakui Bahwa Dia Memang Sangat Sangat Sangat Tampan.

"Baiklah Murid-Murid Berkumpul!!"Teriak Ms.Jeanne.

"Selama School Trip Ini Kalian Akan Dipisah Menjadi Delapan Kelompok!!Jadi Ingat Siapa Saja Orang-Orang Di Kelompokmu!!"Sambung Mr.Mason.

Delapan Kelompok?Perasaanku Buruk...

"Let's See...Lloyd,Tear Kalian Kelompok Tujuh."Suruh Ms.Jeanne.

"Hanya Kami Berdua?"Tanyaku.

"Tentu Saja Tidak,Kau,Tear,Daniel,Kyle,Jack,Ivory,Jessica,Dan Neo."

Great...Aku Sekelompok Dengan Seluruh Keluarga Grants.

Untuk Membuatnya Lebih Parah,Neo Juga Salah Satu Dari Kelompokku.

Ini Berarti Bahwa Aku,Daniel,Dan Jessica Terjebak Antara Konflik Keluarga Grants Dengan Neo.

Dan Lagi,Ini Berarti Bahwa Neo Dan Keluarga Grants Akan Terjebak Dalam Satu Kamar.

"Lloyd!!"Panggil Ms.Jeanne.

"Ya?"

"Kalian Mendapatkan Dua Kamar Nantinya,Ketua Kelompok Kalian Adalah Tear Dan Neo.Ingat Baik-Baik!!"

"Dua Kamar?"

"Kau Satu Kamar Dengan Tear,Daniel,Dan Jessica.Ingat!!Walaupun Kau Satu Kamar Dengan Dua Perempuan,Kau Tidak Boleh Berbuat Macam-Macam!!"

"Yes Ma'am!!Lalu Bagaimana Dengan Sisanya?"

"Tentu Saja Mereka Semua Dalam Kamar Yang Sama!!"

Setidaknya Aku Satu Kamar Dengan Tear.Dan Juga Neo Tidak Sekamar Denganku.

Karena Aku Bisa Membayangkan Betapa Suramnya Bersama Neo,Jika Dia Sekamar Dengan Tear.

Pesawat Akhirnya Tiba,Kami Berbondong-Bondong Masuk Ke Dalam Pesawat.

Seluruh Pesawat Yang Kami Pakai,Hanya Dinaiki Oleh Para Murid SMA Asgard.

Aku Duduk Dengan Tear Di Dekat Jendela.Jessica Dan Daniel Duduk Di Depan Kami.

Sedangkan Neo Duduk Di Ujung Kiri Paling Belakang.

Anehnya Dia Duduk Berdua Dengan Ivory.

Apakah Ini Berarti Bahwa Neo Hanya Tidak Menyukai Tear?Bukan Seluruh Keluarga Grants?

Tapi,Dia Pernah Mengatakan Untuk Menjauhi Seluruh Keluarga Grants.

Aku Penasaran Dengan Apa Yang Terjadi Di Bangku Neo.

Aku Menyadari Bahwa Banyak Sekali Perempuan Yang Menatap Iri Ke Ivory,Tidak Heran,Dia Duduk Berdua Saja Dengan Neo.

Dan Di Pojok?Bicara Soal Cemburu Aku Menyadari Sesuatu.

Richard Menatapku Dengan Rasa Cemburu.

Walaupun Aku Tidak Yakin,Tapi Dia Terlihat Sangat Marah.

Untung Saja,Bangkunya Sangat Jauh Dari Bangku Ku.

"Lloyd?"Panggil Tear.

"Ah...Yah?"Sahutku Terkejut.

"Apa Yang Sedang Kau Lihat?"

"Eh...Em...Tidak Ada..."

Tear Langsung Melihat Ke Arah Bangku Richard.

Richard Yang Melihat Tear,Langsung Membuang Pandangannya Serasa Malu.

"Apa Lagi Yang Si Bodoh Itu Lakukan Kepadamu?"Geram Tear.

"Tidak Ada Apa Apa..."

"Kau Yakin?"

"Kau Khawatir Terlalu Banyak Tear...Aku Baik-Baik Saja."

"Kalau Kau Bilang Begitu..."

"Aku Lebih Penasaran Dengan Kakak Perempuanmu."

"Ivory?Ada Apa Dengannya?"

"Ya,Ivory Duduk Dengan Neo Berdua.Mengingat Sifat Neo Yang Seperti Itu,Aku Jadi Penasaran Dengan Apa Yang Terjadi Di Belakang."

"Tidak Ada Apa-Apa,Ivory Mungkin Menyukai Neo.Itu Yang Kurasa."

"Ha!?Kau Serius?"Kataku Terkejut.

"*giggle* Tentu Saja Tidak."

"...Tidak Lucu."

"Tapi Ekspresimu Mendengarnya Sangat Lucu,Aku Tidak Tahu Kenapa Ivory Mau Duduk Dengan Neo.Dia Tidak Pernah Bilang Akan Duduk Dengan Neo."

"Aku Jadi Semakin Penasaran."

"Kalian Berdua Terlihat Sangat Serasi!!"Goda Daniel,Saat Dia Melihat Ke Arah Kami.

"Daniel,Tidak Lucu!!"Sahut Tear Sambil Merona.

Daniel Dan Jessica Duduk Di Kursi Belakang Kami.

Akhir-akhir Ini,Tear,Jessica,Daniel Dan Aku Sangat Dekat.

Sebuah Grup Yang Sangat Serasi,Kau Bahkan Boleh Mengatakan Kalau Ini Gank Kami.

"Aw...Tear Yang Manis,Sayang Dia Sangat Pemalu.."Goda Daniel Lanjut.

"Daniel!! Jessica,Hentikan Dia!!Nanti Orang-Orang Mendengar!!"Suruh Tear.

"Memangnya Ada Yang Salah?Aku Juga Merasa Kalian Sangat Serasi."Jawab Jessica.

"Kalian Berdua!!Lloyd Bantu Aku!!"Gerutu Tear.

"Eh?Aku?"

"Tentu Saja Kau!!Siapa Lagi?"

"Baiklah...Daniel...Hentikan...Begitu Juga Dengan Kau Jessica..."

"Kalau Aku Tidak Berhenti?"Jawab Daniel.

"Itu Tantangan?"

"Bisa Dibilang Begitu."

"Aku Akan Menjual Kembali Semua Spare Part Yang Telah Kubeli Untuk Kuberikan Padamu."

"Arghhh!!!Tidak!!Ampuni Aku!!Aku Berhenti,Apapun Asalkan Jangan Itu!!!"

Daniel Memang Seorang Montir Gila.

Dia Senang Sekali Mengutak Atik Mobil,Dan Motor.

Dia Bermimpi Bahwa Suatu Hari Nanti,Namanya Akan Tercatat Dalam Sejarah Sebagai Pembuat Mobil Terbaik Di Dunia.

Karyanya Cukup Bagus.Hanya Saja,Dia Sering Kekurangan Spare Part Dan Uang.

Karena Aku Cukup Menyukai Karyanya,Aku Membantu Dia Mengumpulkan Bahan-Bahannya.

Aku Membeli Beberapa Karyanya Kadang-Kadang,Walaupun Masih Dalam Bentuk Dicicil.

Yang Aku Suka Adalah Motor Buatannya,Walaupun Masih Sangat Rapuh.

"Cukup Mudah Untuk Menaklukkanmu."

"Bagaimana Denganku Lloyd?"Tanya Jessica.

"Kau Juga Menantangku?"

"Kau Bisa Bilang Begitu."

"Baiklah...Akan Kubeberkan Rahasiamu Tentang Pelajaran Economy,Apa Yang Kau Lakukan Saat Kau Tertidur."

"Tidak!!Aku Hanya Bercanda!!Jangan Beritahu!!"

Jessica,Pernah Tertidur Sekali Dalam Pelajaran Economy.

Itu Disebabkan Karena Dia Sangat Kelelahan Akibat Kurang Tidur Di Malam Hari.

Jessica Dikenal Tidak Pernah Menyukai Seorang Pun,Sepanjang Sejarah Grifin.

Gadis Yang Dikenal Dengan Sebutan "Sang Gadis Tanpa Cinta" Ini,Ternyata Bisa Juga Jatuh Cinta.

Ketika Dia Tertidur,Dia Mengigau Nama Seseorang,Dan Kurasa Dia Bermimpi Bahwa Mereka Berdua Sedang Melakukan Adegan Romantis.

Walaupun Suaranya Kecil,Sejak Aku Duduk Disebelahnya,Aku Bisa Mendengarnya Cukup Jelas.

Dan Yang Kudengar Bisa Sangat Membuat Reputasinya Sangat Jatuh.

"Sangat Mudah.Kau Hanya Perlu Memberi Sedikit Ancaman,Mudahkan Tear?"

"Kalian Benar-Benar Seperti Pasangan Pelawak."Jawab Tear.

"Apakah Itu Pujian?"Tanya Daniel.

"Kurasa Begitu."Jawab Jessica.

Kami Bercanda Ria Di Dalam Pesawat.Tertawa Bersama-Sama. Dan,Tentu Saja Neo Tetap Tidak Berekspresi Dibelakang.

Dia Hanya Melihat Jendela,Kadang-Kadang Melihat Ivory.

Dan Kurasa Dia Punya Insting Yang Sangat Bagus,Dia Tahu Setiap Kali Aku Melihatnya.

Dia Selalu Balas Melihatku,Bila Aku Melihatnya.Aku Selalu Mengalihkan Pandanganku Ketika Dia Melihatku.

Aku Masih Sedikit Takut Dengannya.Dia Masih Saja Membuatku Merinding Bila Melihatku Setelah Melihat Ivory.

Kurasa Dia Juga Memandang Ivory Dengan Cara Yang Sama Ketika Dia Memandang Tear.

Setelah Beberapa Saat,Semua Telah Tertidur.Jessica,Daniel,Bahkan Tear.

Yang Bisa Kulihat Hanyalah Jack,Kyle,Ivory,Dan Neo Yang Masih Sadar,Juga Beberapa Guru Yang Berada Dalam Pesawat.

Aku Melihat Wajah Tear Yang Tertidur.Wajahnya Sangat Manis Dan Tidak Berdosa.

Dan Tiba-Tiba Saja Kepalanya Terjatuh Di Pundak Ku.

Dia Tertidur Di Pundak Ku.Hatiku Berdegup Sangat Keras.

Kalau Saja RIchard Melihat Hal Seperti Ini,Dia Pasti Akan Meledak Keras.

"Wajahmu Merah Padam."

"Ehhh?"Jawabku Sambil Melihat Ke Arah Suara Itu.

Neo Berjalan Lurus Ke Depan Sambil Mengatakan Hal Itu Kepadaku.

Kali Ini Dia Kembali Dan Berhenti Di Depanku.

"Bukankah Sudah Kukatakan Untuk Tidak Mendekatinya Kalau Kau Masih Ingin Hidup?"

"Sedikit Sulit Untuk Mempercayaimu."

"Aku Tidak Heran,Sudah Banyak Yang Berkata Seperti Itu Padaku.Hingga Akhirnya..."

"Apa Yang Terjadi Dengan Mereka?"

"Kau Tidak Ingin Tahu."Bisik Neo.

"Apakah Kau Punya Bukti?"

"Hanya Dengan Melihat Wajahnya Sekali Dalam Keadaan Tertidur,Kau Sudah Yakin Dia Tidak Berbahaya?"

"Apa Maksudmu?"

"Kau Jatuh Cinta Dengannya,Itu Maksudku."

"S-S-Siapa Bilang Aku Jatuh Cinta Dengannya!!??"Jawabku Terkejut.

"Ssssttt....Kau Tidak Ingin Membangunkan Bidadarimu."Jawab Neo Dengan Suara Pelan,Dan Super Merdu.

Aku Berani Menjamin Tidak Akan Ada Perempuan Yang Bisa Mendengar Suara Neo Dan Tidak Jatuh Cinta Kepadanya.

Dan Kalau Kau Melihat Ekspresinya Yang Sangat Damai Dengan Wajah Malaikatnya,Kau Pasti Akan Langsung Jatuh Mabuk Kepayang.

Aku Laki-laki Dan Aku Bisa Mengatakan Padamu Kalau Aku Perempuan,Aku Akan Jatuh Cinta Mati-matian Dengannya.

"Kukira Kau Membencinya."Gerutuku.

"Aku Tidak Pernah Mengatakan Aku Membencinya,Dan Lagi...Aku Juga Tidak Ingin Dia Mendengarkan."

"Kurasa Itu Sudah Cukup,Neo."Kata Seseorang Di Belakang Neo.

Jack,Kakak Kedua Tear,Dia Berdiri Dengan Tegak Sambil Melihat Kami.

Dia Melihat Neo Dengan Pandangan Tanpa Rasa Takut.

Bisa Kulihat Ketika Tear,Dan Ivory,Ketika Melihat Neo,Mereka Mempunyai Rasa Takut Akannya.

Begitu Juga Dengan Kyle,Walaupun Kurasa Tidak Begitu Besar,Kyle Mempunyai Rasa Takut Kepada Neo.

Tapi Jack Berbeda,Dia Memandang Neo,Seakan Menantangnya.

"Apa Maumu Jack?"Tanya Neo.

"Apakah Kau Sudah Selesai Mengganggunya Dan Juga Tear?"Geram Jack.

"Kurasa Belum..."Ejek Neo.

"Kapan Kau Akan Berhenti Kalau Begitu?"

Suasana Hening Untuk Beberapa Saat.

Lalu Neo Menarik Napas,Dan Langsung Mengatakan Dengan Suara Lantang.

"Sampai Seluruh Keluarga Busukmu Kukirim Ke Neraka!!"Jawab Neo Lantang.

Neo Mengatakan Itu Dengan Serius,Bisa Kurasakan Dari Kata-Katanya.

Kyle Berdiri Dari Kursinya Dan Menghampiri Kami.

Sesuatu Yang Hanya Bisa Dilakukan Oleh Yang Tertua.

"Jack...Neo...Hentikan."Perintah Kyle,Untuk Menghentikan Mereka Berdua.

"Kyle...Dia Tidak Akan Berhenti.."Jawab Jack.

"Lalu Apa Yang Akan Kau Lakukan,Jack?"Tanya Neo Menantang.

"Kau..."Jawab Jack Marah.

"Kau Tidak Akan Menang Dariku Jack.Kau Tidak Pernah Menang..."

"Kau Mau Mencoba?"Tantang Jack.

"Kapan Saja Kau Siap,Aku Tidak Keberatan Membunuh Seseorang Di Jadwal Yang Lebih Awal."Jawab Neo.

"KUBILANG HENTIKAN!!"Perintah Kyle Dengan Suara Yang Cukup Menyeramkan.

Jack Dan Neo Langsung Mundur Beberapa Langkah Ketika Mendengar Suara Kyle.

Kurasa Mereka Memang Tidak Ingin Membuat Keributan Di Tempat Seperti Ini.

Anehnya Tidak Ada Yang Melihat Ke Arah Mereka Berdua,Seakan-akan Mereka Tidak Mendengar Apa-apa.

Padahal Aku Berani Menjamin Kalau Itu Sebuah Teriakan.

"J-Jack Lebih Baik Kau Hentikan."Sambung Ivory Yang Tiba-Tiba Saja Muncul.

"Cih...Kau Lebih Baik Bersiap-Siap."

"N-Neo,Lebih Baik Kita Kembali Ke Tempat Duduk."Kata Ivory.

"Jack..."Bisik Neo.

"Hah?"

"Tear,Kyle,Ivory,Bahkan Kau...Kalian Pun Bukan Pengecualian..."

Mereka Semua Terdiam.

"Semua Ini Akan Selesai Di London."Kata Neo,Sambil Melihat Ke Arah Jack.

Aku Tidak Benar-Benar Mengerti...Tapi Apapun Yang Neo Katakan Akan Dia Lakukan...

Dia Serius...Dia Benar-Benar Akan Melakukannya.Bisa Kulihat Ivory Yang Ekspresinya Sedikit Ketakutan.

Mereka Meninggalkanku Seakan-akan Aku Tidak Pernah Eksis Disana.

Aku Kelelahan...Kepalaku Sakit...Setelah Beberapa Saat Aku Langsung Tertidur Lelap.

"Lloyd!!Lloyd!!Bangun!!"Seru Seseorang.

Aku Bisa Mengenali Suara Yang Membangunkanku.

"Tear?"Sahutku Dengan Nada Masih Kelelahan.

"Wake Up Sleepy Head."

"Em...Ada Apa?"Tanyaku Dengan Mengantuk.

"Kita Sudah Sampai."

Ternyata Pesawat Sudah Berhenti,Entah Berapa Lama Aku Telah Tertidur,Aku Bahkan Tidak Menyadarinya.

"Sudah Berapa Lama Aku Tertidur?"

"Entahlah,Ketika Aku Bangun Kau Sudah Tertidur.Cukup Lama Kurasa."

"Begitukah?Dimana Yang Lain?"

"Sudah Keluar,Hanya Dia Yang Masih Menunggu."Jawab Tear Sambil Melihat Ke Belakang.

Neo Masih Ada Disana,Kurasa Dia Memang Benar-Benar Tidak Akan Meninggalkan Kami Berdua Saja.

Dia Akan Terus Mengintai Aku Sampai Perjalanan Ini Selesai.

Itu Akan Benar-Benar Menyebalkan.Tapi Entah Bagaimana,Aku Merasa Aman Ketika Dia Memantau Kami.

Aku Langsung Sadar...Hanya Ada Dua Alasan Kenapa Hal Itu Terjadi...

Pertama...Aku Gay,Tapi Itu Tidak Mungkin.Aku Memang Sering Memimpikannya,Tapi Tidak Pernah Ada Mimpi Indah.

Kedua,Naluriku Mengatakan Bahwa,Memang Lebih Aman Kalau Dia Memantau Kami...

Kuputuskan Untuk Mempercayai Pikiran Ku Yang Kedua.

Karena,Aku Bahkan Tidak Mau Berpikir Lagi Kalau Aku ***.

Itu Terlalu Seram Untuk Dipikirkan,Lebih Seram Lagi Untuk Dipraktekkan.

Kami Turun Dari Pesawat,Dengan Neo Masih Mengikuti Kami Di Belakang.

Setelah Mengambil Barang-Barang,Kami Keluar Dari Airport.

Sebuah Bus Telah Menunggu Kami,Kami Masuk,Dan Berangkat Menuju Losmen Kami.

Losmennya Berada Di Arah Selatan London,Dan Tidak Begitu Jauh Dari Airport.

Hanya Berkisar Kira-Kira 40 Menit Dari Airport.

Setelah Sampai,Ms.Jeanne Mengatakan Untuk Segera Menaruh Barang-Barang,Dan Kembali Ke Luar,Karena Kami Akan Mengunjungi St.Pauls Cathedral.

Yang Sempat Kami Lakukan Hanya Menaruh Barang-barang Kami Di Dalam Kamar Yang Ditunjukkan Untuk Kami Masing-masing Dan Hanya Itu Saja.

Losmen Yang Agak Tua Ini Ternyata Masih Bagus Didalamnya.

Suasananya Terasa Bagaikan Kau Berada Di Villa Di Pegunungan.

Aku Melihat Kamar Dengan Empat Ranjang Tidur , Dua Di Kananku , Dua Lagi Di Kiriku , Dan Ada Kamar Mandi Di Tiap Kamar.

Kami Meninggalkan Losmen Dan Berangkat Menuju St.Pauls Cathederal.

Akhirnya Kami Sampai,Melihat-Lihat Kedalam,Dan Tiba-Tiba Saja Neo Menarik Tanganku Dari Kerumunan Orang-Orang.

"Kau Tidak Lupa Kan Dengan Perkataanku?"Tanya Dia.

"Kau Masih Bisa Melihat Ku Kan?"

"Masih,Tapi Jangan Pernah Meninggalkan Pandanganku,Karena Sulit Untuk Mencarimu Di Kerumunan Orang-Orang Ini."

"Baiklah-Baiklah,Aku Mengerti."

"Dan Juga Tidak Berdu--"

"Tidak Berduaan Dengan Siapapun Juga Kan?Jangan Khawatir,Aku Masih Ingat."Potongku.

"Selama Kau Masih Mengerti."

Aku Melihat Tear Yang Sedang Berdiri Tepat Di Depan Bangku-Bangku Yang Berjejer Panjang.

Anehnya Wajahnya Kelihatan Sangat Sedih,Tapi Dalam Saat Yang Bersamaan Sangat Menakjubkan.

Aku Melihat Matanya Bagaikan Sehabis Menangis,Tapi Itu Hanya Membuat Wajahnya Semakin Sempurna.

"Tear?"

"Ah..Ya Lloyd?"

"Kau Tidak Apa-Apa?"

"Apa Maksudmu?"

"Tidak,Kau Kelihatan..."

"Kelihatan?"

"Never Mind."

"Kau Aneh*giggle*"

"Selama Kau Masih Tertawa."Jawabku Tersenyum.

Bisa Tertawa Bersama Tear,Adalah Salah Satu Pengalaman Paling Menyenangkan Sejak Aku Pindah Ke Grifin.

Tunggu...Lebih Tepatnya Salah Satu Pengalaman Paling Menyenangkan Dalam Hidupku.

"Hei Lloyd."

"Ya?"

"Bagaimana Kalau Kita Keluar?Disini Sangat Membosankan."

"Keluar?"

"Kita Menyelinap,Aku Sedang Tidak Ingin Mendengarkan Ceramah Ms.Jeanne."

"Hmm...Kurasa Tidak Mungkin,Lagipula Aku Juga--"

Tear Langsung Menarik Napasnya,Dan Mengucapkannya Dengan Suara Super Lembut Dan Pelan,Ditambah Sangat Menggoda.

"Please?"

Ugh..Bagaimana Cara Dia Melakukan Itu?

Hanya Mendengar Satu Kata Itu Aku Langsung Kalah,Aku Tidak Bisa Menolak Permintaannya.

Lagipula Neo Tidak Menjelaskan Apa Yang Sebenarnya Terjadi,Aku Bahkan Tidak Mempedulikan Lagi Instingku.

"Kurasa Itu Bisa Diatur..."Jawabku.

"Yay!!Kutunggu Di Depan."

Tear Mengendap-Endap Berjalan Keluar.Aku Menarik Daniel Dan Memberitahu Dia Untuk Menyembunyikan Kami.

"Dengar Dan,Jika Neo Bertanya Dimana Aku,Katakan Bahwa Aku Sedang Pergi Mencari Kamar Kecil."

"Hmm...10 Dollar."

"Sial Kau!!5 Dollar."

"Deal."

"Thanks Man."

Aku Menyisipkan 5 Dollar Ke Kantung Baju Daniel.

"You're Welcome!!"

Aku Mengendap-Endap Berjalan Keluar Untuk Menemui Tear.

Tidak Sulit , Sejak Aku Menggunakan Murid-murid Lain Sebagai Perisai-ku.

Dengan Gerakan-gerakan Lincah , Aku Berhasil Menuju Pintu Keluar.

Bagian Tersulitnya Ada Disini , Pintu Harus Dibuka , Dan Waktu Pintu Dibuka , Ms.Jeanne Akan Melihat Ke Arahku.

Aku Tidak Tahu Bagaimana Caranya Tear Melewati Bagian Ini.

Untung Saja , Beberapa Orang Turis Masuk Kedalam , Dan Waktu Ms.Jeanne Melihat Ke Arahku , Aku Menyelip Ke Belakang Para Turis Itu.

Aku Keluar Dan Melihat Tear Sudah Menunggu Dengan Ekspresi Senang.

"I'm Glad That You Can Make It."

"Begitu Juga Dengan Aku."

"Angin Semakin Kencang Saja,Suhu Udara Turun,Mungkin Akan Hujan.Kalau Begitu Lebih Baik Kita Bergegas."

"Memangnya Kemana Kita Akan Pergi?"

"Kau Akan Tahu."

Aku Berjalan Mengikuti Tear , Dan Dia Menggandeng Tanganku.

Dia Membawaku Cukup Jauh Dari Grup Sekolah Kami.

Sekitar Setengah Jam Kemudian Kami Berhenti Di Depan Sebuah Gedung.

Dia Membawaku Ke Sebuah Gedung Yang Sudah Terlantar , Dan Kami Berdua Masuk.

Isi Gedung Cukup Gelap , Walaupun Mataku Sudah Cukup Terbiasa Dengan Gelap , Tetap Saja Isi Gedung Ini Masih Cukup Gelap Untuk Ku.

Untungnya Aku Masih Bisa Melihat Jalan,Walaupun Tidak Begitu Jelas.

"Apa Yang Akan Kita Lakukan Disini?"Tanyaku Tak Sabar.

"Nanti Juga Kau Akan Tahu."

Tear Berjalan Dengan Sangat Cepat,Dan Aku Mulai Kehilangan Dia Di Dalam Kegelapan.

Aku Berusaha Mengikutinya,Tapi Akhirnya Aku Kehilangan Dia Juga.

Aku Memanggil-Manggilnya Di Dalam Kegelapan,Mencari Dia Dimana-Mana,Tapi Tidak Juga Menemukannya.

Kadang-Kadang Dia Hanya Menjawab "Disini,Llyod!!"Tapi Tetap Saja Aku Tidak Tahu Kemana Arahku Berjalan.

Setelah Beberapa Saat Aku Kehilangan Suaranya,Aku Memanggil-Manggil Namanya,Tapi Dia Tidak Menjawab.

Aku Penakut,Karena Itu Aku Langsung Mulai Ketakutan.Hanya Sebentar Saja,Aku Sudah Mulai Memikirkan Bahwa Akan Muncul Hantu Di Dekatku.

Aku Berjalan,Dan Berjalan Menuju Rooftop,Setelah Beberapa Saat Aku Mulai Letih,Karena Tangga Yang Sangat Panjang.

Ketika Aku Melihat Pintu Menuju Rooftop,Aku Langsung Berniat Untuk Turun,Karena Ketakutan.

Tapi,Tiba-tiba Saja Tear Muncul Di Dekat Ku.

"Kau Lambat!!"

"Tear!!Kemana Saja Kau?Aku Ketakutan Disini!!Kau Tiba-tiba Saja Menghilang Dan..."Aku Tidak Sanggup Menyelesaikan Kalimatku,Untuk Mengambil Napas Dalam Dalam.

"Kau Ketakutan?"

"Sedikit..."

"*giggle*Maafkan Aku."

"Kenapa Kau Tertawa?."

"Kau Lucu.."

"Terima Kasih,Ngomong-Ngomong Bisakah Kita Meninggalkan Tempat Ini Sekarang?"

"Kita Bahkan Belum Sampai."

"Memangnya Kita Mau Kemana?"

"Rooftop,Kau Akan Menyukainya."

Tear Memaksaku Untuk Melewati Pintu Itu,Dengan Kaki Yang Kuseret Akhirnya Aku Menuruti Kemauannya.

Saat Kami Melewati Pintu Itu,Aku Sangat Takjub Dengan Apa Yang Kulihat.

Semuanya Sangat Terang,Pemandangannya Akan Tower Bridge London Sangat Jelas Dari Sini.

Cahaya-cahaya Yang Dipancarkannya Membuatnya Sangat Menakjubkan.

Kau Bisa Melihat Banyak Mobil Melewati Tower Bridge London , Dan Itu Membuat Cahayanya Semakin Terang.

Terlihat Sangat Indah , Sayang Anginnya Sangat Kencang.Mungkin Memang Akan Hujan.

"Lihat Tear,Semuanya Kelihatan Begitu Indah!!"

"Begitulah,Semuanya Kelihatan Sangat Indah..."

Aku Berpaling Melihat Tear,Dia Duduk Menyandarkan Dirinya Di Dinding Dekat Pintu Keluar.

"Tear?"

"Llyod...Duduklah,Disebelahku..."

"Er...Apa?"

"Duduklah..."

Aku Mengikuti Kata-Katanya Dan Duduk Di Sebelahnya.

Jantungku Bergedup Sangat Keras,Terlalu Keras.

"Kau Baru Saja Terdengar Bersemangat,Tapi TIba-Tiba Sekarang Kau Terlihat Seperti Zombie."

"*giggle*Kau Benar-Benar Lucu...Sayang Ini Semua Akan Segera Berakhir..."Ucap Tear,Dengan Nada Sedikit Sedih.

"Tear?"

TIba-Tiba Saja Tear Berputar Dan Duduk Di Depanku.

Tubuhnya Dicondongkannya,Dan Tangannya Memegang Wajahku.

"Tear!!Apa Yang Kau--"

"Ssstt...Diamlah...Hanya Untuk Beberapa Saat."Suaranya Sangat Pelan Dan Merdu Di Telingaku.

Suaranya Bagaikan Sihir Bagiku.Hanya Mendengarkan Beberapa Katanya Saja Aku Sudah Terdiam Tidak Bergerak.

Bibir Tear Dengan Bibir Ku Sudah Sangat Dekat.Hanya Tinggal Sedikit Lagi Sampai kami Berciuman.

Ini Mungkin Adalah Hal Yang Paling Menakjubkan Yang Pernah Terjadi Dalam Hidupku

TIba-Tiba Saja Aku Mencium Bau Bangkai Yang Cukup Menyengat Disertai Bau Darah.

Saat Itu Juga Perasaanku Langsung Berubah Menjadi Sangat Buruk.

Instingku Menggila,Dan Berdasarkan Reflek Dan Instingku Aku Mendorong Tear Menjauhiku.

Dia Jatuh,Dan Menutupi Wajahnya.

"Ah...Ma-Maafkan Aku...Aku Tidak Sengaja.."

Tear Hanya Diam Tidak Bergerak Dari Tempatnya Tanpa Berbicara Apapun.

"A-Aku Minta Maaf,Tapi Kurasa Aku Belum Bisa Melakukannya."

"Heh.Kukira Kau Sudah Tahu,Ternyata Dia Memang Tidak Menceritakan Apapun Kepadamu."

"Tear?"

Tear Memperlihatkan Wajahnya Yang Sangat Mengerikan.

Walaupun Wajahnya Sangat Sempurna,Tapi Aku Hanya Dapat Menangkap Ekspresinya.

Ekspresinya Sangat Mengerikan,Dan Secara Tiba-Tiba Warna Matanya Berubah Dari Biru Laut,Berubah Menjadi Merah Darah.

Sesaat Itu Juga,Aku Langsung Melihat Taring Tear Yang Keluar Dari Mulutnya,Sangat Runcing Dan Juga Sangat Tajam.

Saat Itu Juga Aku Langsung Mencium Lagi Bau Bangkai Yang Tadi Kucium.

Aku Langsung Menyadari Bahwa Sumber Bau Itu Berasal Dari Belakangku.

Aku Menengok Ke Belakang Untuk Melihat Apa Yang Menyebabkan Bau Itu.

Seketika Itu Juga,Aku Langsung Berteriak Kaget.

Yang Aku Lihat Adalah Dua Mayat Manusia,Yang Satu Sudah Membusuk,Dan Yang Satu Lagi Masih Terlihat Baru.

Walaupun Begitu,Mereka Berdua Terlihat Sudah Terkoyak-Koyak.

"T-Tear... Mayat--Mayat Manusia!!"

"Sepertinya Kau Menyadarinya Karena Bau Mereka Ya?Seharusnya Kusingkirkan Dulu Mayat Mereka."

"A-Apa!?"

"Mangsaku Dua Hari Yang Lalu,Waktu Aku Datang Kesini."

"Yang Satu Lagi Baru Kumangsa,Kau Lambat,Jadi Aku Menculik Seseorang Dan Memangsanya."Dia Berkata Dengan Nada Riang,Walaupun Begitu Tetap Saja Terdengar Di Telingaku Seperti Melodi Kematian.

"Tear,Ini Tidak Lucu!!"

"Kau Masih Belum Menyadarinya?Kau Bisa Mengatakan Aku Membunuh Mereka."Dia Langsung Tersenyum Lebar,Membuat Bulu Kudukku Berdiri.

Ketakutan-ku Makin Menjadi,Dan Kalau Ini Mimpi Buruk,Aku Ingin Segera Bangun.

Aku Bergetar Dengan Sangat Kencang,Seakan-akan Darah Sudah Meninggalkan Kepalaku.

Aku Bisa Merakasannya Dengan Sangat Jelas Sekarang... Dia Tidak Bercanda.

"Tear... Kau , Sebenarnya Apa..?"Tanyaku Merinding.

"Siapa Aku?Well...Aku Punya Banyak Nama,Peminum Darah,Makhluk Dingin,Kaisar Malam...Tapi Yah Memang,Dikenal Lebih Lanjut Dengan Vampire Di Duniamu."

Aku Tidak Bisa Lagi Mengelak Dari Pikiran Bahwa Dia Memang Benar Seorang Vampire.

"Sayang Kau Tidak Mendengarkan Neo,Llyod.Kalau Saja Kau Mendengarkannya,Kau Mungkin Bisa Hidup Lebih Lama."

"Neo..?"

"Begitulah...Dia Berusaha Melindungimu,Tapi Sayang...Dia Tidak Percaya Dengan Siapapun,Inilah Akibatnya...Seseorang Lagi-Lagi Mati,Padahal Dia Bisa Menyelamatkannya Kalau Saja Dia Berkata Jujur."

"Neo...Berusaha Melindungiku?"

"Jangan Khawatir,Kau Bukan Yang Pertama Lloyd,Sudah Banyak...Semua Diakibatkan Ketidak Jujurannya."Jawabnya Tersenyum.

Selama Ini Neo Berusaha Melindungiku,Instingku Berkata Untuk Menurutinya,Tapi Aku Membantah.

Dan Inilah Akibatnya,Seorang Vampire Akan Menghisap Darahku Sampai Habis.

Aku Tidak Tahu Lagi Mana Yang Benar Dan Mana Yang Salah,Ini Semua Terlalu Cepat Untuk Diproses.

"Maaf Lloyd,Aku Harus Cepat,Aku Sangat Haus,Lagipula Neo Pasti Akan Mencarimu Dan Aku Tidak Ingin Ditemukannya.Dan Jangan Khawatir,Tidak Akan Ada Rasa Sakit,Aku Berjanji.Setidaknya Karena Kau Sudah Baik Padaku."

Seorang Vampire Akan Mengakhiri Hidupku Dengan Cepat,Dan Tanpa Rasa Sakit Karena Aku Sudah Baik Padanya.

Kematianku Akan Terasa Sangat Konyol...Aku Sangat Ketakutan,Instingku Mengatakan Untuk Lari.

Aku Lari Berusaha Kabur,Tapi Tiba-tiba Saja Tear Sudah Ada Didepan Ku,Dia Melemparku Ke Arah Dinding.

Kepalaku Tertabrak Dinding Dengan Keras,Kepalaku Dibasahi Dengan Darah Segar,Pandanganku Terasa Kabur,Tubuhku Kesakitan.

Aku Mengingat Lagi Perkataan Neo,Seandainya Saja Aku Mendengarkannya.Aku Berharap Bisa Memutar Waktu Kembali.

Aku Tidak Mau Mati!!Hanya Itu Yang Bisa Kupikirkan,Yang Bisa Kuharapkan Hanyalah Neo Datang Menyelamatkan Ku.

Walaupun Aku Tahu,Itu Hanya Harapan Kosong.

Tear Berjalan Ke Arahku,Dan Mencondongkan Tubuhnya.Diperlihatkannya Taring Pembunuhnya,Yang Sudah Siap Menghisap Darahku.

Aku Hanya Bisa Pasrah,Kepalaku Terasa Sangat Sakit.Bisa Kurasakan Tear Mencium Leherku Dan Menjilatnya,Seolah Memberi Tanda Dimana Dia Akan Menggigitku.

Saat Itu Juga,Aku Melihat Seorang Malaikat Dengan Mata Merah Darah Berada Di Belakang Tear,Dia Menarik Pedang Panjangnya,Bersiap Untuk Mengayunkannya.

Apakah Dia Malaikat Kematian?Yang Digambarkan Akan Dilihat Orang-Orang Saat Mereka Akan Mati?

Aku Memang Sering Membaca Buku Dimana Digambarkan Kalau Kau Akan Melihat Malaikat Kematian Di Saat-saat Terakhirmu.

Tidak Pernah Kubayangkan Aku Memang Benar-benar Akan Melihat Thanatos -ku.

Saat Malaikat Itu Mengayunkan Pedangnya,Tear Baru Tersadar,Dia Mencoba Menghindar,Tapi Pedang Itu Sudah Mengenai Punggungnya.

Punggung Tear Sudah Bersimbah Darah,Akibat Sabetan Pedang Itu.Dan Sang Malaikat Langsung Menampar Pipi Tear.

Tear Terlempar Ke Ujung Kanan,Dia Hampir Jatuh Ke Bawah,Itu Bukan Kekuatan Manusia Biasa.

Tunggu,Berarti Malaikat Ini Asli?Aneh,Mestinya Aku Sudah Mati Sekarang.

Sang Malaikat Tidak Bergeming Dan Tetap Melihat Tear,Dia Memunggungiku

"Sudah Kukatakan Untuk Tidak Meninggalkan Pandanganku."Kata Sang Malaikat.

Aku Langsung Tersadar Bahwa Yang Kukira Malaikat Itu Adalah Neo.

Dia Berpaling Dan Menatapku,Seolah Sudah Siap Untuk Memarahiku Habis-Habisan.

"Kau Tahu Apa Yang Terjadi Jika Tadi Aku Terlambat 5 Detik Saja?"

Aku Menangis Lega,Karena Neo Datang Untuk Menyelamatkan Ku.

Instingku Mengatakan Bahwa Sekarang Keadaan Sudah Aman.Aku Menarik Napas Lega.

"Hei,hei,Kenapa Kau Menangis?"

"Tangis Lega,Bodoh!! Aku Lega Bahwa Aku Tidak Akan Mati Sekarang!!"Kataku Sambil Menyeka Air Mataku.

"Berbahagialah Kau Belum Digigitnya,Anggaplah Kau Masih Beruntung Karena Hanya Mengalami Luka Ringan."

"Kau Anggap Ini Luka Ringan?"Tanyaku Sambil Menunjukkan Memar-memar Di Tubuhku.

"Begitulah."

"Hmph...Tapi...Terima Kasih Kau Sudah Mau Datang."

"Tanda Terima Kasihnya Setelah Aku Membunuhnya Saja."

Neo Berpaling Kembali Kepada Tear,Tear Berdiri Lagi Tapi Dengan Susah Payah Akibat Lukanya.

Tangannya Yang Sempurna Kini Basah Dengan Darah,Dia Memegangi Punggungnya Dengan Tangannya.

Kurasa Sabetan Itu Pasti Cukup Menyakitkan,Bisa Kulihat Tear Mencoba Untuk Menahan Rasa Sakitnya Dengan Menahan Darah Di Punggungnya.

"Neo...Kau..."Geram Tear.

"Cih...Seharusnya Aku Langsung Membelahmu Menjadi Dua Saja."

"Memang Seharusnya,Tapi Sayang...Kau Tidak Bisa."Ejek Tear.

"Kau Tidak Akan Seberuntung Itu Kali Ini Tear. Lloyd Tidak Ada Lagi Di Depanmu,Tidak Ada Lagi Yang Bisa Menjadi Tameng Keselamatanmu."

"Heh...Ugh..."Erang Tear Kesakitan.

"Sakit?"Tanya Neo Mengejek.

"Kau Akan Membayar Mahal Karena Ini Neo!! Kenapa Kau Masih Saja Menggangguku?"

"Sudah Kukatakan...Aku Akan Berhenti Kalau Aku Sudah Mengirim Kalian Semua Ke Bagian Neraka Terdalam,Dan Kalau Kau Ingin Melawan,Kenapa Tidak?Akan Lebih Menyenangkan Kalau Kau Mati Dengan Memberi Sedikit Perlawanan."

"Ugh...--"Tear Masih Meringis Kesakitan"--Tidak Hari Ini Neo...Tidak Hari Ini..."

Tear Mengambil Ancang-Ancang Untuk Kabur,Sementara Neo Menghela Napasnya,Dan Dengan Suara Dingin Dan Lantang Dia Berkata

"Kau Benar-Benar Berpikir Aku Akan Membiarkanmu Meninggalkan Tempat Ini Hidup-Hidup?"

Neo Serius,Dia Yakin Dia Bisa Langsung Membunuh Tear,Tatapan Matanya Sangat Tajam Dan Suaranya Sangat Mematikan.

"Naif Benar Kau,Tear!!"Teriak Neo Dengan Suara Lantang.

Petir Menggelegar,Seolah-Olah Merespon Suara Neo,Hujan Turun...Air Hujan Mulai Menyapu Darah Dan Bau Yang Ada Di Tempat Ini.

"Tidak Ada Siapapun Untuk Melindungimu...Tear."

Tear Langsung Bergetar Ketakutan.Dia Langsung Melompat Ke Gedung Lain.

"Hold On."Kata Neo Kepadaku.

Neo Membopongku,Dan Mengikuti Tear.

Hujan Masih Turun Dengan Lebat,Neo Dan Tear Melompat Dari Satu Gedung Menuju Ke Gedung Yang Lain.

Angin Menerpa Wajahku Dengan Kencang,Dan Hujan Membasahi Wajahku.

Aku Tidak Bisa Melihat Ke Depan Dengan Jelas.

Yang Bisa Kulihat Hanyalah Punggung Tear Yang Masih Bersimbah Darah,Walaupun Sudah Disapu Hujan.

Itupun Hanya Sekilas,Sulit Untuk Melihat Jika Angin Dan Air Menerpa Wajahku Dengan Begitu Kencang.

Tapi Setelah Beberapa Saat,Mataku Mulai Terbiasa,Dan Aku Sudah Mulai Bisa Melihat.

Tear Melompat Dan Mulai Terpojok,Sudah Tidak Ada Lagi Yang Bisa Dia Lompati.

Neo Tepat Dibelakangnya,Dia Melapasku,Pijakan Bangunan Ini Tidak Sempit,Cukup Lebar.

Jadi Aku Bisa Duduk Dengan Menjaga Keseimbanganku.

"Ingin Bertobat Sebelum Mati?"Tanya Neo Mengejek.

Tiba-Tiba Saja Aku Sadar,Bahwa Kami Berada Tepat Di Atas St.Pauls Cathedral,Tempat Dimana Murid-Murid Yang Lain Berada.

"Ini Belum Berakhir Neo."

"It's A Dead End.Apalagi Yang Bisa Kau Lakukan?"

"Kau Lupa?Aku Bisa Terbang Dan Aku--"

"Akan Mati Saat Kau Mencoba Untuk Meloncat."Potong Neo.

Tear Langsung Terkejut Ngeri Saat Mendengar Neo.

"Kau Tidak Benar-Benar Berpikir Masih Punya Waktu Untuk Terbang Kan?Akan Kurobek-robek Jantungmu Saat Kau Mengeluarkan Sayapmu."

"Ugh..."Tear Masih Mengerang Kesakitan.

Saat Itu Juga Tiba-Tiba Saja Sebuah Bayangan Muncul,Mendarat Di Belakang Kami.

Seseorang Sudah Ada Dibelakang Kami,Berdiri Dengan Tegap Di Tengah-Tengah Hujan.

Yang Datang Adalah Kyle,Rambut Hitamnya,Dan Tubuhnya Yang Besar Langsung Membuatku Mengenalinya Bahkan Di Tengah-Tengah Hujan.

"2 Lawan 1?Kebetulan...Ini Akan Lebih Menghemat Waktuku."Gumam Neo.

"Apa Kau Benar-Benar Yakin Bisa Menang Melawan Kami Berdua,Neo?"Tantang Kyle.

"Apa Kau Mau Bertaruh?Bahwa Dalam Waktu 3 Detik Dari Sekarang,Pertarungan Ini Akan Menjadi 1 Lawan 1 Antara Kau Dan Aku."Jawab Neo.

Neo Bermaksud Untuk Langsung Membunuh Tear Dan Melawan Kyle,Dalam Pertarungan 1 Lawan 1.

Ekspresi Kyle Masih Tidak Berubah,Sementara Tear Sedikit Terkejut.

"Kau Tahu Kan?Bahwa,Saat Kau Mencoba Untuk Membunuhnya,Aku akan Mematahkan Leher Manusia Itu."

"1 Manusia Dengan 1 Vampire...Silahkan Kalau Kau Ingin Membunuh Lloyd.Tapi Adikmu Tidak Akan Melihat Rembulan Malam Lagi."

"Kyle...Dia Serius..."Kata Tear Kepada Kyle.

Kyle Masih Diam Tidak Bergerak,Begitu Juga Dengan Neo Dan Tear.

Mereka Bertiga Sedang Berpikir,Memikirkan Rencana Untuk Bisa Memecahkan Situasi Ini.

Kyle Sepertinya Menemukan Suatu Solusi Karena Dia Berbicara Duluan.

"Heh...Neo,Aku Tahu Kau Rela Menukar Nyawa Seorang Manusia Untuk Seorang Vampire,Tapi...Apa Kau Bisa Mengorbankan Empat Ratus Manusia?"

Ekspresi Neo Langsung Berubah Kaget,Sementara Aku Masih Diam Disana Tidak Mengerti.

"Jack Dan Ivory Menunggu Perintahku,Lagipula...Tidak Akan Ada Saksi Mata,Semuanya Akan Mati.Dan Keberadaan Kami Tidak Akan Terancam."

Aku Langsung Tersadar Bahwa Maksud Kyle Adalah Dia Akan Membunuh Semua Murid Grifin.

Jessica Dan Daniel Masih Berada Di Bawah Sana Bersama Dengan Semua Murid Grifin Yang Lainnya.

Tidak Akan Ada Yang Hidup,Jack Dan Ivory Akan Membunuh Mereka Semua,Ketika Kyle Berkata Begitu.

Perasaan Ngeri Dan Mual Langsung Mendatangiku,Memikirkan Betapa Takutnya Diriku Waktu Tear Memperlihatkan Siapa Dirinya.

Kali Ini Tidak Akan Ada Neo Untuk Membantu Mereka,Tear Langsung Mengeluarkan Senyum Menyeringai.

Tear Mengambil Ancang-Ancang,Tetapi Neo,Dan Kyle Masih Tidak Bergerak.

Tiba-Tiba Saja,Punggung Tear Mengeluarkan Bunyi Sobekan,Kulitnya Tersobek Tapi Dia Sama Sekali Tidak Terlihat Kesakitan.

Dari Punggungnya Keluar Sepasang Robekan Kulit Berwarna Merah,Yang Baru Kusadari Itu Adalah Sayap Tear.

"Terima Kasih Atas Pengertianmu Neo."Ejek Kyle.

"Kalau Saja Kau Mau Melupakan Janji Konyolmu Itu,Kau Pasti Rela Mengorbankan Empat Ribu Manusia Sekalipun Demi Membunuh Seorang Vampire."

"Jaga Mulutmu Kyle,Jangan Pernah Mencoba Untuk Menyebut Hal Itu Di Depanku,Kau Sama Sekali Tidak Punya Hak."

"Heh...Untuk Seseorang Yang Tangannya Masih Bersimbah Darah Di Masa Lalu,Kau Berbicara Banyak."

"Berikutnya....Kalian Akan Benar-Benar Kukirim Ke Neraka,Dan Hari Itu Akan Datang...Tunggu Saja."Jawab Neo.

"Sampai Ketemu Berikutnya...Lloyd...Akan Kuingat,Bau Darahmu..."Kata Tear.

Tear Meninggalkan Kami,Tetapi Kyle Masih Diam Tidak Bergerak.

"Apa Kau Benar-Benar Yakin Bisa Mengalahkan Balor,Neo?"

"Sayang Kau Tidak Akan Sempat Melihatnya."Jawab Neo.

"Kalau Kau Berniat Membunuh Kami Lebih Dahulu,Kau Tidak Akan Pernah Melawannya."

"We'll See,Life Is A Gamble After All."

"You Forgot?We're Dead,We Have No Life..."

Kyle Menghilang Setelah Berbicara Kepada Neo.

Neo Hanya Terdiam Tidak Bergerak Disana.

Hujan Masih Deras,Membasahi Kami Berdua.Neo Menatap Langit.Dia Tidak Mengeluarkan Ekspresi Apapun.

Tapi...Matanya Tidak Bisa Membohongiku,Tatapannya Sangat Sedih.

Seolah Menyesali Sesuatu Yang Tidak Dia Lakukan.

Akhirnya Neo Bergerak Dari Tempat Dia Berdiri Dan Menghampiriku.

Ekspresinya Kembali Seperti Semula.

"Kau Baik-Baik Saja?"

"Hidup,Utuh,Berdarah,Terluka,Basah.Yah,Kurasa Aku Baik-Baik Saja...Kalau Kau Menanyakan Keadaan Fisikku."

"Berharap Kau Bisa Kembali Sebelum Ini Semua Terjadi?"Tanya Neo Mengejek.

"Kau Tidak Tahu Seberapa Besar Harapanku Ini."

"Aku Heran,Insting Manusiamu pun Seharusnya Mengatakan Untuk Mendengarkan Kata-Kataku."

"Memang,Dan Berikutnya.Bila Instingku Berkata Begitu,Akan Kuikuti."

"Berharaplah Ada Lain Kali."

"Memangnya Tidak Ada Kesempatan Kedua?"

"Kau,Seorang Manusia.Baru Saja Menginjakkan Kakinya Ke Teritory Vampire,Dan Dunia Mereka.Jadi...Yah,Kurasa Tidak Ada Kesempatan Kedua."

"Berbahaya?"

"Sangat."

"Apakah Tidak Ada Vampire Yang Tidak Berbahaya?Yang Tidak Mematikan?Dan Yang Tidak Minum Darah Manusia?"

"Welcome To My Life."

"Ugh...Great..."Erangku Kesakitan.

"Lebih Baik Kita Pergi Sekarang,Sebelum Kau Sakit."

"Baguslah..Aku Mulai Kedinginan Disini,Mereka Masih Di Dalam?"

"Tidak,Semua Sudah Pergi Kembali Ke Losmen."

"Heh,Kurasa Aku Memang Sudah Pergi Cukup Lama."Kataku Menghela Nafas,"Ngomong-ngomong,Bagaimana Kau Tahu Aku Pergi Bersama Tear?Kukira Aku Sudah Menyuap Daniel."

"Kau Memang Sudah Menyuapnya,Dia Sama Sekali Tidak Memberi Tahu,Tapi Kau Sangat Mudah Ditebak.Aku Langsung Tahu Bahwa Kau Sudah Hilang Dari Sini Dan Pergi Berdua Dengan Tear,Aku Hampir Kehilangan Kau.Karena Kukira Hujan Sudah Turun.Untung Saja Aku Sampai Tepat Waktu."

"Memangnya Bagaimana Caranya Kau Menemukan Ku?"

"Dari Baumu,Kau Meninggalkan Jejak Dimana-Mana."

"Ugh...Aku Rasa Aku Bisa Saja Pingsan Sekarang,Mengingat Apa Saja Yang Baru Saja Terjadi."Erangku Lagi.

"Reaksi Yang Cukup Wajar,Lebih Baik Kita Kembali Sekarang,Aku Memberi Tahu Ms.Jeanne Aku Mencarimu,Lebih Baik Kita Tidak Membuat Mereka Khawatir.Dan Kau Butuh Istirahat"

"Setuju,Bisa Kau Panggil Taxi?"

"Taxi?"

"Kalau Kau Membawaku Meloncat-Loncat Gedung Sekali Lagi,Aku Akan Muntah Di Bajumu,Percayalah."

"Baiklah...Taxi,Kita Turun Dan Akan Kupanggilkan Taxi."

"Setuju."

Neo Membawaku Turun,Lalu Memanggil Taxi.

Aku Duduk Dibelakang Kelelahan,Hanya Bisa Memejamkan Mata.

Memikirkan Apa Yang Sebenarnya Terjadi.

Tear,Bukan...Seluruh Keluarga Grants Adalah Makhluk Peminum Darah.

Gadis Yang Selama Ini Kupuja Berubah Menjadi Kematian Mencoba Membunuhku.

Sang Mata Merah Adalah Malaikat,Yang Menyelamatkan Ku.

Kupejamkan Mata Dan Mengistirahatkan Pikiran,Berusaha Untuk Melupakannya...