Saturday, March 20, 2010

Chp.2

Chapter 2
Tear,Goddes Of Beauty

"ZzzzzzzZzZzzzz......"
"KRING!!!KRING!!!KRING!!!"
"Emmm....Hoammmmm...."
"Jam ...Jam Setengah 7...."Bisikku Setengah Sadar."SETENGAH 7!!??Crap,I'm Late!!!"
Dengan Kecepatan Suara,Aku pun Langsung meloncat dari tempat tidurku menuju kamar mandi.
Dan Dengan cepat aku pun memakai bajuku dan langsung Melesat kebawah.
"Tidak Sarapan?"Kata Chris
"Tidak kah kau Lihat Aku Terlambat?"
"Yah Itu bisa kulihat.Mobilmu Berwarna Hitam Di Luar."
"Okay,Thanks.Bye Chris."
"Good Bye."
Ketika aku keluar dari Rumah,Aku pun Langsung Berteriak Gembira.
Itu Semua Dikarenakan Mobil yang Chris belikan untukku.
"YEAHHHH!!!!Porsche!!!!"
Porsche 911 Berwarna Merah Ini Sangat Indah.
Tidak Pernah Kubayangkan Dalam Hidupku Bahwa Aku Mendapatkan Mobil Seperti Ini.

Dengan Gembira Aku pun Langsung Menaiki Porsche baruku.
Tanpa Basa-basi aku pun langsung mencari sekolah baruku.
Sialnya Aku lupa bertanya pada Chris Dimana Letak sekolah baruku.
Tapi Ternyata aku masih mempunyai keburuntungan.
Aku menemukan Sekolahku dengan mudah berkat bantuan Papan Spanduk Yang Bertulisan SMA Asgard.
Tak Kusangka Populasi SMA Asgard Cukup Banyak,Sekitar 1000 Murid.
Dibandingkan SMA ku,yang berpopulasi hanya sekitar 700 murid.
Aku mencari ruangan administrasi,sejak itu hal pertama yang tertulis di daftar yang Chris berikan kepadaku.
SMA Asgard terlihat sangat besar,dan fasilitasnya sangat lengkap(itu yang tertulis di brosur).
Dengan gedung sekolah setinggi lima tingkat,kolam renang dan basket di dalam gedung,lapangan football diluar,dan berbagai macam jenis lapangan lainnya untuk aktifitas sports.
Lima puluh ruangan kelas,disertai dengan berbagai macam fasilitas lainnya yang bisa kau temui disini.
Ini benar-benar brosur yang sangat lengkap.
Aku menemukan ruangan administrasinya selagi aku membaca brosur sekolah lengkap ini.
Aku mengetuk pintu dan masuk.
"Permisi...."
Aku melihat seorang wanita muda berumur sekitar di akhir 20nya,berambut pirang di kepang,dan memakai setelan pakaian kerja.
"Aku Lloyd Evrest,Murid Baru Mulai hari ini."
"Aku Sudah Dengar,Nama ku Nina,Miss Nina.Senang bertemu Dengan mu Llyod."
"Ini terimalah,Buku-buku Pelajaranmu Dan Kelas Yang Harus Kau Ambil."Katanya sambil menyerahkanku setumpuk buku pelajaran dengan warna biru,merah,dan juga kuning.
"Errr...Semuanya?Sebanyak ini?"
"Begitulah.Kelas Pertamamu Adalah... Kimia."
Ah...Ternyata Aku Benar-benar sial.Bukuku Saja Semuanya Sudah Seberat Kira-kira 3Kg.
Dan Tidak Dihitung Cukup Tinggi.Dan Parahnya,Kimia?Kenapa Aku Mendapat Kelas Yang Paling Aku Tidak Bisa.
Apa Boleh Buat.Sepertinya Aku Tidak Punya Pilihan Lain.
Ah Sial...Lagi-lagi Aku Tidak Bertanya. Aku tidak tahu dimana kelas pertamaku.
"Kelas Kimia?"Tiba-tiba saja Suara Yang Merdu Bertanya padaku.
"Ya..Apakah Kau Bisa menunjukan dimana.........Malaikat..."Kataku Sambil Berputar Melihatnya.
Ok,Kalau kau seorang laki-laki,Kau pasti pernah melihat Supermodel atau aktris yang sangat cantik dan langsung jatuh cinta kepadanya.
Kalau kau perempuan,kau pasti pernah melihat gadis yang sangat cantik sampai kau bingung apa saja yang dia lakukan sampai dia bisa secantik itu.
Sekarang Kali kan Lima puluh,gadis yang paling cantik yang kau pikirkan dan mereka bahkan tidak akan mendekati gadis secantik yang sedang berbicara denganku ini.
Wajahnya Bagaikan Malaikat,Kulitnya Putih Seputih Salju,Bibirnya Merah Seperti Mawar,Dan Suaranya Yang Sangat Indah,Begitu Juga Dengan Mata Birunya Yang Sangat Mempesona.
"Malaikat?Emm....di Surga?"
"Ah...Maksudku...Menunjukkan...Menunjukan..."
"Menunjukan Jalan?"
"Ya,Benar Itu Kata Yang Kucari!!!"
"Kau Aneh!! *giggle*.Kelasku Sekarang Juga Kimia,Jadi ikuti saja Aku."
"Em...Baiklah!!"Kataku Dengan Semangat.
Siapa Yang Tidak?Ditemani Perempuan Yang Begitu Cantik...
"Aku Tidak Pernah Melihatmu Disekitar Sini.Kau Murid Baru?"
"Ya...Begitulah..Bagaimana Kau Tahu Bahwa Kelasku Juga Kimia?"
"Gosip,Aku Mendengar Bahwa Ada Murid Baru Di Kelasku,Jadi Aku Asumsikan Itu Kau."
"Kalau Kau Sudah Tahu Untuk Apa Masih Bertanya?"
"Hanya Memastikan."Katanya sambil tertawa kecil.
Aku pasti sedang berhadapan dengan Malaikat,karena kalau tidak... Aku tidak tahu lagi kata yang cocok untuk menggambarkan gadis ini.
Seperti Malaikat Baru Saja Turun Dan Berbicara Denganku...
"Hm,Kita Belum Berkenalan.Aku Tear. Tear Grants,Dan Kau?"
"Aku Lloyd. Lloyd Evrest,Sangat senang bertemu denganmu."Kataku tersenyum.
"The feelings are mutual,Ah...Ini Kelas Kita.Sebelum Kau Duduk,Beritahu Dulu Ms.Jeanne"
"Ms.Jeanne?"
"Pengajar Kimia Kita,Selamat Berjuang!!"
"Semoga Aku Selamat"
"*giggle*By The Way..Welcome To Asgard High."

Dia Pun Masuk,Dengan Aku Yang Mengikutinya Dari Belakang tentu saja.
Dengan Cepat Aku Langsung Memberi Tahu Guru Yang Sedang Duduk.
"Aku Lloyd Evrest.Murid Baru Di Kelas ini."
"Aku Sudah Dengar...Hmm,Kau Duduk Di Sebelah Tear"
Dan Dimulailah Hari Cerahku.
Aku Baru Saja Bertemu Dengannya,Dan Aku Langsung Bisa Mendekatinya!!
"Ms.Jeanne,Tapi Sudah Ada Yang Duduk disitu!!"Kata Seorang Murid Laki-laki.
Siapa Yang Peduli?Tutup Mulutmu!!,Pikirku.
"Tapi Dia Tidak Masuk kan?Jadi Kita Anggap Dia Tidak Ada.Lloyd Duduk disebelah Tear."
Hooraayy!!!Aku Masih Beruntung Rupanya!!
Dengan Cepat Aku pun Langsung Duduk DI Sebelah Tear.Takut Guruku Berubah Pikiran.
"Aku Memang Tahu Kita Akan Berbicara Lagi...Tapi Tak Kusangka Secepat Ini."Katanya dengan sedikit tawa
"Mungkin Takdir. Hahaha."
"Mungkin...Mungkin Tidak..."
"Tear!!Lloyd!!Diam Dan Dengarkan!!"
"Ups...Kita Berbicara Setelah Kelas Ini Saja,'Kay?"
"Okay."
Definitely..Siapa Yang Bisa Bilang Tidak Di Wajah Malaikat Seperti Itu?
Aku Benar-benar Tidak Bisa berkonsentrasi terhadap pelajaran.Tentu Saja,Siapa Yang Bisa?
Ada Seorang Malaikat Disebelahku,Dan Itu Benar-benar membuyarkan konsentrasiku.
Kadang-kadang Aku melihat ke arah Tear,Dia benar-benar berkonsentrasi dan mendengarkan pelajaran.
Tapi...Kadang-kadang juga Ia Menyadari Bahwa Aku melihatnya,Jadi Dia pun Melihat baik Dengan Senyuman Manisnya.
Tunggu Dulu..Manis?Kata-Kata Itu Bahkan Tidak Sanggup Menggambarkan Kemanisan Tear.
Begitu Ia Melihatku,Aku Langsung Berpaling karena Wajahku Memerah.Aku Tahu Itu Agak Memalukan.
Tapi Aku Rasa Semua Orang Pasti Juga Akan Begitu Jika Berada Di Sebelahnya.
Detik,Menit,Jam Terasa Lama Sekali.Aku Sudah Tidak Sabar Untuk Mengakhiri Kelas Ini.
Bukan Hanya Ingin Berbicara Lebih Banyak Kepada Tear.Tapi Juga Karena oleh Tatapan Beberapa Teman-teman sekelasku.
Bisa Kulihat Rasa Iri Mereka dengan Sangat Jelas,Karena Ketika Melihat Mereka Aku Langsung Merasakaan Hawa Membunuh.
Akhirnya Bel Berbunyi,Tanda kelas Telah Selesai.Tear pun Langsung berbicara denganku.
"Apa Kelasmu Sekarang?"
Sudah Kunantikan Suara Malaikat Itu.Bahagia Sekali Rasanya Bisa Mendengarnya lagi.
"Hmm...Biar Kulihat Jadwalku Dulu."
"Kau Tidak Menghafalkan Jadwal Kelasmu?"
"Tidak,Aku Baru Saja Mendapatkannya Hari Ini.Ah,Kelasku Sekarang Adalah Biologi."
"Hey...Kita Sekelas Lagi!!"Katanya Dengan Penuh Semangat.
"Sudah Kubilang Mungkin Takdir."Kataku Sambil tertawa.
"Mungkin...Tapi Ada Beberapa Kelas Kita Yang Berbeda...Jadi Kurasa Itu Bukan Takdir."
"Padahal Aku Mengharapkannya."
"Kau Lucu Lloyd,Kau Tahu Itu?"Katanya Sambil Tertawa Pelan
"Kuanggap Itu Sebagai Pujian.Terima Kasih."
"It Is A Compliment You Silly.Baiklah,Akan Kutunjukan Jalan.Lagi Tentunya."
"Kuhargai Itu."
Kami pun Berjalan Menuju Kelas Biologi. Tapi Sayang,Kali Ini Aku Tidak Duduk Disamping Tear.
Aku Duduk Dengan Seorang Anak Laki-laki Berambut Coklat Di Barisan Belakang.
Sedangkan Tear Ada Dibarisan Depan,Duduk Disebelah Teman Perempuannya.
Keheningan Menghentak Sesaat.Sampai Tiba-Tiba Teman Sebangku Ku Bicara.
"Hey."
"Ya?"
"Aku Daniel.Daniel Kent."
"Lloyd Evrest."
"Aku Tahu."
"Maksudmu?"
"Kau Tidak Tahu?"
"Tidak,Maksudmu?"
"Sekarang Ini Kau Sudah Menjadi Laki-Laki Paling Populer No.3 Di Sekolah Ini!!"
"Er...Kurasa Kau Salah Orang,Aku Baru Saja Masuk Sekolah Ini Selama Dua Jam."
"Kurasa Tidak,Kecuali Ada Orang Lain Yang Bernama Lloyd Evrest."
"Kau Bercanda.Aku Bahkan Hanya Berkenalan Dengan Tear Hari Ini."
"Itulah Kenapa Kau Menjadi Super Populer."
"Huh?"Tanyaku Dengan Nada Yang Sangat Aneh.
"Tear Adalah Perempuan Tercantik Di Sekolah Ini,Dan Kau Bisa Langsung Berkenalan Dengannya.Kau Benar-benar Beruntung."
"Aku Hanya Berkenalan Dengannya,Dan Aku Langsung Menjadi Populer?"
"Bukan Itu Saja,Kau Juga Mengobrol Akrab Dengannya,Yang Langsung Menyebabkan Kecemburuan Dimana-Mana."
Tidak Heran Banyak Yang Melihatku Dengan Hawa Membunuh.
"Apakah Ini Berakibat Buruk?"
"Tergantung...Sudah Banyak Yang Mengejar Tear,Tapi Mereka Semua Tidak Dipedulikannya Oleh Dia.Mungkin Saja Ini Berakibat Buruk."
"Kenapa?"
"Well,Pertama,Kau Benar-benar Kelihatan Sangat Akrab Dengannya,Bahkan Baru Bertemu Pertama Kalinya.Kedua,Tidak Ada Laki-laki,yang Bisa Seakrab itu Dengannya Pertama Kali Bertemu,Bahkan Hanya Sedikit Yang Sudah Mengenalnya Dalam Waktu Yang Lama.Ketiga,Banyak Laki-Laki Rela Melakukan Apa Saja Demi Dia,Dia Sudah Seperti Aphrodite Bagi Para Laki-Laki,Jadi Ya...Mungkin Akan Berpengaruh Buruk Bagimu."
"Aku Bahkan Tidak Mau Membayangkannya.Tunggu Dulu...Apakah Kau Termasuk?"
"Aku?Hahaha...Tenang Saja,Aku Tidak Akan Membunuhmu.Tear Memang Dewi Kecantikan,Tapi Dia Bukan Tipeku.Jadi Tenang Saja."
"Tear Bukan Tipemu?Aku Ingin Tau Seperti Apa Tipemu.Tapi Untunglah Aku Bisa Mengobrol Tanpa Harus Khawatir Akan DIbunuh."Kataku Tertawa.
"Hahaha...Oh Well,Welcome To Asgard High!!"
Untunglah Aku Bisa Mendapatkan Teman Yang Begitu Bersahabat.Dan Tentunya Aku Berutung Bisa Tahu Cerita Yang Diceritakan Daniel.
Kurasa Orang Asing Tidak Begitu Bermasalah Bagi Mereka.Walaupun Aku Tahu Wajahku Sebagian Besar Berasal Dari Ibuku,Yaitu Wajah Orang Barat.

Bel pun Akhirnya Berbunyi.
Waktunya Makan Siang,Aku Langsung Berlari Menuju Kantin Karena Aku Sudah Lapar Sekali.
Aku Membeli Pizza,Hot Dog,Fried Chicken,Dan Coca Cola.Dengan Jumlah 5 Tiap Jenis.
Tear Memanggilku Untuk Makan Bersamanya.Tentu Saja Dengan Senang Hati Aku Mau.
Aku Pun Makan Dengan Lahap Karena Aku Benar-Benar Lapar.
" *giggle*."
"Hmm?Apha yhang lhucu?"
"Kau..."Katanya Dengan tawa kecil.
"Akhuu..?"
"Ya...Kau Seperti Orang Yang Tidak Diberi Makan Selama 5 Hari!"
"Beghitukahh?Fwhahaha"Dengan Cepat Aku Langsung Meneguk Sodaku Dan Menelan Makananku."
Tiba-Tiba Saja Aku Melihat Ada 3 Orang Yang Menatapku Dengan Sinis.2 Laki-laki dan 1 Perempuan Tepatnya.
Yang Satu Berambut Hitam,Kulitnya Putih,Dia Cukup Tinggi,Badannya Berotot Kekar,Dan Benar-benar Tampan Seperti Model.
Yang Kedua Berambut Pirang,Kulitnya Sedikit Coklat,Agak Kurus Dan Sedikit Lebih Pendek Dari Yang Berambut Hitam,Tapi Sama Seperti Orang Pertama,Bermuka Model.
Yang Perempuan Berambut Putih Panjang,Kulitnya Putih Seputih Salju,Dan Dia Cantik,Hampir Secantik Tear.
Apakah Mereka Tidak Suka Melihat Aku Berada Di Dekat Tear?Jangan-Jangan Mereka Adalah Orang-orang yang Diceritakan Daniel.
Kalau Itu Benar,Berarti Aku Sudah Mendapat Masalah.Karena Tidak Tahan Akupun Bertanya Kepada Tear.
"Tear..."
"Ya?"
"Siapa 3 Orang Dibelakangmu Yang Memandangiku Dengan Sinis?"
"Mereka?Kau Takut Kepada Mereka?"
"Aku Merasa Aneh Dipandangi Sinis Oleh Orang Yang Bahkan Belum Pernah Aku Temui."
"Mereka Saudaraku.."
"Saudara?Kalau Begitu Kenapa Mereka Memandangiku Dengan Sinis Seperti Itu?"
"Mereka Selalu Begitu Terhadap Orang Yang Akrab Denganku.Tidak Perlu Takut,Kau Akan Terbiasa Dengan Itu."
"Kuharap Begitu."
"Biar Kuberitahu Padamu,Laki-Laki Berambut Hitam Itu Adalah Kakak ku Yang Tertua Namanya Kyle. Laki-laki Berambut Pirang Itu Adalah Kakak ku Yang Kedua Jack,Dan Yang Perempuan Adalah Kakak ku Yang Ketiga,Juga Putri Tertua Di Keluarga Kami Ivory.Ada Pertanyaan?"
"Hanya Satu,Kalau Aku Bisa Berbicara Akrab Seperti Ini Dengan Mu,Apakah Berarti Nyawaku Dalam Bahaya?"
"Tentu Saja Tidak! Lihat? Kau Benar-benar Lucu!"Katanya Sambil tertawa.
Tentu Saja Kakak-kakaknya Tidak Berbahaya,Tapi Bagaimana Dengan Orang Lain?Aku Masih Sedikit Khawatir.
"Oh Iya,Llyod.Apakah Kau Punya Rencana Untuk Spring Dance Tahun Ini?"
"Spring Dance?"
"Benar,Acara Dansa Yang Digelar Tiap Tahun Setiap Musim Semi."
"Aku Baru Tahu..Tidak,Aku Tidak Tahu..Aku Tidak Kenal SIapa-siapa Dsini,Jadi Aku Ragu Akan Ada Orang Yang Mau Pergi Bersamaku."
"Setiap Murid,Diharuskan Untuk Ikut.Jadi Aku Tidak Punya Pilihan Lain Selain Datang."
"Begitukah?Jadi...Dengan Siapa Kau Akan Pergi?"
"Aku Belum Tahu...Tapi Aku Berpikir....Apakah..."
"Apakah?"
"Apakah Kau Mau Pergi Ke Spring Dance Denganku?"
"Eh..?Kau Serius?Dengan Aku?"
"Begitulah...Kau Mau?"
"Apakah Saudara-saudaramu Akan Membawa Pisau Kalau Aku Mengatakan Iya?"
"Tidak Apa-apa.Lagipula Ini Memang Wajib.Jadi Aku Juga Tidak Punya Pilihan Lain..."
"Kenapa Denganku?Apakah Tidak Ada Yang Lain Selain Aku?"
"Jadi...Kau Tidak Mau?"
"Bukan Begitu...Aku Hanya Ingin Tahu Saja..."
"Jadi?Apakah Kau Mau?"
"Tentu Saja Aku Mau!!"
"Great!! Sebaiknya Kita Masuk Ke Kelas Sekarang..."
Aku Baru Saja Sadar bahwa bell sudah berbunyi 5 menit yang lalu.Jadi Akupun Berpisah Dari Tear Dan Menuju Kelasku Yang Berikutnya.
Kelasku Berikutnya Adalah Pelajaran Olahraga.Salah Satu Pelajaran yang cukup Kusukai.
Disana Aku Juga Bertemu Lagi Dengan Daniel.
"Daniel."
"Yo,Lloyd!!"
"Dimana Ruang Ganti?"
"Ada Di Belakang Sana,Biar Kuantar.Aku Juga Menuju Kesana!!"
Kami pun Pergi Bersama Ke Ruang Ganti Sambil Berbincang-bincang banyak hal.
Selesai Mengganti Baju pun Kami Langsung Menuju Gym. Aku Cukup Ahli Dalam Olahraga.
Jadi Aku Percaya Diri Akan Pelajaran Ini.Lagipula,Aku Juga Menyukai Pelajaran Ini.
Bagiku,Pelajaran Olahraga Adalah Pelajaran untuk mengistirahatkan Pikiranku.
Setelah 10 Menit Berlalu.Seorang Guru pun juga masuk dalam pakaian olahraga.
"Daniel."
"Yeah?"
"Siapa Dia?"
"Mr.Mason,Guru Olahraga kita.Orangnya cukup keras,Tapi Sejujurnya Didalam Hatinya Dia Orang Yang Sangat Lembut."
Mr.Mason pun Langsung Berbicara Dengan Keras
"Baiklah,Kita Akan Bermain Basket Hari Ini Anak-anak!!Sebelum Itu Untuk Pemanasan Lari Keliling Gym 7 Kali!!"
Kamipun Langsung Berlari Mengelilingi Gym.
"Lloyd."
"Ya?"
"Kudengar Tear Mengajakmu Ke Spring Dance.Apakah Benar?"
Aku Pun Terkejut Mendengar Daniel Sudah Mengetahui Hal Ini.
"Bagaimana Kau Tahu?"Tanyaku Dengan Rasa Penasaran.
"Well,Tidak Akan Sulit.Ingat?Tear Adalah Gadis Terpopuler Disini,Jadi...Apakah Kau Tak Pernah Berpikir Kalau Kau Akan Disadap?"
"Damn...Yah tapi itu memang Benar."
"Serius?Dan Apakah Kau Menerimanya?"Tanyanya Dengan Nada Kaget
"Tentu Saja!!Apakah Ada Yang Cukup Gila Untuk Menolaknya?"
"Kurasa Kau Benar,Tapi Rasanya Agak Sulit Dipercaya Bahwa Tear Yang Itu Mengajakmu Pergi Ke Spring Dance"
"Apa Maksudmu?"Tanyaku dengan nada sinis.
"Tenang Saja...Aku Hanya Bercanda!!"Katanya Sambil Tertawa.
"Yah Aku Juga Tidak Percaya Waktu Pertama Kali Dia Mengajakku."
"Lebih Baik Kau Hati-Hati...Karena Sekarang Kau Sudah Akan Menjadi Target Untuk Dihancurkan Oleh Murid Laki-laki yang lain."
"Kau Benar...Kuharap Aku Masih Tetap Hidup."
"Hahaha...Tenang Saja"
Setelah Kami Selesai Berlari Mengelilingi Gym,Mr.Mason pun Langsung Membagi 2 Team Untuk Bermain Basket.
Aku Berkumpul Bersama Teman-teman Se Teamku.Daniel Satu Team Denganku.Tapi Aku Melihat Laki-laki Tinggi Berambut Hitam,Yang Sepertinya Aku Kenal.
Sial!! Itulah Pikiranku Saat Itu,Ternyata Itu Adalah Kyle.Kakak Tertua Tear!!!Bagaimana Mungkin Aku Tidak Menyadarinya?
Aku Memang Tidak Melihat Sekelilingku,Karena Berbicara Panjang Lebar Dengan Daniel.Tapi Agak Sulit Dipercaya Kalau Aku Tidak Menyadari Keberadaan Kyle.
"Ehh....Daniel..."Kataku Dengan Nada Takut.
"Yeah?"
"Kita Satu Team Dengan Kyle?"
"Memangnya Ada Masalah?"
"Tidak...Hanya Saja Aku Merasa Agak Takut Dengannya."
"Kau Takut Dengannya?Mestinya Kau Senang.Karena Kau Punya Kesempatan Untuk Bersahabat Dengannya!!!Dengan begitu Kesempatanmu Mendapatkan Tear pun Akan Bertambah!!!"Katanya Dengan Penuh Semangat.
"Menurutmu Begitu?"
"Tentu Saja.Lagi Pula Kyle Adalah Salah Satu Pemain Basket Terbaik Disini.Bahkan Mungkin Dia Sudah Masuk Tingkatan Professional!!"
"Wow...Tunggu Dulu...Apakah Semua Keluarga Tear Sehebat Ini?"
"Well...Mereka Punya Keahlian Yang Berbeda-beda Di BIdang Berbeda-beda.Tapi Mereka Hampir Bisa Melakukan Semua Hal."
"Tapi Dia Kelihatan Sangat Menyeramkan..."
"Begitulah.Tapi Tenang Saja,Walaupun Dia Tampak Menyeramkan.Dia Orang Yang Sangat Baik."
"Semoga Saja Begitu..."
Aku Menatap Kyle,Dan Berpikir Akan Orang Seperti Apakah Kyle.
Tubuhnya Sangat Terbentuk,Dan Dia Kelihatan Sangat Dingin.
"Lloyd!!!Tangkap!!"Seru Daniel Yang Melempar Bolanya Ke Arahku
"Eh?"Tanpa Aku Sadari Ternyata Permainan Telah Dimulai.Karena Ketidak Siapanku,Bola pun Lolos Dari Tanganku,Dan Menyebabkan Out.
"Fokus!!"
"Setidaknya Beri Tahu Aku Sebelum Memberikan Bolanya!"
Permainan pun DImulai Kembali,Aku Men-Intercept Bola Musuh Untuk Menebus Kesalahanku yang Awal.
Semua Teman ku Dihalang Oleh Musuh.Aku Tidak Punya Target Untuk Dioper.Tiba-tiba Saja Tangan Kyle Menjulur Tinggi Meminta Bola.
Tanpa Menunggu Lagi AKu Langsung Melempar Bola Tinggi Ke Arah Kyle.Sialnya Aku Membuat Sedikit Kesalahan.
Aku Melemparnya Sedikit Terlalu Tinggi.Tapi Kyle Melompat Dan Menyambar Bolanya Tanpa Ada Masalah.
Dengan Mudahnya Dia Melewati Orang Yang Menjaganya.Lalu Dia Pun Melewati Satu Per Satu Musuh-Musuhnya.
Tiba-tiba Saja Satu Skor Sudah Kami Dapatkan Berkat Kyle.
Aku Hanya Melonggo Terkagum-Kagum Akan Permainannya Yang Sangat Indah.Dia Benar-benar Hebat!!.
Team Musuh pun Tidak Berdaya Dibuatnya.Mereka Hanya Bisa Menjaga Orang Lain.Karena Kyle Bergerak Sangat Cepat,Musuh Tidak Ada Yang Bisa Mengikutinya.Semua Hanya Bisa Diam Dibuatnya.Banyak Sekali Yang Terkagum-Kagum Akan Permainannya.Termasuk Aku.
DIa Luar Biasa!! Hanya Dalam Beberapa Menit Kami Sudah Menang Lebih Dari 40 Skor.
Akhirnya Permainan pun Selesai Dengan Skor 88-14. Tentu Saja Dengan Kemenangan Kami.Lebih Tepatnya Kami Menang Karena Kyle.
Dialah Yang Membuat Perbedaan Sampai Sebesar Itu.
"Harus Kuakui..Permainan Seperti Kyle Hanya Pernah Aku Lihat Di NBA,Bahkan Mungkin Lebih Baik."
"Begitulah,Karena Itulah Semua Perempuan Di Sini Tergila-gila Padanya.Kau Masih Harus Banyak Berlatih Untuk Bisa Seperti Dia."
"Yeah Yeah,Whatever."
"Baiklah Anak-anak,Kelas Selesai!!'Seru Coach Mason Dari Agak Jauh.
Akhirnya Tinggal Kelas Terakhir,Kelas Terakhirku Untuk Hari Ini Adalah History.
Entah Bagaimana Daniel Lagi-lagi Mengambil Kelas Yang Sama Denganku.
Aku Tidak Keberatan Karena Aku Tidak Tahu Letak Kelasku Yang Berikutnya,Untunglah Daniel Mengikuti Kelas Yang Sama Denganku.
Karena Lagi-lagi Aku Tidak Bertanya Dimana Kelas History.Kalau Daniel Tidak Mengikuti Kelas Yang Sama Denganku,Aku Pasti Sudah Tersesat Lagi.
Aku Pergi Menuju Ke Kelasku Lebih Dulu Karena Daniel Menyuruhku Untuk Pergi Duluan Karena Dia Mengambil Bajunya Yang Tertinggal Di Gym.
Waktu Aku Sedang Berjalan Tiba-tiba Saja Ada 4 Laki-laki Yang Mencegatku.
Yang Satu Berambut Hitam Kecoklat-coklatan,Dia Cukup Tampan.Yang Kedua Berambut Pirang,Badannya Cukup Atletis Dan Kekar,Walaupun Masih Kalah Dengan Kyle,Yang Ketiga Dan Keempat Memakai Topi.Jadi Aku Tidak Bisa Melihat Wajah Mereka.
"Hei...Lloyd."Kata Orang Yang Berambut Hitam.
"Kau Tahu Siapa Aku?"Kenapa Lagi-lagi ada yang Tahu Siapa Aku,Tanpa Aku Mengetahui Mereka.
"Semua Orang Tahu Siapa Kau Sekarang,Itu Semua Dikarenakan Tear."Kata yang Berambut Pirang Dengan Nada Sinis.
Aku Langsung Sadar,Bahwa Mereka Adalah Salah Satu Orang-orang Yang Dikatakan Daniel.
Kau Tahu,Yang Tidak Menyukai Siapapun Yang Mendekati Tear.
Mereka Berempat,Dan Aku Sendiri.Aku Tidak Mungkin Menang.Dan Walaupun Itu Satu Lawan Satu,Aku Masih Tidak Yakin Aku Bisa Menang.
"Bawa Dia."Kata Yang Berambut Hitam.Kelihatannya Dialah Pemimpin Mereka.
"Tunggu Du...Gyaaa!!"Belum Selesai Aku Berbicara,Aku Sudah Dibawa Pergi Dan Aku Dibawa Mereka Berempat Ke Toilet Pria.
Aku Tidak Mungkin Melawan Mereka,Aku Ceroboh Dan Cukup Penakut.
Tanpa Basa Basi Lagi Mereka Sudah Memukuliku,Pukulan Mereka Sangat Sakit.
Aku Hanya Bisa Menerima Pukulan-Pukulan Itu Tanpa Bisa Membalas,Aku Hanya Bisa Melihat Mereka Memukuliku.
"Hei!!"Aku Mendengar Suara Yang Sangat Familiar.
TIba-tiba Saja,Laki-laki Yang Berambut Pirang Itu Ditarik Oleh Seseorang.
"Hentikan!!!"Teriakan Itu Sangat Jelas,Dan Familiar.Aku Langsung Yakin Akan Siapa Suara Itu.
Tear lah Yang Berteriak Tadi,Dialah Yang Membelaku.
"Richard!!Apa Yang Kau Pikir Kau Lakukan!!??"
"Tear...Tunggu,Bisa Aku Jelaskan."Suaranya Sangat Terkejut Ketika Melihat Tear.
"Kau Pikir Kau Bisa Berbuat Seenaknya Pada Lloyd Hanya Karena Dia Murid Baru!!??"Bentak Tear.
"Tidak...Aku Hanya..."
"TIDAK PERLU DIJELASKAN LAGI!!!"Teriak Tear,Lalu Menampar Orang Itu.
Laki-laki Yang Berambut Hitam Di Tengah Itu Terlihat Sangat Shock Dan Sangat Ketakutan.
"Tear...Tunggu!!"
"Ayo Lloyd!!"Kata Tear Sambil Menarik Tanganku.
Tear Berjalan Sambil Menarik Tanganku Menuju Ruang Kesehatan.
"Tear..."
"Ya?"
"Aku Tidak Apa-apa,Kau Bisa Melepaskan Aku Sekarang."
Tear Tetap Mengabaikanku Dan Dia Tetap Menarik Tanganku.
"Bagaimana Mungkin Kau Tidak Apa-apa?Kau Dikeroyok 4 Orang.Tidak Mungkin Kau Tidak Apa-apa.Lihat Wajahmu!!"Kata Tear Dengan Kesal.
"Aku Tidak Apa-apa,Hanya Luka Kecil.Percayalah!!"
Walaupun Aku Mengatakan Hanya Luka Kecil,Sejujurnya Sekujur Wajahku Sudah Kesakitan Karena Wajahku Sudah Membiru Akibat Pukulan-pukulan Orang-orang Itu.
Tapi Sepertinya Tear Tidak Bisa Tertipu Oleh Sikapku Yang Berpura-pura Tidak Sakit.
"Walaupun Begitu Aku Tetap Mengantarkankanmu Ke Ruang Kesehatan!!"Tear pun Akhirnya Melepaskan Tanganku.
Kami Berjalan Dalam Kesunyian,Dan Aku Mulai Tidak Tahan Akan Kesunyian Ini.
"Terima Kasih..."
"Untuk Apa?"Tanyanya Sedikit Jengkel.
"Karena Sudah Menyelamatkanku.Kalau Kau Tidak Ada Disana,Penampilanku Mungkin Akan Lebih Buruk Daripada Sekarang."
"Hmph!!Kenapa Kau Tidak Melawan Mereka?"Tanya Tear Jengkel.
"Kau Tidak Akan Tertawa?"
Tear Mengangguk.
"Aku Sedikit Takut Karena Mereka Mengeroyokku."
"Hanya Karena Itu?"
"Akan Lain Cerita Kalau Aku Punya Badan Seperti Kakakmu Kyle.Dengan Mudah Aku Pasti Bisa Membalas Mereka!!Dan Lagi Kalau Aku Punya Badan Seperti Kyle,Aku Pasti Bisa Mengusir Mereka Dengan Mudah!!"Kataku Dengan Semangat.
Tear Mengeluarkan Senyum Kecil.
"Kau Bilang Kau Tidak Akan Tertawa."
"Tersenyum Dan Tertawa Itu Berbeda."
"Kali Ini Kenapa?"
"Karena Kau Membandingkan Dirimu Dengan Kyle,Itu Membuatku Tersenyum."
"Memangnya Apa Yang Lucu?"
"Kau Butuh Latihan Bertahun-tahun Untuk Bisa Mempunyai Badan Seperti Kyle,Dan Waktu Itu Terjadi,Kau Tidak Akan Bertemu Mereka Lagi.Karena Kau Sudah Lulus!!"Kata Tear Sambil Tertawa.
"Hei..That's Not Funny !!"
"*giggle*,Sorry, I'm Just Kidding!!"
Syukurlah Moodnya Sudah Membaik,Karena Dia Sudah Tertawa Ringan Lagi Seperti Biasa.
Walaupun Tadi Aku Sedikit Takut Karena Dia Marah Kepadaku.Kamipun Masuk Kedalam Ruang Kesehatan.
Disitu Seorang Petugas Kesehatan Sekolah Menanyakan Kepada Tear,Tentang Kondisiku.
"Apa Yang Terjadi Padanya?Kenapa Seluruh Bagian Wajahnya Biru?"Tanya Petugas Kesehatan Itu.
"Richard."
"Dia Lagi?Apa Sebenarnya Alasan Anak Itu Memukuli Orang Yang Berbeda Setiap Minggu?"
"Kurasa Dia Memang Sudah Gila."
"Aku Akan Mengambil Perlengkapanku,Kalian Berdua Tunggu Disini."
"Tear."
"Ya?"
"Bagaimana Kau Tahu Aku Ada Di Toilet Pria?"
"Daniel Yang Memberi Tahuku,Katanya Dia Melihatmu Sedang Diseret Menuju Ke Kamar Mandi Pria Oleh Richard Dan Gengnya."
"Daniel?"
"Ya.Dia Berlari Mencari-cari Aku Untuk Menolongmu,Kau Harus Berterima Kasih Padanya!!"
"Tentu,Tapi Aku Sedikit Heran..."
"Kenapa?"
"Apakah Boleh Seorang Perempuan Masuk Kedalam Toilet Pria,Walaupun Untuk Menyelamatkan Temannya?"
"Jadi Kurasa Kau Memang Benar-benar Sudah Sehat Karena Kau Sudah Bisa Bercanda!!"Katanya Sambil Tersenyum.
"Yah Kurasa Begitu."Kataku Sambil Mengeluarkan Tawa Ringan.
"Apakah Wajahmu Masih Sakit?"
"Aku Tidak Pernah Bilang Bahwa Wajahku Sakit."
"Kau Tidak Pernah Bilang Bahwa Wajahmu Tidak Sakit."
"Ngomong-ngomong Dimana Daniel?"Kataku Sambil Mengalihkan Topik Pembicaraan.
"Dia Sudah Kembali Ke Kelasnya."
"Aku Bingung...Jika Dia Melihatku Diseret,Kenapa Dia Tidak Menolongku?Setidaknya Aku Tidak Akan Dihajar Oleh Mereka!!"
"Tidak Mungkin Terjadi,Seperti Katamu Kau Dan Daniel Bukan Kyle.Jadi Jika Daniel Membantumu,Dia Juga Pasti Babak Belur."Katanya Sambil Tertawa.
"Kau Benar....Membuatku Merasa Sedikit Menyedihkan."
"Tear,Bantu Aku Sedikit."Kata Petugas Kesehatan Yang Baru Saja Masuk
Dia Memberikan Tear Satu Kotak Perlengkapan Obat-obatan.
"Baik."
"Aku Akan Memberitahu Guru Kelasnya."Petugas Kesehatan Itupun Langsung Meninggalkan Kami Lagi.
"Baiklah...Ini Akan Terasa Sakit,Tahan Saja."Kata Tear Sambil Menempelkan Kapas Alchohol Ke Wajahku.
"Ow...Ow...."
"Tahan Saja."
Walaupun Terasa Sakit,Tapi Mengingat Tear Yang Mengobatiku,Rasa Sakitku Berubah Menjadi Perasaan Senang,Dan Malu-malu.
Aku Tidak Lagi Memperhatikan Rasa Sakitku.Yang Kuperhatikan Hanyalah Wajahnya Yang Begitu Cantik.
Keheningan Menghentak Di Ruangan Ini Untuk Sesaat.
"Kau Tahu Siapa Mereka?"Kataku Untuk Memecahkan Keheningan Diantara Kami.
"Maksudmu?"
"Orang-orang Yang Tadi Memukuliku."
"Memangnya Kenapa?Kau Ingin Membalas Mereka?"Katanya Sambil Tertawa Ringan.
"Tidak,Aku Hanya Ingin Tahu Saja.Bolehkan?"
"Dua Orang Yang Memakai Topi Itu Adalah Brad Dan Michael.Yang Berambut Pirang Itu Adalah Dennis.Dan Terakhir Yang Berambut Hitam Itu Adalah Pemimpin Mereka,Richard."
"Aku Masih Sedikit Heran,Kenapa Mereka Memukuliku?"
"Richard Terobsesi Padaku.Dia Hanya Berandalan Yang Memukuli Siapa Saja Yang Dekat Denganku,Dia Benar-benar Menyebalkan!!!"
"Apakah Seburuk Itu?"
"Kau Tidak Tahu Setengah Akan Apa Yang Dia Lakukan,Tahun Lalu Dia Mencoba Menjanjikan Kyle Sesuatu Untuk Dukungannya Agar Kyle Mau Membantunya Mendekatiku."
"Apakah Berhasil?"
"Tidak,Kyle Sama Sekali Tidak Tertarik."
"Apakah Ini Berlangsung Tiap Hari?"
"Tidak,Dulu Iya,Tapi Sekarang Tidak.Dia Pasti Berbuat Seperti Ini Karena Dia Tidak Ada Disini!!!"
"Dia?"
"Betul,Kalau Saja Dia Ada Disini,Richard Tidak Akan Berani Berbuat Macam-Macam.Karena Richard Tidak Pernah Menang Melawan Dia Dalam Hal Apapun!!!"
"Dan...Siapa Yang Kita Bicarakan?"
"Ah...Benar Juga,Karena Kau Murid Baru Kau Tidak Mengenalnya.Dia Tidak Masuk Hari Ini,Jadi Richard Berani Berbuat Macam-Macam Ketika Dia Tidak Ada Disini."
"Orang Ini Berani Melawan Geng Richard Sendirian?"
"Lebih Tepatnya Sudah Terbiasa,Tidak Ada Satu Orangpun Yang Tidak Tahu Namanya Di Sekolah Ini..."
"Tear,Bagaimana Keadaannya?"Tiba-tiba Saja Petugas Kesehatan Masuk Dan Memotong Pembicaraan Tear.
"Oh,Aku Baru Saja Selesai Mengobatinya."
"Bagus,Bagaimana Keaadanmu?Apakah Kau Ingin Pulang?"Tanya Petugas Kesehatan Itu Kepadaku.
"Tidak,Aku Tidak Apa-Apa.Lagipula Pelajaran Terakhir Hanya Tinggal Lima Menit Lagi.Jadi Kurasa Pulang Sekarang Atau Nanti Sama Saja."
"Kau Benar,Aku Hampir Lupa Jam Berapa Sekarang."
"Boleh Aku Keluar Sekarang?"
"Tentu Saja."
Aku Dan Tear pun Meninggalkan Ruang Kesehatan,Dalam Saat Yang Bersamaan Bel Pulang pun Berbunyi.
Aku Berkemas-kemas Dan Mengucapkan Selamat Tinggal Pada Tear.Aku Berjalan Menuju Tempat Parkir,Menuju Mobilku.
Aku Masuk Dan Menyalakan Mboilku.Aku Diam Sejenak Bernapas Dan Merenungkan Hal-hal Yang Terjadi Hari Ini.
Hari Ini Adalah Hari Hari Baik Dan Juga Hari Burukku.Perasaanku Sangat Lelah,Tapi Akhirnya Aku Menyetir Memutuskan Pulang Ke Rumah.
Akhirnya Aku Kembali Ke Rumah,Ketika Aku Masuk Chris Sudah Didalam Menonton Animal Planet .
"You've Got To Be Kidding Me."
"Welcome Home."
"Animal Planet?"
"Memangnya Kenapa?"
"Tidak,Hanya Sedikit Aneh Saja Untuk Orang Seumuranmu Menonton Animal Planet"
"Kalau Kau Mengerti Akan Apa Yang Dijelaskannya,Channel Ini Cukup Menarik!!"
"Aku Bahkan Tidak Mau Mencoba Untuk Mengerti Apa Yang Kau Tonton."
"Care To Join?"
"No,Thanks."
"Bagaimana Sekolah?"
"Buruk Dan Baik."
"Ada Pizza Di Dapur,Makanlah Sedikit Dan Tenangkan Dirimu.Lalu Ceritakan Apa Saja Yang Terjadi."
Aku Langsung Pergi Ke Dapur,Dan Melahap Beberapa Potong Pizza.
"Aku Dapat Sedikit Masalah Di Sekolah."
"Biar Kutebak,Perempuan?"
"Uh-Hu"
"Tear Grants?"
"Bagaimana Kau Tahu!?"Tanyaku Terkejut.
"Seperti Dugaanku."
"Kau Menguntitku?"
"Yeah Right. Wajahmu Biru,Dugaan Pertamaku Adalah Kau Dihajar Oleh Richard Myer Dan Gengnya.Dan Satu-satunya Alasan Richard Myer Menghajarmu Adalah Karena Kau Dekat Dengan Tear,Richard Terobsesi Dengannya.Yah,Walaupun Aku Terkejut Kau Bisa Mendekati Gadis Cantik Seperti Tear."
"Apakah Kau Kenal Seluruh Isi Sekolahku?"
"Tidak Juga.Keluarga Myer Cukup Terkenal Disini.Mereka Membuka Perusahaan Real Estate Disini,Keluarganya Cukup Kaya.Sedangkan Tear... Well,Aku Sering Bertemu Dengan Tear.Waktu Akhir Pekan Dia Sering Membantu Pekerjaanku.Jadi Dia Sering Sekali Menceritakan Tentang Richard."
"Jadi Kau Tahu Banyak Tentang Tear?"
Mau Tidak Mau,Karena Penasaran Akhirnya Aku Duduk Juga Di Sofa,Sambil Melihat Channel Aneh Yang Disetel Chris
"Tidak Juga.Aku Terkadang Heran Kenapa Ada Orang Dari Keluarga Grants,Yang Mau Membantu Pekerjaanku.Kurasa Mungkin Berkaitan Dengan Hobby."
"Memangnya Ada Apa Dengan Keluarga Grants?"
"Orang Tua Dari Keluarga Grants,Adalah Bangsawan Dari Kerajaan Inggris,Mereka Keluarga Yang Sangat Baik.Mereka Sering Memuka Acara Donasi Untuk Anak-anak Yatim,Beasiswa Dengan Nilai Yang Cukup Tinggi,Dan Masih Banyak Lagi."
"Wow...Aku Tahu Mereka Sangat Hebat Di Sekolah.Tapi Aku Tidak Menyangka Mereka Bisa Sehebat Itu Juga Di Luar Sekolah."
"Begitulah,Ayah Tear Juga Bekerja Sebagai Dokter.Sama Denganku,Dan DIa Benar-benar Dokter Yang Sangat Hebat.Dia Mendapat Puluhan Penghargaan Dan Ijasah Kedokteran.Dia Juga Mengajariku Ilmu Kedokteran,Dia Sudah Seperti Guru Bagiku."
"Hooo...Tunggu Dulu...Kau?Dokter?"
"Memangnya Kenapa?"
Aku Langsung Tertawa Sekencang-Kencangnya Begitu Tahu Bahwa Chris Yang Seperti Itu Bisa Bekerja Sebagai Dokter.
"KAU??!!HAHAHAHA!!DOKTER??HAHAHAHA!!"
"Jangan Menertawakanku,Itu Pekerjaan Yang Mulia,Kau Tidak Pantas Mengejeknya!!"
"Maaf...Haha...--"Kataku Sambil Mengambil,Dan Memperbaiki Napasku"Aku Tidak Mengejek Pekerjaanmu,Hanya Saja Aku Terkejut Mendengar Kau Menjadi Dokter."
"Yah,Setidaknya Aku Lebih Permberani Daripada Kau.Kau Mungkin Akan Lari Terbirit-birit Karena Kutinggal Di Kamar Mayat Dalam Waktu Lima Detik,Mengatakan Bahwa Tangan Salah Satu Mayat Itu Bergerak Sendiri."Balas Dia.
"Baiklah-Baiklah..Aku Akan Berhenti Tertawa."
Kata-Katanya Cukup Menusuk Dalam Hatiku,Dia Sangat Benar.Kalau Aku Ditinggal Didalam Kamar Mayat,Aku Akan Lari Terbirit-birit Dalam Waktu 5 Detik,Dan Mengatakan Bahwa Tangan Salah Satu Mayat Itu Bergerak.
"Ah,Aku Lupa Memberitahumu,Jangan Mendekati Menara Putih Yang Ada Di Seberang Hutan."
"Ada Apa Disana?"
"Tidak Ada Yang Tahu,Biasanya Beruang Dan Serigala Yang Kelaparan."
"Kau Serius?"
"Begitulah.Sudah Cukup Banyak Orang Yang Hilang Dan Menjadi Makanan Mereka,Jadi Area Itu Sudah Disegel Dan Dilarang Untuk Masuk."
"Akan Kuingat Itu Baik-Baik."
"Istirahatlah,Kau Pasti Kelelahan Karena Dipukuli."Guraunya.
"Tidak Lucu."
"Aku Tahu.Hanya Ingin Membuatmu Kesal Saja."
"Aku Duluan!!"
"Night."
Aku Pergi Ke Kamarku Dan Bersiap-siap Untuk Tidur.Aku Mandi Air Panas Untuk Menenangkan Diriku Sendiri.
Walaupun Aku Masih Merasakan Sakit DI Wajahku,Akibat Tonjokan Richard Dan Gengnya.
Aku Hanya Bisa Menahannya.Aku Kemudian Menyikat Gigiku,Mengganti Baju,Dan Langsung Loncat Ke Tempat Tidur.
Aku Mudah Sekali Tertidur,Apalagi Ditambah Kelelahanku.Hanya Menutup Mata Untuk Beberapa Saat Saja,Aku Sudah Tertidur Lelap.
Satu Hari Telah Selesai.Diawali Hal Baik Dan Hal Buruk.
Keesokannya Alarmku Pun Berbunyi.Kali Ini Aku Tidak Akan Terlambat Karena Aku Sudah Menyetel Alarmku.
Aku Menyiapkan Diri Untuk Sekolah,Buru-buru Turun Dan Makan Dua Roti Panggang Yang Dibuat Chris.
"Rasanya Aneh."
"Kalau Begitu Kenapa Tidak Kau Saja Yang Membuatnya?"Gerutunya Kesal.
"Maaf Maaf,Hanya Bercanda.Bye Chris."
"Kembalilah Hidup-Hidup!!"
Aku Menaiki Porscheku,Lalu Mengebut Pergi Ke Sekolah.Alasanku Tentu Saja Aku Ingin Bertemu Dengan Tear.
Rasanya Aku Ingin Sekali Mendengar Suaranya Yang Merdu Secepatnya.
Ketika Aku Sudah Memarkir Mobilku,Ternyata Yang Menungguku Bukan Tear,Melainkan Daniel.
Dia Sudah Ada Di Depan Mobilku Ketika Aku Keluar.
"Morning Lloyd!!"Sapa Daniel.
"Yeah,Thanks For Yesterday."
"Don't Mention It."
"Tapi,Akan Lebih Baik Kalau KAU Yang Langsung Membantuku.Setidaknya Wajahku Tidak Akan Lebih Biru Daripada Ini."
"Dan Membuat Wajahku Biru Sepertimu?Tidak Terima Kasih."
"Padahal Aku Berharap Tear Yang Menungguku Disini,Ternyata Kau."Kataku Sambil Menghela Napas.
"Apa Maksudmu?Lagipula Tear Ada Dibelakangmu,Dan Akan Tiba Dalam Waktu Tiga Detik."
"Apa?"Aku Langsung Menoleh Kebelakang.Ternyata Benar,Tear Sudah Ada Dibelakangku.
"Hi Lloyd."
"Er...Hi."
Aku,Daniel,Dan Tear Berjalan Masuk,Sambil Berbincang-bincang Beberapa Hal.
"Bagaimana Wajahmu?"
"Lebih Baik."
"Dan Lebih Bagus."Sambung Daniel Sambil Bercanda.
"Kurasa Juga Begitu."Lanjut Tear.
"Baiklah,Itu Tidak Lucu."
"Ayolah,Tertawa Sedikit.Lagipula Kau Masih Yang Terpopuler Nomor Tiga Disini Jadi Kau Seharusnya Bergembira."Ejek Daniel.
"Terpopuler?Jadi Kau Memberitahu Lloyd Peringkat Bodoh Yang Seenaknya Saja Mereka Tentukan?"Gerutu Tear.
"Itu Tidak Bodoh,Memang Cocokkan Lagipula?"
"Terserah Padamu."Kata Tear Sedikit Kesal.
"Memangnya Kenapa Dengan Peringkat Bodoh Itu?"Tanyaku.
"Hanya Peringkat Terpopuler Yang Mereka Buat-buat,Entah Bagaimana Aku Menempati Peringkat Pertama,Dan Kakakku,Kyle Peringkat Kedua."
"Begitulah,Itu Diambil Dari Data-Data Yang Sudah Sangat Akurat."
"Tapi Kau Mengalahkan Semuanya Tear,Laki-Laki Dan Perempuan!!Seharusnya Kau Bangga."
Ada Yang Heran Kenapa Tear Bisa Menempati Peringkat Pertama Angkat Tangan Anda...Tidak Ada,Yah Kurasa Juga Begitu.
"Tidak,Perempuan Punya Peringkat Sendiri,Begitu Juga Dengan Laki-Laki.Dan Peringkat Itu Tidak Berguna Sama Sekali."Desah Tear.
"Tunggu,Kalau Aku Ketiga,Kyle Yang Kedua,Siapa Yang Pertama?Jack?"
"Kau Tidak Mungkin Tertarik Pada Peringkat Itu Juga kan Lloyd?"Tanya Tear Sinis.
"Hanya Ingin Tahu Saja."
"Bukan,Bukan Jack.Tear,Bagaimana Kalau Kau Beritahu Dia?"
"*sigh* Whatever...Menurut Mereka,Laki-laki Yang Paling Terkenal Disini Adalah N--"
Belum Selesai Tear Berbicara,Tiba-tiba Aku Mendengar Seorang Murid Berteriak "Awas!!"Dibelakangku.
Kemudian Aku Melihat Bayangan Hitam Besar Menutupiku Perlahan-lahan.
Sebuah Besi Besar Jatuh Tepat Di Atasku Dan Hanya Terpisah Dariku Beberapa Centimeter Saja.
Tiba-tiba Saja Seseorang Menabrakku Dan Melemparku Jauh Bersama Orang Yang Menabrakku.
Aku Menghindari Kematian Dalam Jeda Beberapa Detik Saja.
Tear Dan Daniel Tidak Terlihat Terluka Sejak Tear Berhasil Menarik Daniel Keluar Dari Marabahaya.
Aku Melihatnya Sekilas,Hanya Sekilas Akan Siapa Yang Menyelamatkanku,Dan Yang Aku Lihat Adalah Matanya,Matanya Yang Sangat Mencolok.
Dia Membisikkan Aku Dengan Suara Pelan Dan Cepat,Tapi Aku Bisa Mendengarnya Dengan Jelas.
Dia Melihat Tear Sekilas Kemudian Orang Yang Menyelamatkanku Itu Berdiri Dan Berjalan Kembali Membelakangiku,Seperti Tidak Terjadi Apa-apa.
Aku Masih Tidak Bisa Bergerak Akibat Tragedi Yang Baru Saja Menimpaku,Hampir Menimpaku.
"Lloyd!!Apa Kau Baik-baik Saja!?"Kata Tear Setengah Berteriak.
"Aku Tidak Apa-apa..."Jawabku.
"Who...Is He?"Tanyaku Masih Sedikit Terguncang.
"That's Neo."
"Neo?"
"Ingat Orang Yang Kuceritakan Kemarin?Yang Bahkan Richard Sendiripun Tidak Berani Melawannya?"
"Ya Aku Masih Ingat."
"Itulah Orangnya. Neo Legacion."
"Dan Juga Orang Yang Menduduki Peringkat Paling Atas."Sambung Daniel.
"Oh Shut It,Dan!!"Bentak Tear.
"I'm Just Saying..."
"Matanya...."Bisikku Bergetar.
"Kau Bukan Satu-satunya Yang Ingin Tahu,Aku Juga Terkejut Melihatnya Pertama Kali."
"Merah Darah."Bisik Tear.
Matanya Yang Berwarna Merah Darah,Sangat Indah,Menyeramkan,Dan Pada Saat Yang Bersamaan Menyedihkan.
Aku Tidak Terluka Dan Bahkan Tidak Peduli Sekalipun Aku Terluka,Dia Mengatakan Hal Yang Membuatku Tidak Bisa Berhenti Memikirkannya.
Kata-Katanya Masih Terbayang-Bayang Di Dalam Kepalaku. Begitu Juga Tatapannya Kepada Tear Yang Hanya Sesaat.
"Kalau Kau Masih Ingin Hidup Lebih Lama Jauhi Tear,Dan Seluruh Anggota Keluarga Grants."
Apa Maksudnya?
Dan Kenapa Dia Memandangi Tear Dengan Tatapan Marah,Dan Dendam?
Neo Legacion.
Ada Sesuatu Antara Dia Dan Tear.
Sesuatu Yang Menyedihkan...

No comments:

Post a Comment