Thursday, June 17, 2010

Chp.3

Chapter 3

Neo , The ArchAngel Of Valor

Sudah Lebih Dari Seminggu Sejak Aku Pertama Kali Datang Ke Grifin.

Dan Sudah Berhari-Hari Aku Bermimpi Akan Neo. Mata Merahnya Masih Saja Menghantuiku.

Aku Masih Tidak Mengerti Arti Kata-Katanya Yang Terakhir.

Kata-Kata Terakhirnya Padaku Bagaikan Kutukan.Kata-Katanya Masih Saja Menggema Di Kepalaku.

Semua Yang Bisa Kuingat Hanyalah Mata Merahnya Dan Kata-Katanya Padaku.

Aku Bermimpi Lagi...

Aku Bermimpi Akan Neo,Dia Datang...Membawa Pedang Berlumuran Darah.

Mata Merahnya Yang Tajam Dan Mendendam,Hawa Membunuhnya Yang Bahkan Dapat Kurasakan.

Aku Sangat Ketakutan...Saat Dia Mengayunkan Pedangnya Ke Arahku,Aku Langsung Berteriak...

Saat Itu Juga,Aku Bangun Dari Mimpiku...

Mimpi Yang Sangat Buruk...

Chris Berkali-kali Datang Ke Kamarku,Memeriksa Apa Yang Terjadi Padaku.

Aku Hanya Memberitahu Dia Bahwa Aku Mendapat Mimpi Buruk.

Karena Memang Itu Kenyataannya Dan Hal Yang Paling Logis Untuk Kukatakan Pada Chris.

Akhirnya Satu Malam Buruk Lagi Telah Berakhir.

Aku Bangun Di Pagi Hari Dalam Keadaan Yang Cukup Berantakan.

Aku Benar-benar Terlihat Seperti Zombie.

Aku Tidak Benar-benar Tidur Selama Seminggu Ini.Memikirkan Neo Tentu Saja.

Kata-katanya Masih Saja Menghantui Pikiranku.Tapi Yang Paling Mengganggu Pikiranku Adalah Pandangan Matanya Ke Tear.

Bahkan Akupun Dapat Merasakannya.Kebencian Yang Sangat Murni Terpancar Dari Matanya Saat Melihat Tear.

Aku Tidak Pernah Melihatnya Lagi Sejak Terakhir Aku Bertemu Dengannya.

Aku Makan Dua Potong Roti Bakar Dan Segelas Susu Sambil Melihat Berita.

"Orang Hilang Lagi?"Tanyaku Kepada Chris.

"Ya,Dan Seperti Biasa. Tidak Pernah Ditemukan Lagi."

Akhir-Akhir Ini Memang Banyak Sekali Kasus Orang Hilang.

Berita Selalu Menyiarkan Tentang Orang-orang Yang Hilang.

Tapi Tempatnya Selalu Berbeda -beda.Dari Phoenix,Kansas,Chicago,Okhlama,Seattle.

Ada Juga Beberapa Kasus Orang Hilang Di Grifin.

Dengan Muka Yang Cukup Lelah,Aku Masuk Ke Mobilku Dan Menyetir Ke Sekolah.

Walaupun Sudah Berkali-kali Aku Hampir Menabrak Akibat Aku Hampir Tertidur Di Jalanan.

Akhirnya Akupun Sampai Ke Sekolah,Dan Seperti Biasa Daniel Sudah Menunggu Di Depan.

Aku Memarkir Mobilku,Dan Waktu Aku Turun Dari Mobilku Daniel Sudah Menunggu Di Depan Mobilku.

Memang Tidak Sulit Mengenaliku,Karena Mobilku Berbeda Dari Yang Lain Dan Sangat Unik.

Jadi Mudah Saja Bagi Daniel Untuk Tahu Bahwa Aku Sudah Sampai Dan Dimana Aku Memarkir Mobilku.

"Yo,Lloyd!!"

"Daniel..."

"Kau Terlihat...."

"Seperti Zombie?"

"Menarik,Itu Yang Ingin Kukatakan.:

"Menurutmu?Aku Tidak Bisa Tidur Nyenyak Seminggu Ini..."

"Neo?"

"Begitulah..."

"Itu Aneh...Biasanya Orang Tidak Pernah Memimpikan Dia...Well,Kecuali Para Gadis,Dan Mungkin Tear."

"Tear?"

"Kau Mungkin Tidak Tahu,Tapi Sebelum Kau Datang Tear Selalu Pergi Ke Acara-Acara Seperti Spring Dance Dengan Neo."

"Dengan Neo?"

"Begitulah...Dan Tentu Saja...Mereka Selalu Memenangkan King And Queen Of Prom Setiap Tahunnya."

"Aku Rasa Aku Masih Kalah Jauh Dengan Neo."

"Begitulah.Aku Punya Kabar,Entah Ini Baik Atau Buruk.Hari Ini Neo Masuk."

"Dia Masuk?Darimana Kau Tahu?"

"Kau Bukan Satu-satunya Orang Yang Mudah Dikenali Lewat Mobil Saja."Kata Dia Sambil Menunjuk Ke Arah Belakang Kananku.

"Lamborghini!?"Kataku Terkejut.

"Sangat Mudah Dikenali Kan?Kita Akan Terlambat Jika Hanya Berdiri Disini,Sudah Waktunya Masuk Kelas,Ayo."

"Baiklah."

Kami Berdua Berjalan Masuk Menuju Kelas Pertamaku Ekonomi.

Sayangnya Kelasku Dan Daniel Berbeda,Jadi Kami Berpisah Hanya Sampai Disini.

Aku Masuk Ke Kelasku,Dan Menaruh Tasku.Guru Ekonomiku Belum Datang,Jadi Suasana Kelas Masih Sangat Ceria.

Saat Melihat-lihat,Mataku Serasa Mau Keluar Karena Terkejut.

Neo Duduk Di Ujung Kanan Belakang.Aku Tidak Tahu Kalau Dia Juga Mengambil Kelas Ini Seperti Aku.

Neo Balas Menatapku,Tapi Aku Langsung Menghindarinya Karena Aku Takut.

Ms.Jane Akhirnya Datang,Dia Adalah Guru Ekonomiku.

Dia Datang Di Saat Yang Sangat Tepat.Ms.Jane Akhirnya Memulai Pelajarannya.

Aku Sesaat Melihat Neo Dibelakang,Dia Duduk Sendiri Sambil Melihat Keluar Dengan Pandangan Hampa Seperti Memikirkan Sesuatu.

"Lloyd?"Panggil Teman Sebangku Ku.

"Ah,Ya?"

"Kenapa Kau Melihat Neo Terus Menerus?"

Teman Sebangku Ku Yang Ini Adalah Jessica Whitney,Dia Mengambil Kelas History Dan Economy Yang Sama Denganku Begitu Juga Dengan Kimia.

Gadis Setengah Latina Dan Setengah Amerika Ini Sudah Menjadi Salah Satu Sahabat Terbaikku Sejak Aku Tiba Di Grifin.

Kulit Olivenya Dan Rambut Coklat Kemerahannya Membuat Dia Terlihat Sangat Latina,Dan Kecantikannya Sudah Membuat Ratusan Laki-laki Menangis Di Ranjang Mereka.

Awalnya Aku Tidak Begitu Mengerti Mengapa,Jessica Cantik,Tapi Tidak Secantik Tear Atau Ivory.

Akhirnya Aku Mengerti,Kebanyakan Pria Di Grifin Sangat Menyukai Gadis Latin,Dan Aku Tidak Mengerti Kenapa.

"Tidak Apa-apa.Hanya Penasaran Saja."

"Penasaran Akan Apa?"

"Tidak Apa-Apa,Aku Hanya Merasa Dia Sedikit Menyeramkan..."

"Menyeramkan?Kau Pasti Bercanda.Tidak Ada Gadis Dikelas Ini Yang Tidak Tergila-gila Padanya."Katanya Sambil Tertawa Ringan

"Apakah Kau Termasuk?"

"Tidak,Aku Sudah Punya Orang Yang Kusukai Jadi Tenang Saja."

"Tenang Kenapa?"

"Aku Tidak Akan Memukulimu Seperti Yang Richard Lakukan Hanya Karena Kau Dekat Dengan Neo."

"Darimana Kau Tahu Aku Dipukuli Richard?Dan Aku Tidak Dekat Dengannya."Kataku Sedikit Kesal.

"Daniel,Dia Yang Menceritakan Semuanya.Dan Kau Selalu Bertanya Ke Semua Orang Dimana Neo.Tentu Saja Orang Akan Berpikir Bahwa Kau Dekat Dengannya."

"Apakah Semua Orang Tahu Akan Hal Ini?"

"Begitulah."

"Daniel Brengsek,Lagipula Bukan Berarti Bahwa Aku Dekat Dengannya Hanya Karena Aku Selalu Bertanya Dimana Dia."

"Benarkah?Tapi Semua Gadis Yang Suka Pada Neo,Sepertinya Sudah Berencana Untuk Menyiksamu Karena Mereka Mengira Kau Dekat Dengan Neo,Dan Mereka Berencana Untuk Membuatmu Membicarakan Apa Saja Yang Kau Ketahui."

"Kenapa Aku Selalu Mendapat Masalah Hanya Karena Aku Berteman Dengan Seseorang?"Gerutuku.

"Kau Berteman Dengan Neo?"

"Tidak Juga,Hanya Sebatas Kenal."

"Cukup Bagus."Gumamnya.

"Cukup Bagus?"

"Neo Tidak Punya Teman,Dia Selalu Saja Menghindari Kami Seakan-Akan Dunia Kami Dan Dia Sangat Berbeda."

"Tidak Punya Teman?Kukira Dia Sangat Terkenal Disini."

"Dia Memang Sangat Terkenal,Tapi Dia Hanya Berbicara Pada Kami Kalau Ada Sesuatu Yang Penting.Temannya Mungkin Hanya Keluarga Grants."

"Keluarga Grants?"

"Begitulah.Neo Sering Berbicara Dengan Seluruh Keluarga Grants,Walaupun Tidak Pernah Ada Yang Mendengar Apa Yang Mereka Bicarakan."

"Kesannya Semakin Menyeramkan Saja."

"Tidak Juga,Dia Sangat Baik.Setiap Kali Ada Yang Terluka Atau Diganggu Richard,Dia Selalu Membantu.Ada Masalah Apapun Dia Selalu Membantu,Dia Benar-Benar Orang Yang Sangat Baik.Itulah Yang Membuat Dia Sangat Terkenal Dan Sangat Keren,Tampan,Baik,Dan Juga..."

"Cukup...Sebutkan Saja Dia Dengan Kata Sangat Sempurna."Potongku.

"Yah,Kurasa Memang Benar.Dia Memang Sangat Sempurna."

"Tapi,Apakah Dia Selalu Saja Memasang Wajah Tanpa Ekspresi...Dia Kelihatan Sangat Menyeramkan."

"Begitulah,Dia Sama Sekali Tidak Pernah Tertawa Ataupun Tersenyum,Sama Sekali Tidak Ada Ekspresi Senang.Kecuali Saat..."

"Saat?"Tanyaku Penasaran.

"Well,Aku Mendengar Cerita Bahwa Dulu Sekali Saat Mereka Masih Berada Di Junior High,Neo Sering Tertawa Dan Tersenyum Tulus Dengan Seseorang."

"Siapa Seorang Itu?"

"Tidak Ada Yang Tahu,Yang Kami Tahu Hanya Sekedar Cerita Seperti Itu,Tidak Ada Yang Tahu Apakah Itu Benar Atau Salah."

"Aku Semakin Penasaran."

"Ada Yang Mengatakan Seorang Itu Adalah Adik Neo,Ada Juga Yang Mengatakan Dia Adalah Kekasih Neo.Tidak Ada Yang Tahu Pasti."

"Jadi Cerita Itu Hanya Cerita Saja?"

"Sudah Kukatakan Padamu,Tidak Ada Yang Tahu,Tapi...Tear Mungkin Tahu Kebenarannya."

"Bagaimana Mungkin Dia Tahu?"

"Tidak Hanya Tear,Seluruh Keluarga Grants Mungkin Tahu...Karena Neo Dan Orang Itu Diceritakan Tersenyum Bersama Dengan Keluarga Grants."

"Bagaimana Reaksi Tear?"

"Dia Tidak Pernah Menjawab Pertanyaan Itu.Jadi,Mungkin Saja Cerita Itu Benar."

"Jessica,Lloyd!!!Perhatikan!!"Teriak Ms.Jane

"Ah,Ceritakan Aku Lagi Tentang Neo Nanti."

"Baiklah.."

Sepanjang Pelajaran Aku Hanya Bisa Membayangkan Siapa Orang Yang Bisa Membuat Neo Tersenyum Tulus.

Karena Untuk Tertawa Paksa Saja,Sudah Seperti Momentum Yang Bersejarah.

Selesai Pelajaran Economy Aku Mendengarkan Jessica Cerita Tentang Neo.Walaupun Masih Tidak Ada Yang Berguna.

Yang Kudengar Hanya Pengalaman Jessica Dengan Neo.Neo Hanya Pernah Berbicara Dengan Jessica Dua Kali Dalam Dua Tahun Terakhir.

Ternyata Benar-Benar Sesuatu Yang Sangat Hebat Jika Kau Bisa Berteman Dengannya.

Semakin Kudengar,Semakin Jauh Rasanya Jarakku Dengan Neo.

Walupun Tidak Seperti Aku Memang Ingin Dekat Dengannya.

Berada Dekat Dengannya Saja,Sudah Membuatmu Iri Dengan Penampilannya.

Dia...Dia...Sudah Sangat...Sangat...Sempurna...

Tidak Ada Lagi Kata-Kata Yang Bisa Menggambarkannya.

Akhirnya Pelajaran Olahraga Pun Dimulai.

Dan Yang Membuatku Makin Terkejut Adalah Saat Aku Menuju Ruang Ganti,Neo Sudah Didalam Mengganti Bajunya.

Awalnya Kukira Dia Kurus,Tapi Ternyata Tubuhnya Sudah Berbentuk.

Walaupun Tidak Sebesar Kyle,Tapi Yang Membuatku Makin Penasaran Adalah Bekas-Bekas Luka Di Punggungnya.

Aku Hanya Bisa Menatap Dia Terpana Sekaligus Sedikit Ketakutan,Akibat Bayang-Bayang Mimpiku Akan Dia.

Dia Hanya Melihatku Sekilas,Dan Langsung Melewatiku Keluar Dari Ruang Ganti.

"Lloyd?"

"Ya?"Kataku Sedikit Terkejut Mendengar Daniel.

"Neo Lagi?"

"Begitulah."

"Kau Aneh."

"Aku Tahu."

Setelah Mengganti Baju,Kami Menuju Gym.Lagi-lagi Pelajaran Hari Ini Adalah Basket.

Dan Pemilihan Team pun Berlangsung,Kyle Dan Daniel Lagi-lagi Satu Team.

Sedangkan Aku...Well,Aku Se-Team Dengan Neo...

Pertandingan Dimulai Dengan Bola Team Daniel...Dan,Seperti Biasa Bola Langsung Dioper Kepada Kyle.

Aku Mencoba Menghadangnya,Dan Aku Gagal Menyedihkan.Tapi,Pemandangan Di Teamku Sedikit Aneh.

Anehnya,Tidak Ada Yang Mencoba Menghadang Kyle.Mereka Semua Berlari Maju,Meninggalkan Kyle Dan Neo.

Apakah Mereka Semua Sudah Menyerah Karena Bola Ada Di Tangan Kyle?

Ternyata Tidak Semua,Neo Masih Ada Di Belakang Menghadang Kyle.

Kyle Mencoba Melewatinya,Dia berlari Dengan Kecepatan Yang Cukup Tinggi.

Tapi,Sayangnya Neo Masih Saja Mengikutinya.Walaupun,Tubuh Kyle besar Sepertinya Itu Tidak Ada Masalah Sama Sekali Dengan Neo.

Tidak Peduli Apapun Yang Kyle Lakukan,Neo Tetap Saja Mengikutinya,Sampai Akhirnya Bola Diambil Oleh Neo.

Dengan Cepat Neo Berlari Menuju Arah Ring Lawan.Tidak Ada Yang Berhasil Mengikutinya.

Dia Terlalu Cepat...Saat Kau Berpikir Dia Ada Di Kiri,Tiba-Tiba Saja Dia Membelokkan Arah Larinya Ke Kanan.

Semuanya Terkecoh Olehnya,Dan Tiba-Tiba Saja Dua Point Sudah Kami Dapatkan.

Dua Skor Sudah Tercetak Untuk Team Kami.Kyle Mencoba Untuk Melewati Neo Beberapa Kali.

Tapi,Semuanya Digagalkan Oleh Neo.Bahkan,Waktu Kyle Mencoba Untuk Men-Shoot Bolanya,Bolanya Ditepis Oleh Neo Sehingga Gagal Mencapai Ring.

Di Depan Neo,Bahkan Kyle-pun Tidak Berdaya. Neo,Bahkan Bermain Lebih Baik Daripada Kyle.

Sekarang Aku Mengerti Alasannya Kenapa Teammatesku Hanya Diam Saja Melewati Kyle.

Pertandingan pun Selesai,Dimenangkan Oleh Team Kami Dengan Skor 92-14.Tentu Saja Lebih Dari Setengah Skor Tersebut Berasal Dari Neo.

"Hey."Panggilku Kepada Daniel.

"Ya?"

"Kukira Kau Bilang Bahwa Kyle Lah Pemain Terbaik Disini."

"Aku Tidak Pernah Bilang Terbaik,Yang Kubilang Adalah Salah Satu Pemain Terbaik,Singkatnya Kalau Kau Ingin Bertemu Dengan Pemain Terbaik Kau Bisa Melihat Neo."

"Aku Bisa Melihatnya Dengan Sangat Jelas."

"Begitulah...Dia Bahkan Bermain Lebih Baik Daripada Kyle."

Aku Dan Daniel Berdiri Di Dekat Kyle Yang Sedang Duduk Di Lantai,Bercucuran Keringat.

Sampai Tiba-Tiba Neo Berjalan Dan Mengatakan Sesuatu Pada Kyle.

"You Still Got A Lot Of Work To Do,Kyle.If You Want To Beat Me."

Neo Hanya Berjalan Melewati Kyle Tanpa Ekspresi.

Sedangkan Bisa Kulihat Ekspresi Kyle Sedikit Kesal.Kurasa,Itu Disebabkan Oleh Kata-Kata Neo.

Aku Mengganti Bajuku Di Ruang Ganti.Dan Akhirnya Waktu Makan Siang pun Sudah Tiba..

Aku Hanya Membeli Soda Dan Dua Potong Pizza.Aku Melihat Kiri-Kanan Mencari Neo.

Aku Melihatnya,Sedang Duduk Di Pojok,Tear Juga Ada Disitu.

Kulihat Dia Sedang Berbicara Kepada Neo.Tapi,Neo hanya Diam Tanpa Ekspresi.

Tear Berbicara Dengan Wajah Kesal.Lalu,Setelah Beberapa Saat Dia Meninggalkan Neo.

Aku Berpapasan Dengannya,Tapi Kurasa Dia Tidak Melihatku Karena Dia Sedang Melihat Kearah Lain.

Aku Memberanikan Diriku Untuk Pergi Ke Meja Neo.

"You Mind?"

Neo Masih Saja Diam Tanpa Ekspresi,Dia Melihatku Untuk Sesaat , Lalu Kembali Diam.Jadi , Aku Memberanikan Diriku Untuk Duduk.

Aku Menatapnya Dan Aku Melihat Kesempurnaannya Secara Langsung.

Sebelumnya Aku Hanya Melihat Mata Merahnya Karena Aku Terpana Dengan Matanya.

Aku Melihat Rambut Hitamnya Yang Lurus Tapi Sedikit Acak-acakan.

Kalau Kau Bisa Mengukur Manusia Dengan Takaran , Dia Mempunyai Takaran Yang Sempurna.

Hidungnya , Mulutnya , Bentuk Pipinya , Membuatmu Berpikir Dia Adalah Karya Tuhan Yang Paling Sempurna.

Kakinya Sangat Panjang , Dan Tubuhnya Sangat Tegap.

Dengan Mata Merahnya Yang Sangat Indah Dan Ekspresi Dinginnya , Dia Sempurna.

Neo Memakai Kaus Putih Polos Dengan Kardigan Hitam Dan Celana Kain Panjang.

"Apa Yang Kau Mau?"Tanya Neo.

"Hanya Sedikit Penjelasan,Aku Tidak Bisa Tidur Akibat Penasaran."

"...Apa Yang Ingin Kau Tahu?"

"Kau Mau Menjawabnya?"

"Tergantung Dari Pertanyaanmu."

"Apakah Kau Membenci Tear?Tidak,Seluruh Keluarga Grants?"Tanyaku Langsung.

"No Comment."

"Apa Yang Baru Saja Tear Katakan Padamu?"

"No Comment."

"Kenapa Semua Jawabanmu No Comment?"Tanyaku Geram.

"Ada Hal Yang Lebih Baik Tidak Diketahui Di Dunia Ini."Jawabnya Dengan Santai.

"Cih,Baiklah Kalau Begitu,Jelaskan Padaku Apa Maksud Perkataanmu Minggu Lalu."

"Kurasa Tidak Perlu Kujelaskan"

"Aku Tidak Ingin Lagi Kehilangan Waktu Tidurku."

"Aku Hanya Mengatakan Apa Yang Perlu Kukatakan."

"Dan Aku Tidak Mengerti Satu Katapun Yang Keluar Dari Mulutmu."

"Aku Sudah Memberitahumu,Kalau Kau Masih Ingin Hidup Lebih Lama Jauhi Keluarga Grants,Termasuk Tear."

"Memangnya Ada Masalah Apa Dengan Keluarga Grants?"

"No Comment."

"Apakah Kau Yang Akan Membunuhku Jika Aku Tidak Menjauhi Keluarga Grants?"Tanyaku Kesal.

"...Darimana Kau Berasumsi Kalau Seseorang Akan Membunuhmu..?"

"Intuisi,Aku Berpikir Semalaman,Dan Itu Satu-satunya Penjelasan Yang Kudapat Dari Apa Yang Kau Coba Katakan."

"...Bravo,Lloyd."Ejeknya.

"Aku Benar kan..?"

"Apa Penting?Meskipun Kau Benar,Tidak Ada Yang Bisa Kau Lakukan."

"...Aku Berhak Mendapat Penjelasan."

"Dan Kenapa Kau Begitu Menginginkan Penjelasan?"

"...Intuisi."

Dia Tersenyum Licik,"Bukan Aku Yang Akan Menyakitimu,Kalau Itu Pertanyaanmu."

"Kalau Begitu Siapa?"

"No Comment."

"Jelaskan Padaku."Kataku Dengan Jengkel.

Keheningan Menghentak Kami Sesaat.Sampai Akhirnya Neo Berbicara Lagi.

"Apakah Richard Masih Menganggumu?"

"Kau Belum Menjawab Pertanyaanku."

"Jawab Saja Pertanyaanku."

"Tidak , Sejak Minggu Lalu , Aku Tidak Pernah Melihatnya Lagi."

"Begitukah?"

"Sekarang Jawab Pertanyaanku."

"Apakah Jawabanku Benar-Benar Penting?Aku Mengira Kau Punya Pertanyaan Yang Jauh Lebih Menarik."Jawabnya.

Dia Benar , Aku Memang Punya Pertanyaan Yang Lebih Menggugah Rasa Tahu-ku.

"Apakah Hubunganmu Dengan Keluarga Grants?"

"No Comment."

"Kalau Begitu...Kenapa Pandangan Matamu Kepada Tear Sangat Mendendam Dan Membenci?"

"No Comment."

"Aku Menanyakan Pertanyaan Yang Tepat Bukan?Kenapa Kau Masih Tidak Mau Menjawab?"

"Aku Hanya Mengatakan Bahwa Kau Punya Pertanyaan Yang Lebih Menarik Untuk Diajukan Kepadaku , Tapi Aku Tidak Pernah Bilang Bahwa Aku Akan Menjawabnya."

"Kau..."Kataku Marah,Tapi Juga Tidak Berdaya Karena Kata-Katanya Benar Dan Tepat.

"Kenapa Kau Marah?Aku Sudah Menjawab Pertanyaanmu."

"Kau Hanya Mengatakan No Comment!! Kau Sama Sekali Tidak Menjawab Pertanyaanku!!"

"Tidakkah Kau Menyadarinya?Semua Kata-Kata Yang Kuucapkan Padamu?"

"Apa Maksudmu?"

"Aku Menjawab No Comment.Bukankah Kau Bisa Memetik Jawaban Dari Apa Yang Kukatakan Padamu?"

Aku Kaget Dan Langsung Tersadar Akan Kata-Katanya , Secara Tak Langsung Dia Sudah Memberikan Jawaban Untukku.

"Tear Yang Akan Membunuhku?Apa Maksudmu?"

"No Comment."

"Satu Pertanyaan Itu Saja , Kumohon."

Neo Terdiam Untuk Beberapa Saat.

"Kau Suka Dengan Legenda,Lloyd?"

"Excuse Me?"

"Well?Do You Like Myths?"

"...Ya...Aku Menyukainya,Aku Sering Membaca Buku Tentang Legenda-Legenda Negara Lain."

"Bagaimana Dengan Transylvania?"

"Maksudmu Legenda Vampire Dan Semacamnya?"

"Bagaimana Menurutmu?"

"Menarik , Salah Satu Yang Paling Kusukai."

"Bacalah Sekali Lagi,Di Hymnos Library,Perpustakaan Terbesar Di Pulau Ini,Hanya Ada Satu Buku Disana Berisi Tentang Vampire,Tidak Akan Sulit Menemukannya."

"Untuk Apa?Aku Cukup Yakin Akan Pengetahuanku Tentang Legenda Transylvania."

"Kau Akan Menemukan Buku Disana Jauh Lebih Menarik Daripada Buku Yang Sebelumnya Kau Baca."Jawabnya Tersenyum Licik.

"Menarik , Tapi Kau Masih Belum Menjawab Pertanyaanku."

Neo Kembali Terdiam Beberapa Saat.

".... Apakah Kau Sudah Mendengar Tentang School Trip Minggu Depan?"

"...Tidak,Memangnya Kenapa Dengan Itu?"

"London...Itulah Tujuan Kita,Selama Empat Hari Tiga Malam."

"Lalu?"

"Berhati-Hatilah,Dan Kalau Kau Masih Tidak Mau Mendengar Saranku,Setidaknya Jangan Hilang Dari Pandanganku."

"Memangnya Kenapa?"

"Kau Akan Memperpendek Umurmu,Hanya Akan Menyisakan Beberapa Menit Atau Jam Kalau Kau Menghilang Dari Pandanganku."

"Apa Maksudmu?Aku Sama Sekali Tidak Mengerti."

"Jangan Pernah Menyendiri Ataupun Berdua Dengan Siapapun."

"Maksudmu Aku Harus Tetap Berada Di Jarak Pandangmu?"

"Begitulah...Waktu Istirahat Sudah Habis,Kembalilah Ke Kelasmu."

Waktu Aku Berbalik Ke Belakang,Orang-orang Sudah Mulai Keluar Dari Kantin.

"Kau Akan Berada Di Sekitar Sini?"Tanyaku

"Untuk Hari Ini , Aku Akan Kembali Lagi Ke Sekolah Sehari Sebelum School Trip."

"Kau Ikut?Dan Apakah Itu Berarti Kau Tidak Akan Masuk Sampai Minggu Depan?"

"Begitulah."

Pertanyaanku Masih Menumpuk,Tapi Kuputuskan Aku Bisa Mengetahuinya Di Hari Lain.

"...Baiklah,Aku Kembali Ke Kelas Sekarang. Tapi Aku Sama Sekali Belum Puas Akan Hal Ini."

"Hati-Hati Dengan Richard,Dia Tidak Akan Menyerah Begitu Saja."

"Aku Tahu.Dan Kau Masih Belum Menjawab Pertanyaanku Bukan?"

"Aku Tahu."

Aku Meninggalkan Kantin,Dan Langsung Menuju Kelas Biologi.

Neo,Begitu Misterius Dan... Sempurna.

Aku Bingung Apa Yang Bisa Membuat Tatapan Matanya Kepada Tear Bisa Begitu Membenci.

Aku Juga Mengingat Ekspresi Wajah Tear Begitu Dia Meninggalkan Neo.

Dia Meneteskan Air Mata,Hanya Sedikit Dan Bahkan Hampir Tidak Kelihatan.

Tapi Aku Menyadarinya,Seperti Biasa,Ini Hanya Membuatku Semakin Ingin Tahu.

Tiba-Tiba Saja Aku Dihadang Oleh Empat Orang.Dan Sialnya,Lagi-lagi Itu Richard Dan Teman-Temannya.

"Halo Lloyd."Sapa Richard Padaku.

"Richard..."

"Bagaimana Kalau Kau Ikut Kami Sekarang?"

"Kalau Aku Tidak Mau?"

"Kau Akan Ikut Kami,Tidak Peduli Bagaimanapun Caranya."

Selesai Richard Berbicara,Brad Dan Michael Langsung Menarikku Ke Toilet Pria.

Apakah Hal Ini Akan Terjadi Lagi?Aku Benar-Benar Sial Jika Berurusan Dengan Richard.

"Richard,Kita Tidak Seharusnya Melakukan Ini--"Kata Dennis"--Tear Pasti Mendengar Tentang Hal Ini,Dan Menuju Kesini Lagi."

"Dia Tidak Akan,Dia Sedang Ada Di Kelasnya,Dan Si Pengadu Itu Sudah Kubungkam."

"Pengadu?Maksudmu Daniel?Apa Yang Kalian Lakukan Dengannya!!??"Tanyaku Panik Mendengar Richard.

"Belum,Tapi Kalau Kau Memberitahu Tear Tentang Hal Ini...Temanmu Daniel Akan Menderita Karena Kesalahanmu."

Dia Benar-Benar Memojokkanku.Aku Tidak Mungkin Memberitahu Tear Tentang Hal Ini.Jika Aku Memberitahu Tear,Daniel Pasti Akan Kena Akibatnya.

Aku Tidak Mungkin Melakukan Hal Itu Kepada Daniel,Tidak Setelah Apa Yang Telat Dia Lakukan Untukku.

Dia Sudah Pernah Membantuku Sebelumnya,Tidak Mungkin Aku Mengkhianatinya Sekarang.

"Padahal Kupikir Besi Jatuh Yang Terakhir Akan Membuatmu Terluka Parah,Tapi Nyatanya Kau Bahkan Tidak Tergores Sedikitpun."

Besi..Jatuh!?Richard Yang Membuat Besi Terakhir Yang Hampir Saja Membunuhku!?

Walaupun Aku Tahu,Tetapi Tetap Saja Aku Tidak Bisa Melakukan Apa-apa.

Kuputuskan Untuk Diam Saja Dan Menerima Rasa Sakit Ini.

"Tunggu Dulu,Bagaimana Dengan Neo?"Tanya Dennis Ke Richard.

Aku Baru Ingat Kalau Masih Ada Neo,Tapi Dia Tidak Mungkin Masih Ada Disini,Dia Pasti Sudah Pulang Sekarang.

"Tenang Saja,Keparat Itu Tidak Akan Muncul."

Benar Kata Richard,Neo Tidak Mungkin Muncul.Dia Pasti Dalam Perjalanan Pulang Sekarang.

"Bagaimana Kau Tahu Pasti?"Tanya Dennis Lagi Ke Richard.

"Aku Tahu,Keparat Itu Pasti Sedang Dalam Perjalanan Pulang,Dan Dia Tidak Mungkin Ada Disi--"

"Siapa Yang Tidak Ada Disini?"Potong Seseorang.

Belum Selesai Richard Berbicara,Tiba-Tiba Saja Neo Sudah Muncul Dibelakang Mereka.

Tatapan Matanya Santai Dan Dingin , Juga Mengejek.

Richard Dan Teman-Temannya Langsung Mundur Beberapa Langkah.

"Siapa Yang Kau Maksud Dengan Keparat , Richard?"

"Ne--Ne--Neo!?"

Richard Mundur Lagi Beberapa Langkah.

"Lima Menit...Kau Tahu?Aku Meninggalkanmu Lima Menit Dan Ini Semua Terjadi."Kata Neo Kepadaku.

"Kau Pikir Aku Mau Terkena Masalah?Setidaknya Aku Senang Kau Datang."Kataku Sambil Tersenyum.

"Richard...Pergi Dari Sini,Dan Akan Kubiarkan Kau Dan Teman-Temanmu Yang Menyedihkan Pergi Meninggalkan Tempat Ini...Tidak Terluka."

Kata-Katanya Sangat Lembut Tapi Juga Sangat Tegas.Hanya Beberapa Kata Darinya Saja Sudah Membuat Teman-Teman Richard Ketakutan.

Tapi,Kulihat Richard Mengumpulkan Keberaniannya Untuk Melawan Neo.

"Apakah Itu Berarti Tidak?"Tanya Neo Kepada Richard.

"Aku Sudah Muak Denganmu Neo!!! Ini Bukan Urusanmu,Yang Harus Pergi Itu Adalah Kau!!!"

"I'll Take That As A No..."

Tanpa Basa Basi Lagi,Richard Langsung Melayangkan Pukulan Kepada Neo.

Tapi Neo,Menghindar Dengan Cepat.Brad,Michael,Dan Dennis Langsung Membantu Richard

Pukulan-Pukulan Dennis Dan Richard Dihindarinya,Tapi Pukulan-Pukulan Brad Dan Michael Ditangkisnya.

Tidak Ada Pukulan Yang Mengenainya Sama Sekali.

"Sudah Puas?"Tanya Neo Kepada Mereka,Begitu Melihat Mereka Kelelahan."Sekarang Giliranku Kalau Begitu."

Neo Langsung Menarik Tangan Brad , Memegang Kerah Bajunya Dan Membantingnya.

Brad Langsung Terkapar Kesakitan.

Lalu Dia Langsung Memberikan Sebuah Roundhouse Kick Ke Michael.Michael Langsung Melayang Kebelakang.

Dennis Mencoba Melawan,Dia Mencoba Memukul Neo Dari Belakang,Tapi Neo Langsung Memegang Tangannya,Dia Memelintir Tangan Dennis Dengan Cepat Dan Langsung Menabrakkan Kepalanya Ke Dinding.

Dennis Langsung Meraung Kesakitan,Hidungnya Berdarah,Mungkin Patah Dan Dia Terkapar Di Lantai.

Pemandangannya Sedikit Sadis,Tapi Bisa Kulihat Neo Tidak Mengerahkan Seluruh Kekuatannya.

Richard Langsung Menarik Portable Knife Dari Kantungnya,Aku Sudah Ketakutan Begitu Melihatnya.

Tapi Bisa Kulihat Ekspresi Neo Tetap Tenang,Dia Sangat Yakin Akan Kemampuannya.

Begitu Richard Mencoba Menusuknya,Neo Langsung Menendang Perut Richard,Dia Lalu Menarik Tangan Richard Yang Memegang Pisau,Dan Langsung Memelintirnya.

Richard Yang Kesakitan Menjatuhkan Pisaunya.Neo Langsung Melayangkan Sebuah Uppercut Kepada Richard.

Richard Yang Terkena Pukulan Itu Langsung Jatuh,Dan Hanya Bisa Berguling-guling Kesakitan.

"Kau Baik-Baik Saja?"Tanya Neo Kepadaku.

Neo Sama Sekali Tidak Kesulitan Menghadapi Mereka Berempat.Dia Bahkan Tidak Peduli Dengan Mereka.

"Begitulah,Tapi Jika Aku Jadi Kau,Aku Akan Bertanya Kepada Mereka.Apakah Mereka Baik-Baik Saja?"

"Mereka Baik-Baik Saja,Mereka Sudah Terbiasa Seperti Ini."

"Maksudmu Kau Sering Melakukan Ini Kepada Mereka?"

"Dulu,Sekarang Tidak."

"Kukira Kau Sudah Pulang."

"Sayangnya Belum,Karena Kau Sepertinya Tidak Terluka Bagaimana Kalau Kembali Ke Kelas?Biar Aku Yang Mengurus Mereka."

"Sounds Good To Me."

"Untuk Orang Yang Hampir Saja Dipukuli Richard,Kau Terlihat Sangat Senang."

"Tidak Juga."

Aku Langsung Kembali Ke Kelas Biologi,Tentu Saja Terlambat.

Aku Menjelaskan Bahwa Aku Ketiduran Di Kantin.

Walaupun Alasanku Benar-Benar Terlihat Palsu.Alasan Itu Langsung Kukatakan Karena Aku Tidak Punya Waktu Berpikir.

Aku Duduk Disebelah Daniel.Untung Saja Dia Tidak Apa-Apa,Untuk Sesaat Kupikir Richard Sudah Memukulinya Habis-Habisan.

"Lloyd."Sapa Daniel Pelan Kepadaku.

"Ya?"

"Syukurlah Kau Baik-Baik Saja.Tadinya Kupikir Kau Sudah Dipukuli Richard."

"Sudah Terjadi Tapi Tidak Banyak,Bagaimana Dengan Kau?"

Aku Baru Saja Menyadarinya Tapi Sekarang Aku Melihat Lehernya Yang Merah Dan Pipinya Yang Biru.

"Hanya Beberapa Pukulan. Hei,Tidak Sakit Sama Sekali."

"Richard Mengancammu?"

"Tidak,Dia Tidak Mengatakan Apa-Apa,Hanya Memukuliku Lalu Pergi.Tadinya Aku Tidak Tahu,Tapi Begitu Melihat Kau Belum Masuk,Aku Menduga Richard Memukulimu."

"Hampir,Hanya Tinggal Sedikit Lagi."

"Lalu,Bagaimana Kau Bisa Selamat?"

"Neo."

"Begitukah?Kau Beruntung Kurasa."

"Kau Tidak Memberitahu Tear Tentang Hal Ini?"

"Aku Tidak Bisa,Lihatlah Kebelakang."

Aku Menoleh Kebelakang Melihat Bahwa Bangku Tempat Duduk Tear Kosong.

Sepertinya Dia Tidak Mengikuti Kelas Biologi,Ms.Jennifer Masih Saja Sibuk Menjelaskan Tentang Anatomi Tubuh Manusia Kepada Kami.

Tapi Yang Bisa Kubayangkan Hanyalah Tear.Aku Tahu Ini Terdengar Aneh,Tapi Setelah Aku Selesai Dengan Neo.

Pikiranku Langsung Kembali Lagi Kepada Tear.Aku Memikirkan Akan Keberadaannya.Tidak Biasanya Dia Melewatkan Kelas Begitu Saja.

Apakah Ini Ada Hubungannya Dengan Peristiwa Tadi Siang?Tapi,Kurasa Ini Hanya Kebetulan.

Akhirnya Bel Pulang Berbunyi.Aku Tidak Langsung Menuju Tempat Parkir,Aku Sibuk Mencari Tear.

Aku Berputar-Putar Selama Setengah Jam Dan Tidak Juga Menemukannya,Akhirnya Aku Menyerah Dan Menuju Tempat Parkir.

Disana Aku Melihat Tear,Dan Dia Bersama Dengan Neo.

Neo Membicarakan Sesuatu Dengan Tear,Ekspresi Wajah Neo Sulit Untuk Ditebak.

Akhirnya Aku Memutuskan Untuk Mendatangi Mereka Berdua.

"Tear."Sapaku Kepada Tear.

Tear Yang Melihatku Sedikit Terkejut Sementara Ekspresi Neo Masih Saja Tidak Berekspresi.

"Sampai Disini Saja Tear...Ingat Kata-Kataku."Kata Neo Kepada Tear.

Lagi-Lagi Pandangan Matanya Kepada Tear Berupa Pandangan Marah Dan Dendam.

Kurasa Tear Tahu Akan Hal Ini,Dia Hanya Menundukkan Kepalanya.

Neo Masuk Kedalam Mobilnya,Menyalakan Mobilnya,Dan Langsung Pergi Meninggalkan Sekolah.

"Tear?Kau Tidak Apa-Apa?"Tanyaku Sedikit Khawatir.Aku Tahu Tear Melihat Pandangan Mata Neo.

Yang Aku Masih Tidak Mengerti Adalah Apa Hubungan Diantara Dua Orang Ini.

"Aku Tidak Apa-Apa,Lagipula Pertanyaanmu Aneh!!"Kata Dia Sambil Tertawa Ringan.

Tapi Aku Masih Saja Tidak Lepas Dari Rasa Khawatirku,Dan Lagi..Tawa Tear Terasa Dipaksa Olehnya.

Aku Ingin Bertanya Kepadanya Tentang Hubungannya Dengan Neo,Tapi Kurasa Itu Hanya Akan Membuatnya Bertambah Sedih.

Kuputuskan Untuk Mengurungkan Niatku,Dan Hanya Melanjutkan Pembicaraan.

"Kenapa Kau Tidak Ikut Kelas Biologi?"Tanyaku Kepadanya.

"Ada Sedikit Masalah,Jadi Terpaksa Aku Harus Melewatkan Kelas Biologi."

"Begitukah?Dimana Kakak-Kakakmu?"

"Sudah Pulang. Ngomong-Ngomong,Bisakah Kau Mengantarku Pulang?"

"Eh?Kau Serius?"

"Tidak Boleh?"

"Tidak,Hanya Ingin Tahu Alasannya Saja,Lagipula Kenapa Aku?"

"Seperti Yang Sudah Kuberitahu Kepadamu,Kakak-Kakakku Sudah Pulang,Dan Apakah Tidak Normal Bila Aku Menumpangmu?"

"Tidak Juga,Kalau Begitu Kau Ingin Pulang Sekarang?"

"Bisa?"

"Tentu,Tunjukkan Jalannya Nyonya Navigator!!"

"*giggle*Kau Lucu..."

Syukurlah,Sepertinya Dia Sudah Tertawa Riang Seperti Biasa Lagi.Tawanya Benar-Benar Indah.

Seakan-Akan Setelah Mendengarnya,Pikiranku Langsung Melayang Tinggi.

Aku Benar-Benar Menyukai Tawanya Dan Juga Senyumnya,Itulah Satu-Satunya Hal Yang Saat Ini Dapat Menenangkanku Dari Segala Masalah.

"Masuklah."

Kami Masuk Kedalam Mobilku,Aku Menyalakan Mesin Dan Pergi Meninggalkan Sekolah.

Dia Sudah Terlihat Lebih Baik Dari Keadaannya Setelah Berbicara Dengan Neo.

Aku Harap Ini Akan Berlangsung Cukup Lama.

"Tear."

"Ya?"

"Dimana Rumahmu?"

"Darisini Lurus,Lalu Kiri,Setelah Sampai ke Perempatan,Belok Kanan."

"Baiklah."

Aku Mengikuti Arahnya Sampai Kami Hampir Melewati Semacam Hutan.

"Stop,Turunkan Aku Disini."Pintanya Kepadaku.

"Baiklah."Aku Berhenti Untuk Menurunkannya.

"Thanks For The Ride."

"Dimana Rumahmu?"

"Ada Didalam,Mobil Tidak Bisa Lewat Jadi Aku Harus Berjalan Dari Sini."

"Dipinggir Hutan?Rumahmu Ada Di Hutan?"

"Dekat,Tapi Tidak Juga.Aku Harus Berjalan Dari Sini."

"Kau Yakin?Apakah Kau Mau Aku Mengantarmu?"

"Tidak Perlu,Aku Sudah Berkali-Kali Melewati Jalan Ini."

"Tapi.."

"Kau Terlalu Khawatir Llyod,Aku Akan Baik-Baik Saja. Sampai Jumpa Besok."Katanya Tersenyum.

Setelah Mengucapkan Selamat Tinggal Padaku,Dia Langsung Turun Dan Berlari Menuju Ke Sela-Sela Antara Dua Rumah.

Sebelum Dia Pergi Aku Langsung Membuka Jendelaku Dan Berteriak.

"TEAR!!!ADA SESUATU YANG LUPA KUSAMPAIKAN UNTUKMU!!!"

Tear Menengok Ke Arahku.

"APA??"Dia Juga Balas Berteriak,Karena Jarak Antara Kami Cukup Jauh.

"SAMPAI JUMPA BESOK!!'

"KAU TAHU?KAU LUCU!!"Katanya Sambil Tertawa.

"YA!!AKU TAHU!!!"

Setelah Melihat Tear Pergi,Aku Menyetir Kembali Pulang.

Aku Tidak Menghabiskan Banyak Waktu,Sejak Banyak Mata Melihat Ke Arahku Seperti Aku Ini Pasien Rumah Sakit Jiwa Yang Baru Saja Keluar.

Dan,Seperti Biasa,Saat Aku Kembali Kerumah Chris Sudah Duduk Disitu Sambil Menonton TV.

"I'm Home."

"Welcome Home."

"Makanan?"

"Lasagna Di Dapur.Sudah Kupanaskan."

Aku Mengambil Lasagna Itu Dan Kubawa Untuk Makan Di Ruang Tamu Bersama Chris.

"Ouch!!Panas!!"Walaupun Kepanasan Aku Tetap Saja Tersenyum Bahagia.

"Lloyd,Kurasa Sudah Waktunya Kau Pergi Ke Psikiater."Kata Chris Sambil Melihatku Bingung.

"Apa Maksudmu?"Aku Tidak Benar-Benar Mempedulikan Perkataannya,Karena Aku Sedang Bahagia.Aku Tetap Saja Tersenyum.

"Kau Bahagia Karena Tear Grants?"

"Yup!!"

"Baguslah,Setidaknya Kau Tidak Akan Punya Mimpi Buruk Akan Bocah Legacion Itu Lagi."

"Darimana Kau Tahu Bahwa Mimpi Burukku Karena Dia?"Tanyaku Penasaran.

"Sahabatmu Daniel Kent Yang Memberitahuku,Jangan Remehkan Jaringan Informasiku."

"Daniel....Brengsek,Apakah Dia Tidak Bisa Menyimpan Rahasia?"Gerutuku.

"Jangan Marah Kepadanya,Awalnya Dia Menolak Memberitahu,Tapi Setelah Kuberi Dia 10 Dollar,Dia Langsung Memberitahuku Apa Yang Terjadi."

"Bukankah Dokter Seharusnya Berperilaku Baik?Bukan Sepertimu?"Tanyaku Bercanda.

"Tapi Kau Cukup Aneh,Setahuku Neo Legacion Adalah Orang Yang Sangat Baik.Dulu,Tear Sering Menceritakan Neo Kepadaku."Katanya Mengacuhkan Perkataanku.

"Benarkah?"

"Begitulah,Dulu Tear Sering Menceritakan Tentang Dia Kepadaku,Dia Selalu Ceria.Sampai,Satu Hari Dia Tidak Mau Lagi Berbicara Tentang Neo."

"Apa Saja Yang Dia Ceritakan Padamu?"

"Tidak Banyak.Hanya Saja,Saat Menceritakan Tentang Neo,Tear Benar-Benar Senang.Seakan-Akan Neo Adalah Orang Pujaannya."

"Oh...Jadi Begitu..."

"Tenang Saja,Tear Tidak Pernah Mengatakan Padaku Bahwa Dia Menyukai Neo.Jadi,Si Bocah Sempurna Itu Bukan Sainganmu."

"Bocah Sempurna?"

"Dia Sangat Sempurna Bukan?Aku Pernah Melihatnya Beberapa Kali.Dan Harus Kuakui,Ketampanannya Sama Denganku."Kata Chris Percaya Diri.

"You Wish."

"Kau Tidak Menggangapku Setampan Dia?"

"Tidak Sama Sekali,Ngomong-Ngomong Kau Tahu Dimana Keluarga Grants Tinggal?"

"Di Dekat Pinggir Hutan.Tidak Ada Yang Pernah Kesana,Karena Jalannya Membingungkan.Karena Itu Kami Selalu Menelpon Mereka Bila Ada Masalah."

"Jadi Begitu..."Gumamku.

"Kau Mengantar Tear Pulang,Tapi Tidak Sampai Rumahnya kan?"

"Apakah Kau Harus Tahu Segalanya?Darimana Kau Tahu Hal Seperti Itu?"

"Lloyd,Aku Pamanmu...Tidak Ada Yang Bisa Kau Sembunyikan Dariku."

"Bukankah Kata-Kata Itu Seharusnya Digunakan Oleh Para Ibu?Lagipula...Kau Lebih Mirip Saudaraku Daripada Pamanku."

"Aku Tahu.Setidaknya Aku Bisa Mencoba Kan?"

"Yah,Memang Tidak Ada Yang Melarangmu."

"Ah,Aku Baru Ingat.Ibumu Ingin Tahu Kabarmu,Dia Memintamu Untuk Mengirimkan E-Mail Kepadanya,Dan Bertanya Kenapa Kau Tidak Membalas E-Mailnya."

Sial,Aku Tidak Menyalakan Komputer Sejak Aku Punya Mimpi Buruk,Sepertinya Aku Benar-Benar Lupa Untuk Mengirimkan Kabar Ke Ibuku.

Aku Juga Baru Ingat Bahwa Daniel Dan Jessica Juga Sering Menyinggung Tentang Hal Ini Kepadaku.

Hanya Saja Aku Tidak Pernah Ingat Untuk Mengecek E-Mailku Sejak Kepalaku Masih Dipenuhi Bayang-Bayang Neo.

"Ah..."

"Kau Tidak Menyalakan Komputer Selama Seminggu?"Tanya Chris Kepadaku.

"Begitulah..."

"Dasar Bodoh."

"Ya Ya Aku Tahu,Ngomong-Ngomong Sekolahku Mengadakan School Trip Minggu Depan."

"Aku Tahu,Temanmu Daniel Memberitahuku."

"Aku Tidur Duluan."

"Jangan Sampai Kau Berteriak Lagi Di Tengah Malam."

"Kurasa Tidak Akan Terjadi Lagi."

Sejak Aku Sudah Berbicara Dengan Neo,Dan Sudah Menjernihkan Pikiranku.Rasa Takutku Kepadanya Sudah Hilang.

Walaupun Masih Tersisa Sedikit Karena Kemisteriusannya,Tapi Kurasa Tidak Akan Berdampak Sampai Mimpi Burukku Muncul Lagi.

Aku Masuk Ke Kamarku,Dan Langsung Menyalakan Air Panas Di Bathtubku.

Air Panas Menyegarkan Rasa Lelahku,Selagi Mandi Aku Mengingat Akan Hal-Hal Yang Menyenangkan Yang Kulakukan Dengan Tear Hari Ini.

Kalau Kau Bertanya Kenapa Orang Sepertiku Mandi Dengan Berendam Di Bathtub,Akan Kujawab "Aku Sudah Terbiasa Dengan Hal Seperti Ini."

Hei,Walaupun Aku Berwajah Barat,Aku Masih Setengah Jepang.

Setelah Selesai Mandi Aku Menyikat Gigiku,Dan Langsung Mengganti Bajuku.

Setelah Mengganti Baju,Aku Loncat Ke Tempat Tidurku Untuk Memejamkan Mata Beberapa Saat.

Hari Ini Terjadi Hal-Hal Yang Cukup Luar Biasa.

Kenangan Bersama Tear Dan Pengalaman Dengan Neo.

Walaupun Ada Juga Hal Buruk Yang Terjadi,Aku Masih Saja Senang Karena Tear.

Aku Bangun Dan Menyalakan Komputerku.

Mengecek E-Mailku,Ternyata 45 E-Mail Sudah Masuk.

Dari Daniel,Kebanyakan Adalah Cara-Cara Ampuh Mendapatkan Pacar Yang Dia Petik Dari Buku.

Dari Jessica Adalah Cara-Cara Mengusir Mimpi Buruk.Aku Memang Menceritakan Soal Mimpi Burukku Kepada Jessica.

Dia Sering Memberitahuku Untuk Pergi Ke Dokter.Sejak Aku Tidak Mau,Dia Mengirimkan Kepadaku Cara-Cara Mengusir Mimpi Buruk,Yang Juga Dia Petik Dari Buku.

Ada Juga Beberapa Dari Teman-temanku Di Jepang,Mereka Mengirimkan Beberapa Pesan Menanyakan Bagaimana Kabarku Dan Bagaimana Hidup Disini.

Tapi,Kebanyakan Adalah Dari Orang Tuaku,Mereka Menanyakan Kabarku,Menanyakan Kenapa Tidak Membalas E-Mail Mereka.

Aku Mengirimkan Balasannya Kepada Mereka.

Yang Isinya Seperti Ini

Ayah Ibu,Jangan Khawatir.Aku Baik-Baik Saja Disini

Chris Sangat Baik Kepadaku,Dan Aku Punya Banyak Teman Disini.

Mereka Juga Orang Yang Sangat Baik.Aku Juga Sangat Suka Dengan Mobil Baruku.

Terima Kasih Banyak Yah,Atas Mobilnya.Maaf Aku Baru Membalas E-Mail Kalian.

Tapi Jangan Khawatir.Aku Baik-Baik Saja Disini.

Aku Sayang Kalian...Apakah Makanan German Enak?

Setelah Selesai Mengirimkan E-Mail Ke Ibuku.

Aku Langsung Mematikan Komputerku,Dan Menyalakan Musik.

Musik Membantuku Untuk Tidur.

Hanya Dengan Memejamkan Mata Beberapa Saat Aku Sudah Tertidur Lelap.

Aku Tertidur Dengan Lelap Tanpa Bermimpi Akan Neo Lagi.

Mungkin Ini Tidurku Yang Paling Nyenyak Sejak Aku Tiba Di Grifin.

Dan Hari-Haripun Berlalu...

No comments:

Post a Comment