Wednesday, July 28, 2010

Chapter 6
Seeking The Answer

"Neo...Bukan Manusia , Benarkan..?"
"Benar."
3 Hari Sudah Berlalu Sejak Pembicaraan Kami Di London Bridge.
Sekarang Kami Sudah Berada Di Dalam Pesawat Untuk Perjalanan Kami Kembali Ke Grifin.
"Tapi Kau Tidak Perlu Takut Dengannya."
"Apa Yang Membuatmu Berpikir Seperti Itu?Dia Juga Penghisap Darah...Sama Sepertimu Yang Bisa Membunuhku Kapan Saja."
"Kau Salah Lloyd , Neo Tidak Berbahaya Untukmu..." Bisiknya , "Lagipula...Dia Sesuatu Yang Lebih..."
"Lebih?"
"Apa Yang Sedang Kalian Berdua Bicarakan?"
Daniel Memotong Pembicaraan Kami Berdua.
"Percayalah Padaku Bahwa Kau Tidak Ingin Tahu."
"Lloyd Benar , Sudah Selesai Berdebat?" Sambung Tear.
Jessica Dan Daniel Lagi-lagi Bertengkar Hanya Karena Jessica Menggangap Laki-laki Yang Paling Sempurna Adalah Yang Bisa Mengerti Hati Perempuan.
Daniel Berbicara Berbeda , Menurutnya Penampilan Fisik Adalah Segalanya.
"Kami Tidak Pernah Berdebat,Karena Aku Memang Benar,Kau Juga Berpikir Seperti Itukan Tear?"
"Aku Tidak Akan Ikut Perdebatan Bodoh Kalian."Kata Tear Sambil Menghela Nafas.
"Begitu Juga Dengan Aku."
Kami Tertawa Bersama,Tapi Aku Merasakan Pandangan Tajam Richard Dalam Sekejap.
Dia Duduk Bersama Teman-Temannya , Tangannya Dibalut Perban Dan Wajahnya Membengkak.
Yang Kudengar Adalah Mereka Mencoba Untuk Menyerang Neo Ketika Dia Sedang Keluar Di Malam Hari.
Mereka Membawa Beberapa Teman Mereka Dari London , Beserta Tongkat Baseball Dalam Jumlah Yang Banyak.
Sayangnya Neo Keluar Pada Saat Itu Bertemu Dengan Teman-Temannya.
Yang Terjadi Malah Richard Dan Ganknya Dihajar Habis-Habisan.
Kudengar Teman Teman Neo Setangguh Dia , Walaupun Aku Yakin Neo Bisa Melawan Mereka Semua Sendirian.
Neo Seseorang Yang Berani Memburu Vampire , Aku Ragu Beberapa Orang Manusia Akan Memberinya Kesulitan.
Entah Cerita Itu Benar Atau Salah , Sejak Setahuku Neo Tidak Mempunyai Teman.
Mungkin Dia Punya , Tapi Seperti Apa? Sangat Menggugah Rasa Ingin Tahuku.
Begitu Aku Melihat Richard Kembali Dia Memalingkan Wajahnya Dengan Cepat.
Aku Langsung Melemparkan Pandangan Sinis Ke Neo.
Dia Pasti Mengancam Richard Untuk Tidak Menyentuhku , Hal Yang Kudengar Sudah Biasa Dia Lakukan Ketika Richard Sering Memukuli Seseorang.
Yang Lebih Mengherankan Lagi Bahwa Richard Tidak Pernah Lelah Melawan Neo.
Aku Tahu Neo Tidak Pernah Mematahkan Kaki Atau Tangan Richard.
Tapi Apa Richard Tidak Merasa Sakit Setelah Semua Pukulan Itu?
Neo Tidak Terlihat Mempedulikanku , Dia Langsung Melihat Ke Luar Jendela.
Ivory Tidak Berada Disebelah Neo , Dia Sedang Berbicara Dengan Kyle Dan Jack.
Melihat Mereka Semua Berada Disana Memberitahuku Bahwa Perburuan Neo Gagal.
Tidak Satupun Keluarga Grants Berhasil Dia Bunuh.
Diam-Diam Aku Merasa Lega , Karena Aku Tahu Tear Pasti Akan Merasa Sedih Kalau Kehilangan Kakaknya.
Aku Merasa Bahwa Aku Pasti Sudah Gila , Dan Aku Sering Berpikiran Seperti Itu.
Tentu Saja Aku Merasa Bahwa Aku Gila , Aku Lega Melihat Vampire Pembunuh Manusia Selamat Hanya Karena Aku Jatuh Cinta Pada Seorang Vampire.
"Perhatian Kepada Para Penumpang,Kita Akan Segera Mendarat Di Grifin International Airport , Diharapkan Untuk Mengambil Semua Barang Barang Anda,
"Terima Kasih Karena Telah Memakai Jasa Layanan Kami."
Kurang Lebih 13 Jam Berada Didalam Pesawat Cukup Melelahkan.
Setelah Turun Dari Pesawat Jessica Langsung Dijemput Ayahnya.
Daniel Pergi Berkaraoke Dengan Yang Lain.
Tear Menghilang Dari Pandanganku,Entah Berada Dimana.
"Mencari Tear?"
Neo Berada Dibelakangku,Seperti Bisa Membaca Pikiranku.
"Chris Sudah Datang , Pulanglah."
Setelah Mengatakan Itu Dia Langsung Menghilang Dari Pandanganku.
Neo Benar , Chris Sudah Ada Disana Menungguku.
Aku Mengambil Semua Barangku Dan Masuk Ke Mobil Chris.
Walaupun Aku Tidur Selama Setengah Perjalanan Di Pesawat,Aku Masih Saja Lelah.
Chris Menyadarinya , Mungkin Itu Sebabnya Dia Tidak Berkata Apa-Apa Selama Perjalanan Pulang.
Setelah Sampai Aku Langsung Naik Menuju Kamarku Dan Melempar Tasku.
Aku Meloncat Ke Tempat Tidurku Dan Langsung Tertidur Lelap...

***

Tear Berdiri Di Sebuah Pohon Tinggi Didekat Rumah Lloyd.
Dia Melihatnya Dengan Rasa Haus Akan Darah , Tapi Entah Kenapa Dia Juga Merasa Kebingungan.
Lloyd Berada Disana Tidak Bergerak , Ini Membuatnya Menjadi Sasaran Yang Sangat Mudah.
Tear Hanya Perlu Masuk Kesana Dengan Cepat Dan Mematahkan Lehernya.
Setelah Itu Dia Bisa Membawa Dia Pergi Dan Menghisap Darahnya Sampai Habis.
Tapi Apa Yang Sebenarnya Menahan Dia?
Setelah Dia Membunuh Lloyd , Seluruh Masalahnya Akan Selesai.
Hukum Vampire Sudah Mutlak , Lloyd Harus Dimusnahkan.
Entah Kenapa , Ada Sesuatu Yang Menahannya...
Sekuat-kuatnya Dia Menginginkan Darah Llyod Tubuhnya Tidak Bisa Bergerak.
Sebagian Dari Dirinya Berteriak Meminta Darah , 'Bunuh Dan Selesaikan!!'
Tapi Sebagian Lagi Berteriak 'Jangan Bunuh Dia!!'
Hatinya Bimbang , Apa Yang Sebenarnya Membuat Dia Tidak Ingin Membunuhnya?
Tidak Ada Alasan Khusus Yang Bisa Dia Pikirkan Untuk Tidak Membunuhnya.
Tubuhnya Meminta Akan Kematiannya Tapi Hatinya Menginginkan Kehidupannya.
"Apa Yang Kau Lakukan Tear?"
Tear Terkejut Mendengar Suara Itu.
Jack Berada Disana Menatap Dia Kebingungan.
"Siapa Yang Kau Lihat?"
Jack Melihat Ke Arah Yang Tear Lihat.
"Oh..Aku Mengerti , Selesaikan Dengan Cepat."
"Selesaikan?"Tear Bertanya Kebingungan.
"Kau Akan Menutup Mulutnya Karena Dia Tahu Rahasia Kita Kan?"
Tear Terdiam Untuk Beberapa Saat
"Tear?"
"Aku..." Kata Tear Sambil Berpikir , "Aku Bingung Jack."
"Bingung?" Jack Terlihat Tidak Mengerti , "Akan Apa?"
Tear Berpikir Sejenak,Apakah Dia Perlu Memberitahu Jack?
Belum Sempat Tear Berbicara , Keduanya Mengendus Sesuatu.
Jack Langsung Menggeram Pelan.
"Neo..."Kata Jack.
"Kau Bisa Membunuh Dia Lain Kali Tear,Sekarang Kita Harus Pergi , Ayah Memanggil Kita Semua."Lanjutnya.
Tear Melihat Lloyd Sekali Lagi Dan Mengganguk "Baiklah."
Mereka Berduapun Menghilang Kembali Ke Dalam Hutan Dan Dalam Hati Tear , Dia Merasa Lega Bahwa Dia Tidak Perlu Membunuh Lloyd Hari Ini.

***

Aku Bangun Dari Tidurku , Hari Ini Selesainya Trip Kami Dari London Kami Diberi Satu Hari Libur.
Setelah Perjalanan Panjang Tentu Saja Perlu Beristirahat.
Itu Yang Akan Kulakukan Seandainya Saja Aku Tidak Penasaran Dengan Buku Yang Kubaca Waktu Di London.
Neo Juga Mengatakan Hal Yang Sama , Bahwa Salah Satu Buku Di Perpustakaan Hymnos Sangat Menarik Dan Berbeda.
Buku Tentang Legenda Vampire , Mungkin Aku Bisa Mengetahui Lebih Banyak Kalau Aku Membacanya.
Aku Langsung Berpakaian Dan Menuju Kebawah , Aku Tidak Melihat Chris Hari Ini,Mungkin Dia Sudah Pergi Bekerja.
Aku Mengambil Beberapa Roti Bakar Dan Minum Segelas Susu.
Setelah Itu Aku Langsung Masuk Ke Porsche Ku , Menyalakannya,Dan Langsung Pergi.
Hymnos Library Tidak Sulit Ditemukan , Menurut Peta , Hymnos Library Terletak Di Salah Satu Cabang World Tree.
Beberapa Orang Dari Pemerintah Melubangi Badan Pohon Dari World Tree Dan Membuatnya Menjadi Beberapa Toko Dan Sebagainya.
Salah Satunya Adalah Hymnos Library , Perpustakaan Yang Dicatat Mempunyai Lebih Dari Puluhan Ribu Buku.
Salah Satu Perpustakaan Terbesar Didunia , Mempunyai Segala Jenis Informasi Yang Dibutuhkan.
Setidaknya Itu Yang Kubaca Di Brosur Yang Diberikan Chris Kepadaku.
World Tree Adalah Salah Satu Tempat Yang Paling Nyaman Untuk Bersantai.
Kebanyakan Adalah Tempat Untuk Berkencan Seperti Restoran , Cafe , Dan Juga Ada Night Cruise Sejak Ada Sungai Didekat World Tree.
Mereka Juga Mendirikan Lapangan Parkir , Ini Membuatku Berpikir Apakah Mendirikan Hal Semacam Ini Di Salah Satu Tempat Paling Bersejarah Di Dunia Tidak Merusaknya?
World Tree Dicatat Sebagai Keajaiban Dunia Yang Ke Delapan , Tapi Kenapa Dibuat Menjadi Seperti Ini?
Ini Membuatku Berpikir , Siapapun Yang Menanam Biji Dari World Tree Pasti Akan Merasa Sedih Karena Buatannya Telah Dibuat Menjadi Seperti Mal.
Aku Memarkir Mobilku , Dan Langsung Turun.
Hymnos Library Terletak Di Atas Cabang Lantai Ke Dua , Dan Aku Langsung Menaiki Eskalator Dengan Cepat.
Sesaat Aku Menginjak Masuk Ke Dalam Perpustakaan Hymnos , Aku Takjub Akan Keindahannya.
Sekalipun Tempat Ini Dibuat Menjadi Perpustakaan , Aku Bisa Merasakan Keindahan Tempat Ini.
Dinding Dari Perpustakaan Ini Masih Berupa Pohon , Begitu Juga Dengan Atapnya.
Beberapa Dahan Berwarna Hijau Menjulur Masuk Kedalam,Dengan Lampu Yang Berwarna Hijau Muda.
3 Lantai , Dengan Tangga Yang Dibuat Dari Kayu.
Meja Dan Kursinya Semua Juga Terbuat Dari Kayu , Entah Dari Pohon Apa.
Warna Coklat , Dan Tempat Ini Terkesan Sangat Nyaman.
Tempat Ini Memancarkan Warna Yang Sangat Terang Dan Keindahan World Tree.
Tapi Sayangnya Sekarang Tidak Ada Waktu Untuk Mengagumi Tempat Ini.
Aku Harus Mencari Buku Itu.
Bodohnya Aku Tidak Bertanya Kepada Neo Dimana Tepatnya Letak Buku Ini , Dan Aku Tidak Tahu Harus Memulai Darimana.
Diantara Puluhan Ribu Buku Yang Aku Perlukan Hanya Satu , Ini Bisa Memakan Waktu Yang Lama.
Aku Mulai Memukul Kepalaku Sendiri Karena Kebodohanku.
Lalu Aku Menyadari Seorang Perempuan Muda Yang Duduk Dibelakang Meja Melihatku Dan Tersenyum.
Dia Memakai Kemeja Merah Seperti Seragam , Berambut Pirang Sedikit Keriting , Kulit Putih , Dan Dia Cantik.
Dia Seusiaku Mungkin Lebih Muda , Tapi Aku Bisa Menjamin Kalau Dia Bisa Menjadi Model Ataupun Artis Dengan Kecantikannya.
Aku Mulai Mempertanyakan Diriku Sendiri , Apakah Semua Gadis Di Grifin Tidak Ada Yang Tidak Cantik?
Dia Keluar Dari Meja Receptionist-nya Dan Menghampiriku Dengan Senyum Memukau.
"Ada Yang Bisa Kubantu?" Tanya Gadis Itu Dengan Lembut.
"Eh...Yah , Aku Mencari Sebuah Buku."
"Semua Orang Disini Mencari Buku , Kau Harus Lebih Spesifik."Kata Gadis Itu Sambil Tertawa.
"Kau Tahu , Hanya Buku Simple. Dengan Puluhan Ribuan Buku Disini , Aku Ragu Bahkan Kau Bisa Membantuku."
"Tidak Kalau Kau Menggunakan Komputer Yang Ada Disana."Kata Gadis Itu Sambil Menunjukkan Komputer Di Sebelah Kanannya.
"Oh... Err... Thanks." Kataku Sedikit Malu.
"Ketik Saja Nama Buku Yang Kau Cari Di Komputer Itu Dan Dia Akan Memberimu Dimana Lokasi Buku Yang Kau Cari."Katanya Sambil Tersenyum.
"Thanks."
"You're Welcome."
Gadis Itu Pergi Meninggalkanku , Dan Aku Menghampiri Komputer Itu.
Aku Mengetik 'Beyond This World' , Nama Buku Itu Masih Tertanam Jelas Di Kepalaku.
Aku Melihat Hasilnya Keluar Dan Melihat Lokasinya.
F-12?Terakhir Aku Pergi Ke Perpustakaan Adalah 5 Tahun Yang Lalu , Walaupun Menyukai Mitos Dan Legenda,Aku Tidak Pernah Pergi Ke Perpustakaan.
Mitos Dan Legenda Tidak Selalu Berada Di Buku , Sejarah Juga Bisa Diceritakan , Dilihat , Dan Ditampilkan.
Aku Memang Membaca , Tapi Semua Buku Yang Kubaca Semuanya Diberikan Oleh Orang Tuaku.
Jadi Jangan Heran Kalau Aku Sedikit Buta Arah Dengan Semua Ini.
F-12 , Memang Lokasi Sebuah Buku , Tapi Entah Dimana F-12 , Tidak Ada Jalan Lain,Aku Harus Bertanya Lagi.
Aku Menghampiri Perempuan Cantik Itu , Dia Sedang Membaca Sebuah Buku Anak-anak.
"Excuse Me."
"Hm? Yeah?"
"Maaf Mengganggumu Lagi Tapi Bisakah Kau Memberitahuku Dimana F-12?"
"F-12? Bagian Mitos Dan Legenda?"
"Benar , Bisa Kau Beritahu Aku Dimana?"
"Tentu , Ikuti Aku."
Gadis Itu Berdiri Dari Bangkunya Dan Berjalan Di Depanku,Aku Mengikutinya Dari Belakang.
"You Like Myths?"
"Uh-huh."
"Kau Tidak Terlihat Banyak Seperti Seseorang Yang Suka Membaca Mitos Dan Legenda."
"Aku Tahu , Aku Sedikit Terlalu Tampan Untuk Menjadi Orang Yang Suka Membaca."
Dia Tertawa Pelan , Kemudian Menatapku.
"...Kau Lucu."Katanya Sambil Tersenyum.
"Well , Kau Bukan Orang Pertama Yang Memberitahuku Bahwa Aku Lucu."
Aku Ingat Kalau Tear Juga Sering Mengatakan Kalau Aku Lucu , Dan Aku Menyukainya , Setidaknya Sebelum Dia Mencoba Untuk Membunuhku.
"Buku Apa Yang Kau Cari?"
"Beyond This World."
"Maksudmu , Buku Diary Dan Penjelasan Tentang Vampire-kan?"
"Yeah , Kau Tahu?" Tanyaku Terkejut.
"Aku Sudah Pernah Membacanya , Ditulis Oleh Alan Flints. Kita Sudah Sampai."
Kami Berhenti Di Antara Rak Buku Yang Sangat Tinggi , Mungkin Sekitar 4 Meter.
"Let's See..."
Gadis Itu Membungkuk Dan Mengambil Buku Berwarna Hitam Dan Memberikannya Kepadaku.
"Beyond This World , Alan Flints , 1863. Ini Yang Kau Cari?"
"Benar!! Thanks A Bunch ... Er..."
"Catherine Whistle , Call Me Catherine."
"Lloyd Evrest , Nice To Meet You Catherine." Kataku Tersenyum.
"Nice To Meet You Too Llyod."
"Maaf Sudah Merepotkanmu."
"Tidak Apa-apa , Lagipula Ini Pekerjaanku."
"Pekerjaanmu?"
"Ya , Aku Bekerja Part-Time Disini , Tidakkah Kau Melihat Seragam Mewah Berwarna Merah Yang Kupakai?" Katanya Sambil Tertawa.
Aku Tersenyum Mendengar Leluconnya , "Bagaimana Dengan Secangkir Kopi Atas Kerja Kerasmu?"
"Oh... Maaf , Aku Tidak Bisa , Aku Masih Harus Bekerja."
"Oh... Tidak Apa-Apa , Aku Mengerti."Kataku Dengan Sedikit Nada Kecewa.
"Tapi... Aku Akan Selesai Dalam Waktu 2 Jam."
"..Yeah? I'll Wait Here Then."
"Kau Yakin Ingin Menungguku Selesai?"
"Hey , Aku Memegang Buku Dan Aku Ada Di Perpustakaan , Kenapa Tidak Sekaligus Membaca Setengah Disini Dan Melanjutkannya Di Rumah?"
"Baiklah , Kalau Aku Bisa Membujuk Atasanku , Kurasa Kita Bisa Pergi Dalam Waktu Satu Jam."Katanya Sambil Tersenyum.
"Great!"
"Sebelum Itu Kau Harus Mengisi Formulir Peminjaman Buku Terlebih Dahulu Dan Meninggalkan Deposit , Kalau Kau Ingin Membawa Buku Itu Pulang."
"Kau Tidak Mempercayaiku?"
Dia Tersenyum Dan Menjawab , "Jangan Salah Paham , Hanya Prosedur Yang Semua Orang Harus Jalani."
"Aku Tahu."Kataku Sambil Tertawa.
Formulir Itu Bertanya Dimana Tempat Tinggalku,Buku Apa Yang Kupinjam , Dan Juga Mengatakan Berapa Banyak Uang Yang Harus Kutinggalkan Disini.
Aku Mengisinya Dengan Cepat , Menyelipkan 20 Dollar , Dan Memberikannya Kepada Catherine.
"Thank You Very Much."
Catherine Kembali Menuju Mejanya Dan Menelpon Seseorang,Yang Kuduga Adalah Bos-nya.
Aku Duduk Di Salah Satu Kursi Yang Tersedia Disini , Kursi Yang Cukup Nyaman Kupikir.
Untuk Sebuah Perpustakaan Tempat Ini Cukup Menyenangkan , Keadaan Ini Dikatakan Tenang.
Tidak Seperti Kebanyakan Perpustakaan Yang Lebih Mengeluarkan Suasana Mati Daripada Tenang.
Salah Satu Alasanku Tidak Menyukai Perpustakaan , Tapi Kurasa Aku Akan Menyukai Yang Satu Ini.
Aku Membuka Lembaran Pertama Buku Itu , Disitu Tertulis Dengan Sangat Jelas.

Semua Yang Tertulis Di Buku Ini Adalah Yang Sesungguhnya.
17 Tahun Yang Lalu...Aku Alan Flints Telah Menemukan Sesuatu Yang Dunia Tidak Pernah Percaya
Vampire...Species Yang Paling Berbahaya Di Dunia , Mereka Yang Tidak Pernah Lelah Memburuku Selama Lebih Dari 14 Tahun.
Aku Mengetahui Akan Keberadaan Dan Eksistensi Mereka Secara Kebetulan.
Paris , Kota Kami Sering Dikenal Sebagai Kota Yang Terkutuk , Puluhan Orang Menghilang Setiap Dua Bulan.
Mereka Tidak Pernah Ditemukan , Beberapa Ditemukan Tapi Tidak Dalam Keadaan Hidup.
Mereka Bagaikan Gelas Yang Berisi Tapi Sudah Habis Diminum.
Mayat-Mayat Itu Tidak Mempunyai Darah Dan Ada Bekas Gigitan Di Leher Mereka Yang Berbentuk Lubang Kecil.
Beberapa Dari Kami Menceritakan Sebuah Legenda Tentang Makhluk Malam Penghisap Darah.
Berwujud Manusia Tapi Seekor Monster Pembunuh Manusia Yang Tidak Bisa Memuaskan Dahaganya Akan Darah.
Bahwa Dia Mungkin Inkarnasi Roh Dewa Yang Marah Kepada Kami Karena Kami Tidak Mengenalnya.
Tragisnya Banyak Orang Percaya Akan Hal Itu , Termasuk Aku.

Aku Membuka Lembaran Selanjutnya.

Malam Itu Pada Hari Jumat Aku Bertemu Dengan Seorang Pemuda Bernama Virgil.
Dia Berkulit Putih , Berambut Perak Dan Memancarkan Semacam Aura Yang Sangat Aneh.
Dia Sangat Tampan , Semua Wanita Yang Melihatnya Langsung Jatuh Cinta Padanya.
Dengan Pakaian-nya Yang Sedikit Susah Untuk Dijelaskan , Dia Jelas Tidak Berasal Dari Paris.
Aku Bertemu Dengannya Di Sebuah Bar Malam , Dia Bertanya Kepadaku Apakah Ada Kasus Orang Hilang Di Kota Kami.
Yang Paling Mengejutkanku Adalah Mata Merahnya Yang Bersinar Terang Seperti Darah.
Dia Berbicara Dengan Bahasa Inggris Dengan Sangat Lancar , Yang Membuatku Langsung Mengetahui Bahwa Dia Tidak Bisa Berbahasa Perancis.
Bahasa Inggrisku Sangat Lancar Karena Aku Pernah Tinggal Di Amerika.
Aku Menjawabnya Dan Menceritakan Semuanya , Aku Berkata Padanya Bahwa Dia Memilih Waktu Yang Salah Untuk Datang Ke Kota Kami.
Aku Memberitahunya Tentang Legenda Kutukan Atas Kota Kami Dan Monster Yang Tinggal Di Antara Kami.
Dia Tertawa Mendengar Ceritaku , Dia Berkata Bahwa Jika Benar Ada Monster Seperti Itu Dia Ingin Melihatnya.
Aku Bingung , Apakah Orang Ini Sudah Gila? Pikirku...Tidak Ada Yang Mau Bertemu Dengan Monster Yang Menakutkan.
Dia Menjawab , Memang Tidak Ada Yang Mau Bertemu Dengan Monster Yang Menakutkan , Dia Berkata Kalau Dia Tidak Percaya Dengan Monster Kota Ini.
Aku Bertanya Kepadanya Apakah Setelah Semua Yang Terjadi Disini , Mengapa Dia Tidak Percaya?
Dia Berkata Bahwa Kalau Monster-Monster Itu Tidak Menakutinya , Karena Dia Lebih Menakutkan Daripada Semua Monster Yang Berada Disini.
Aku Berkata Kepadanya Bahwa Tidak Bijak Menghina Sesuatu Yang Mungkin Adalah Inkarnasi Dewa.
Dia Berkata Lagi Kepadaku , Kalau Monster-Monster Itu Adalah Dewa , Maka Dia Adalah Seorang Pembunuh Dewa... A GodSlayer.
Bayangkan Betapa Beraninya Dia Mengatakan Bahwa Dirinya Pembunuh Dewa.
Aku Tidak Berani Mendekati Orang Yang Mungkin Sudah Membuat Dewa Murka , Maka Aku Pulang Dari Bar.
Malam Itu Adalah Malam Yang Sepi , Semua Orang Yang Berada Di Bar Tidur Disana Karena Takut Akan Monster Yang Berkeliaran Di Malam Hari.
Lalu Aku Mengingat Bahwa Aku Meninggalkan Syalku Di Bar Malam , Aku Kembali Untuk Mengambilnya.
Aku Melihat Virgil Berjalan Keluar Saat Aku Tiba Disana , Pandangan Matanya Serius Dan Menakutkan.
Dia Berjalan Memasuki Sebuah Lorong Gelap , Aku Tidak Ingin Mencari Tahu Apa Yang Terjadi Padanya.
Tapi Sebuah Jeritan Memancing Rasa Ingin Tahuku , Aku Mengintip Ke Dalam Lorong Gelap Itu Dan Melihatnya.
Aku Melihat Seorang Gadis Muda Sedang Mengecup Leher Seorang Pria.
Tapi Pria Itu Menjerit Kesakitan Dan Meronta-ronta , Darah Mengalir Dari Lehernya,Dia Meminta Tolong.
Setelah Beberapa Saat , Aku Sadar Bahwa Aku Melihat Inkarnasi Dewa Yang Marah Pada Kami.
Pria Itu Berhenti Meronta-ronta Setelah Beberapa Saat , Aku Tahu Saat Itu Bahwa Dia Sudah Mati.
Inkarnasi Dewa Itu Menyadari Kehadiranku Beberapa Saat Kemudian.
Dia Melihatku Dengan Mata Yang Sangat Menakutkan,Seluruh Tubuhku Tidak Mendengarkan Perkataanku.
Otakku Berteriak 'Lari!' , Tapi Tubuhku Terlalu Ketakutan Untuk Merespon Pikiranku.
Ketika Wanita Itu Mendekatiku , Aku Tahu Ini Adalah Akhir Hidupku.
Yang Mengejutkan Adalah Betapa Cantiknya Wanita Ini.
Aku Langsung Tahu , Mungkin Yang Kutemui Sekarang Adalah Seorang Malaikat.
Aku Sadar Bahwa Aku Rela Nyawaku Diambil Oleh Seseorang Yang Begitu Cantik Dan Indah.
Tapi Sebagian Pikiranku Tidak Ingin Mati Dan Terus Berteriak Meminta Tolong.
Ketika Aku Sudah Pasrah Akan Hidupku,Seseorang Jatuh Ke Belakang Wanita Itu.
Dia Melompat Dari Atas Atap Dan Langsung Memeluk Wanita Itu.
Wanita Itu Terkejut Dan Ketakutan.
Orang Itu Langsung Mengecup Leher Inkarnasi Dewa Itu.
Aku Menyadari Bahwa Orang Itu Adalah Seorang Pria Dan Inkarnasi Dewa Yang Dia Kecup Hanya Bisa Menjerit Kesakitan.
Beberapa Saat Kemudian Wanita Itu Jatuh Tidak Bergerak.
Darah Mewarnai Mulut Pria Itu.
Dia Tidak Hanya Melawan Inkarnasi Dewa , Dia Juga Membunuhnya.
Lalu Aku Melihat Wajahnya Dan Langsung Mengenalinya.
Virgil , Laki-laki Yang Kutemui Beberapa Saat Yang Lalu.
Dia Berkata Kepadaku 'Told You I Was A GodSlayer.'.
Aku Hampir Tidak Mempercayai Mataku Sendiri.
Orang Ini Mengatakan Yang Sesungguhnya , Dia Memang Pembunuh Dewa.
Dia Memberitahuku Bahwa Yang Aku Lihat Bukanlah Inkarnasi Dewa.
Hanya Seekor Monster Yang Haus Akan Darah Manusia ,Wanita Yang Kulihat Adalah Vampire.
Seekor Predator Ganas Yang Membunuh Manusia Untuk Meminum Darahnya.
Aku Bertanya Kepadanya , 'Jika Memang Demikian , Apakah Berarti Kau Yang Sebenarnya Adalah Dewa? Turun Dari Surga Untuk Membunuh Monster Ini?'
Dia Tersenyum Kepadaku Dan Menjawab 'Bukan , Aku Sesuatu Yang Lebih Mengerikan Daripada Monster Itu.'
Dia Tertawa Dengan Melodi Kematian Mengiringi Tawa-nya.

"Lloyd , Aku Sudah Selesai."Panggil Seseorang Dari Belakangku.
Aku Terkejut Mendengar Suaranya , Lalu Aku Mengenalinya.
Catherine Berada Dibelakangku , Aku Melihat Jam Tanganku Dan Satu Jam Sudah Berlalu.
Aku Terlalu Terserap Membaca Buku Ini Dan Aku Tidak Memperhatikan Sekelilingku.
Dia Sudah Mengganti Pakaiannya Menjadi Tank-top Berwarna Pink , Celana Jeans Pendek Dan Memakai Topi Biru.
"Lloyd?"
"Err...Yeah , Siap Untuk Secangkir Kopi?"
Dia Tersenyum Dan Menjawab , "Tentu."
Aku Menutup Buku Itu Dan Membawanya Pergi , Lebih Baik Aku Menyelesaikannya Dirumah , Pikirku.
Kami Berdua Duduk Disalah Satu Cafe Di World Tree.
Tempatnya Sangat Klasik Dan Tenang , Musik Pop Juga Diputar Disini.
Tidak Heran World Tree Adalah Salah Satu Tempat Yang Paling Cocok Untuk Dating.
Cafe Ini Tidak Berbeda Jauh Dari Hymnos Library , Dindingnya Juga Merupakan Badan Pohon Dari World Tree.
Pintu Dan Atapnya Terbuat Dari Kayu , Meskipun Tidak Menempel Ke Badan World Tree.
Cafe Ini Tidak Membutuhkan Air Conditioner Sama Sekali.
Angin Lembut Berhembus Sangat Sejuk Disini , Dan Harus Kukatakan , Ini Terasa Nyaman.
Seorang Waiter Datang Menghampiri Kami Dan Memberikan Menunya.
Dia Berdiri Menunggu Pesanan Kami , Sepertinya Dia Tahu Kami Hanya Akan Memakan Waktu Sebentar.
"Apa Yang Ingin Kau Pesan?" Tanyaku Kepada Catherine.
"Milk Coffee Would've Been Nice."Dia Tersenyum Kepadaku.
"Sama Denganku."Aku Berkata Kepada Waiter Yang Berdiri Di Dekat Meja.
"Ada Yang Lain?"Tanya Waiter Itu.
"Tidak , Itu Saja."
"Baiklah."
Waiter Itu Mencatat Pesanan Kami Dan Pergi Kembali Ke Mejanya.
"Huh...Aku Mengira Kau Akan Memesan Kopi Hitam." Kata Catherine.
"Aku Tidak Begitu Suka Dengan Kopi , Tapi Aku Suka Kopi Dan Susu."
"And.. Why Is That?"
"Well...Ini Sedikit Aneh,Tapi Aku Sangat Menyukai Susu."
"Jadi Itu Alasanmu Memesan Kopi Dan Susu?" Katanya Sambil Tertawa.
"Hei,Kau Juga Memesan Yang Sama!"
"Ya , Tapi Aku Harus Mengakui Kalau Seleramu Sedikit Aneh Untuk Seorang Laki-Laki."
"What Can I Say?" Gerutuku.
"Jangan Tersinggung , Aneh Tapi Menarik , Aku Tidak Pernah Bertemu Seseorang Sepertimu Lloyd."
"Kurasa Semua Perempuan Punya Pikiran Yang Sama."
"Lloyd , Aku Menyukai Laki-laki Yang Jujur Pada Dirinya Sendiri , Daripada Harus Laki-laki Keren."Katanya Sambil Tersenyum.
"Aku Tidak Tahu Kalau Kau Bisa Mengetahui Seberapa Keren Orang Itu Dari Pesanan Minum Mereka."
Dia Tertawa , Tawanya Cukup Menarik Dan Imut Untuk Dilihat.
"Dimana Kau Tinggal Lloyd?"
"Bridge Street No.28"
"Benarkah? Aku Juga Tinggal Di Bridge Street , No.17!"
"Really? Aku Tidak Pernah Melihatmu Sebelumnya."
"Kau Tinggal Dengan Dokter Chris Kan? Aku Tidak Tahu Kalau Dia Punya Anak."
Dokter Chris,Huh...Kurasa Chris Memang Benar-Benar Melakukan Pekerjaannya Dengan Benar.
Kalau Tidak , Mana Mungkin Ada Yang Tahu Dimana Dia Tinggal.
"Chris , Well...Dia Pamanku."
"Bukankah Dia Baru Berumur Sekitar 25 Tahun?"
"27 Tahun , Tidak Terlalu Tua Untuk Menjadi Pamanku."Kataku Sambil Tertawa.
"Cukup Muda."
"Memang , Tapi Dia Bertingkah Seperti 37 Tahun."
"Well... Antara Umur Atau Sifat."
Kami Tertawa Bersama,Sampai Akhirnya Pesanan Kami Tiba.
"Kalau Ada Lagi Yang Bisa Kubantu,Jangan Ragu-Ragu Untuk Memanggil."Kata Waiter Itu.
"Tentu."Jawabku.
Waiter Itu Kemudian Pergi Mengambil Pesanan Pengunjung Yang Lain.
"Tempat Ini Cukup Bagus."Kata Catherine.
"Benar."
"Tapi Aku Berpikir , Apakah Tidak Apa-Apa Membuat Tempat Seperti Ini..."
"Di Suatu Tempat Yang Sangat Indah Dan Megah."Lanjutku.
Dia Tersenyum Dan Berkata,"Benar."

***

Tear Berjalan Di Jalanan Di World Tree.
Dia Ditugaskan Oleh Ayahnya Untuk Mengambil Pesanan Dari Seseorang.
Ketika Dia Sedang Berjalan Dia Mencium Sesuatu Yang Sangat Familiar.
Lloyd...Dia Ada Disini , Baunya Masih Sangat Kuat , Yang Berarti Kalau Dia Masih Berada Di Dekat Sini.
Tempat Yang Sedang Tear Injak Adalah Tempat Dimana Dia Seharusnya Bertemu Sang Pengantar.
Tapi Dia Masih Belum Berada Disini , Ini Membuat Tear Merasa Gusar Karena Harus Mencium Bau Lloyd Yang Sangat Menggoda.
Kemudian Dia Mendengar Suara Tawa Lloyd Di Salah Satu Cafe Yang Berada Disana.
Tear Mengintip Dari Salah Satu Jendela Yang Ada Disana.
Dengan Pengelihatan Super Kuatnya , Itu Bukan Masalah Bagi Dia.
Vampire Bahkan Bisa Melihat Berapa Manusia Di Dalam Rumah Melewati Jendelanya Dalam Jarak 10 Kilometer.
Dia Melihat Lloyd , Hanya Saja Dia Tidak Sendiri.
Ada Seorang Gadis Muda Disana , Seketika Dia Melihat Gadis Itu , Hatinya Merasa Pedih.
Dia Tidak Tahu Mengapa Dia Merasa Sedih , Dia Bahkan Tidak Tahu Apa Yang Dia Rasakan.
Tear Tidak Pernah Merasa Cemburu Dalam Hidupnya Karena Dia Tidak Pernah Jatuh Cinta.
Semua Manusia Yang Berhubungan Dengannya Selalu Menjadi Makan Malamnya.
Kemarahannya Bagaikan Kobaran Api Yang Bisa Membakar Semuanya.
Tapi Dia Masih Tidak Bisa Menemukan Sumber Kemarahan Itu.
Dia Pernah Merasakan Sesuatu Yang Seperti Ini , Tapi Sedikit Berbeda.
Perasaan Ini Lebih Pedih Dan Mendalam.
Mata Biru-nya Meneteskan Setitik Air Mata , Dan Ini Membuat Dia Semakin Kebingungan.
Dia Tidak Mengerti Apa Yang Sebenarnya Dia Rasakan Kepada Manusia Ini.
Perasaannya Kepada Llyod , Dia Hanya Mengerti Apa Yang Kakeknya Ajarkan Kepada Dia.
Manusia Hanyalah Sapi Dan Domba Ternak , Eksis Untuk Mereka -Para Vampire- Makan.
"Kau Tear Grants?"
Tear Terkejut Mendengar Seseorang Di Sebelahnya Berbicara.
Butuh Beberapa Detik Sebelum Akhirnya Dia Ingat Apa Yang Harus Dia Lakukan Sekarang.
"Ya , Dan Kau Si Pengantar?"
Si Pengantar Terlihat Sangat Mencurigakan Dengan Topi Hitam Dan Masker Putih-nya.
"Benar,Ini Barang Yang Kalian Minta."
Si Pengantar Memberikan Sebuah Paket Kepada Tear.
"Terima Kasih."
Satu Kata Itu Saja Yang Tear Katakan , Dan Dia Langsung Menusuk Dada Orang Itu.
Tangan Tear Menembus Dada Si Pengantar,Membunuhnya Seketika Itu Juga.
Perintah Ayahnya Sangat Jelas , Bunuh Si Pengantar Begitu Dia Memberikan Paketnya.
Tempat Mereka Bertemu Memang Di Atur Agar Tidak Ada Orang Yang Melihat.
Tear Tidak Merasakan Sedikitpun Kesedihan Begitu Membunuhnya , Dia Tidak Merasakan Apa-apa.
Baginya Membunuh Seorang Manusia Seperti Menendang Sebuah Batu Ke Sungai.
Setelah Itu Dia Melempar Tubuh Orang Itu Ke Sungai Yang Berada Di Belakang World Tree.
Tidak Ada Yang Memakai Perahu Melewati Sungai Itu , Lagipula Sungai Itu Cukup Dalam.
Sekalipun Ada Yang Melewatinya , Selama Mereka Tidak Memancing Dengan Memakai Jala , Tidak Akan Ada Yang Pernah Menemukan Tubuhnya.
Sekali Lagi Dia Melihat Ke Llyod Dan Dia Pergi Membelakangi Mereka Berdua.

***

"Sudah Sore,Kau Ingin Pulang Sekarang?"Tanyaku Kepada Catherine.
"Ya,Aku Sudah Berjanji Untuk Membereskan Rumah Hari Ini."
"Biar Kuantar."
"Tidak Perlu Repot-repot,Aku Bisa Pulang Sendiri."
"Jarak Antara Rumah Kita Hanya Berbeda 5 Menit , Lagipula Aku Melewati Rumahmu."
"Kau Yakin Tidak Akan Merepotkanmu?"
"Sekarang Siapa Yang Aneh?"Kataku Sambil Tertawa.
Catherine Tersenyum , "Baiklah."
Ketika Sampai Ke Mobilku Dia Cukup Terkejut , Sampai Aku Menyadari Mengapa Dia Terkejut.
"Porsche 911 , Ini Pertama Kalinya Aku Melihatnya Secara Langsung."
"Kau Suka?"
"Kau Menganggap Aku Aneh-kan?"
"Maksudmu?"
"Aku Menyukai Buku Tapi Menyukai Mobil , Ini Kombinasi Yang Tidak Akan Terjadi."
"Aneh? Aku Menganggapnya Menarik."
"...Sekarang Kau Mengejek-ku." Gerutunya.
"Aku Serius. Lagipula , Siapa Yang Tidak Menyukai Perempuan Yang Menyukai Mobil Dan Buku?"
Aku Bisa Melihat Mukanya Berubah Merah,Dan Aku Masih Tidak Mengerti Kenapa.
Sampai Akhirnya Aku Mengerti Apa Yang Baru Saja Aku Katakan,Dan Mukaku pun Berubah Merah.
"L-Lebih Baik Kita Pergi Sekarang , Malam Akan Tiba Sebentar Lagi."Usulku.
"Setuju."
Aku Mengantar Catherine Kembali Ke Rumahnya , Kemudian Dia Berkata Kami Harus Melakukan Ini Lagi.
Aku Tersenyum Dan Meminta Nomor Handphonenya , Aku Akan Membutuhkan Itu Di Masa Depan.
Dia Memberikannya , Dan Meminta Nomorku Sebagai Gantinya.
Setelah Aku Menurunkannya , Aku Menyetir Kembali Ke Rumahku , Kemudian Catherine Melambaikan Tangannya.
Aku Tersenyum Dan Meninggalkan Rumahnya Menuju Rumahku.
Saat Aku Sampai , Aku Melihat Ferrari Chris Tidak Ada Disini , Berarti Dia Masih Berada Di Rumah Sakit.
Aku Mengambil Kunci Rumahku Dan Membukanya , Kemudian Aku Naik Ke Atas Dan Berendam Di Air Hangat.
Anehnya Aku Sama Sekali Tidak Merasa Lapar , Mungkin Karena Hari Ini Merupakan Hari Yang Menyenangkan Bagiku.
Aku Ingin Membaca Kelanjutan Buku Yang Kupinjam Dari Perpustakaan , Tapi Sayangnya Aku Sudah Terlalu Lelah Untuk Membuka Buku Itu.
Catherine Benar-Benar Gadis Yang Luar Biasa , Berada Didekatnya Membuatku Merasa Sangat Nyaman Dan Sangat Menyenangkan.
Aku Hanya Pernah Merasakan Hal Seperti Ini Saat Berada Di Dekat Tear , Dan Dia Juga Membuatku Melupakan Tear Saat Bersamanya.
Dengan Bayangannya Di Kepalaku , Aku Langsung Melemparkan Diriku Sendiri Ke Tempat Tidur Dan Menutup Mataku.
Berharap Kalau Aku Bisa Tidur Dengan Senyum Di Mulutku.

***

Neo Duduk Di Atas Atap Bangunan Di Depan Grifin International Airport.
Dia Menutup Matanya Menunggu Seseorang Untuk Sampai Disana.
Seperti Sedang Mengingat Sesuatu , Sampai Dia Mendengar Suara Pesawat Dari Jauh.
Pandangan Matanya Masih Saja Sedingin Es , Dia Melihat Pesawat Yang Baru Saja Tiba.
"Sudah Sampai?"
"Beberapa Saat Lagi."
Orang Berjaket Biru Itu Juga Berada Disana Menunggu Orang Yang Sama Seperti Neo.
Jaket Birunya Sangat Panjang , Mencapai Pergelangan Kaki-nya.
Dia Memakai Kaus Hitam Di Dalamnya Dan Celana Jeans Panjang Berwarna Biru Tua.
"Bagaimana Dengan Sarang Yang Kusuruh Untuk Kau Temukan?"
"Kau Benar , Aku Menemukan Beberapa Yang Baru Saja Lahir."
"Sudah Kau Bereskan?"
"Apa Menurutmu Mungkin Akan Kulepaskan?"
Neo Berhenti Berbicara Begitu Juga Dengan Orang Itu,Neo Hanya Berbicara Kebanyakan Jika Ada Masalah Penting.
"Dia Sudah Sampai."
Neo Dan Orang Itu Melihat Ke Bawah , Disana Mereka Menatap Satu Lagi Orang Berambut Putih.
Dia Memakai Kemeja Kusut Berwarna Putih , Kacamata Hitam , Dan Celana Kain Hitam.
Selain Itu Dia Juga Tidak Membawa Koper Ataupun Tas Sama Sekali.
Untuk Dia Menyadari Kehadiran Neo Dan Temannya Cukup Mudah.
Hanya Sesaat Setelah Neo Melihatnya , Dia Melihat Kembali Ke Neo.
Dalam Sekejap Dia Menghilang Dan Muncul Di Belakang Mereka Berdua.
"Apa Yang Kau Perlukan Neo?Sampai Kau Memanggil Aku Dan Virgil."Tanya Orang Yang Memakai Kemeja Putih.
"Mudah , Aku Ingin Menutup Tirai Permainannya Sekarang."
"Keluarga Grants?Apa Kau Benar-benar Yakin?"
"Aku Berusaha Membunuh Mereka Selama Bertahun-tahun , Tapi Tetap Saja Mereka Bisa Lolos Dengan Memakai Cara Licik.
"Karena Itu Aku Membutuhkan Bantuan Kalian Berdua , Untuk Memastikan Tidak Ada Dari Mereka Yang Lari Dan Memakai Cara Licik Lagi."
"Well...Kalau Itu Yang Kau Mau."Kata Orang Yang Memakai Jaket Biru.
Neo Melihat Lagi Ke Langit Hitam Dengan Mata Merahnya Yang Indah.
Sekali Lagi Dia Menutup Matanya Dan Menghilang Di Kegelapan Bersama Teman-temannya.

*****

Aku Sedang Memanjat Pohon Di Sekolahku Pada Hari Itu.
Teman-temanku Sedang Bermain Kejar-Kejaran , Yang Lain Sedang Bermain Wrestling.
Mereka Mengajakku Untuk Bermain Bersama , Tapi Aku Tidak Bermain Dengan Mereka Karena Aku Tidak Ingin.
Aku Terlalu Cepat Dan Kuat Untuk Mereka Semua.
Aku Selalu Menang Bermain Kejar-Kejaran Dan Wrestling , Tidak Ada Yang Pernah Mengalahkanku , Membuatku Bosan Dengan Mereka.
Aku Bahkan Menang Melawan Seseorang Yang 5 Tahun Lebih Tua Dariku.
Saat Ini Aku Baru Saja Berumur 5 Tahun , Masih Di Dalam Hitungan Baru Saja Lahir.
Tapi Menjadi Yang Terhebat Membuatmu Kesepian.
Tidak Ada Yang Bisa Mengimbangimu Sehingga Kau Tidak Bisa Merasakan Kesenangan Dari Sesuatu Yang Sebenarnya.
Akhirnya Ayahku Datang Menjemputku , Dia Memanggilku Dan Menggendongku Di Punggungnya.
Kami Berjalan Pulang Ke Rumah Bersama-sama.
Saat Kami Tiba Di Rumah , Hari Sudah Gelap.
Ayahku Berbicara Denganku.
"Kurando Coba Tebak."Kata Ayahku.
"Apa Yang Harus Kutebak , Ayah?"
"Kakekmu Akan Datang Kemari , Dia Sangat Ingin Bertemu Denganmu."
"Kakek?"
"Dia Bilang Dia Sangat Ingin Bertemu Dengan Cucunya , Apa Kau Ingin Melihat Seperti Apa Kakekmu?"
"Apakah Kakek Orang Baik?"
"Dia Baik , Hanya Saja Punya Harga Diri Yang Tinggi."
"Mengapa?"
"Karena Dia Vampire Sepenuhnya , Dia Bangga Karena Dia Adalah Raja Dari Para Vampire."
"Kakek Adalah Orang Hebat?"
"Benar."
"Kapan Bisa Aku Bertemu Dia , Ayah?"
"Besok Anakku , Kau Juga Akan Bertemu Pamanmu , Tapi Sekarang Kau Membutuhkan Tidurmu Kalau Kau Ingin Bertemu Kakekmu."
Ayah Menggendongku Ke Tempat Tidurku Dan Menaruhku Di Ranjangku.
Ibu Juga Ada Disana , Dan Dia Menyanyikan Aku Lagu Tidur Yang Dia Buat Sendiri.
Aku Menutup Mataku Tapi Aku Masih Belum Tertidur.
Ayah Dan Ibu Tidak Menyadarinya Dan Mereka Meninggalkanku.
Aku Bisa Mendengar Mereka Berbicara Dengan Sangat Jelas.
"Aku Khawatir Akan Apa Yang Terjadi Besok."Kata Ibuku.
"Tidak Ada Yang Perlu Kau Khawatirkan , Lebih Baik Kau Beristirahat."
"Tapi Dia Tidak Menyukaiku , John!!" Kata Ibu Sedikit Histeris. "Dia Bahkan Mengganggapku Lebih Rendah Dari Sampah Hanya Karena Mencintaimu!"
"Itu Bertahun-tahun Yang Lalu , Cintaku."
"Bagaimana Kalau Dia Belum Berubah? Bagaimana Kalau Dia Masih Membenciku? Aku Masih Termasuk Dalam Makanan Dia..."
"Dia Sudah Berubah , Dia Yang Memberitahuku Kalau Dia Meminta Maaf Atas Kejadian Itu."
"Tapi Bagaimana Kalau Dia Berbohong!?Aku Tidak Ingin Dia Menyakiti Anak Kita Hanya Karena Darah Manusia Mengalir Dalam Dirinya!!"Suara Ibuku Terdengar Semakin Panik.
"Kau Khawatir Terlalu Banyak , Dia Tidak Akan Berani Melukaimu Apalagi Anak Kita."
"Tapi---!!"
"Aku Berjanji Padamu Bahwa Dia Tidak Akan Melukaimu Ataupun Anak Kita , Aku Akan Menghentikannya Bagaimanapun Juga Jika Dia Mencoba Untuk Menyakiti Kita."
"Dia Tidak Akan Menyakitimu...Kau Anaknya."
"Melukaimu Berarti Melukaiku Juga Dan Tidak Akan Ada Yang Bisa Memisahkan Kita Berdua , Sampai Kematian Memisahkan Kita , Itu Sumpah Kita Pada Waktu itu Kan?"
"Baiklah...Aku Percaya Padamu."Aku Mendengar Suara Ibuku Menjadi Lebih Tenang Dari Sebelumnya.
Ibu Berkata Kalau Kakek Membencinya , Apakah Itu Benar?
Aku Masih Ingin Lagi Mendengar Pembicaraan Mereka , Tetapi Mataku Perlahan-lahan Mulai Tertutup Dan Akupun Tertidur.

*****

"Verserk."Panggil Ibuku.
Aku Menoleh Ke Ibuku Dan Memeluknya.
"Kau Sudah Bisa Memulai Sekolahmu Besok."
"Benarkah Bu!?"
"Ya , Apakah Kau Senang?"
"Aku Sudah Tidak Sabar! !Apa Saja Yang Ada Di Sekolah Bu?"
"Pelajaran , Teman Baru , Beberapa Hal Lainnya."
"Apakah Itu Menyenangkan?"
"Sekarang Kau Akan Merasakan Bahwa Sekolah Sangat Menyenangkan , Tapi 10 Tahun Lagi Kau Bahkan Tidak Ingin Lagi Pergi Ke Sekolah."Kata Ibuku Tertawa.
"Tidak Mungkin!! Sekolah Pasti Akan Sangat Menyenangkan!!"Kataku Bersemangat.
Ibuku Tersenyum , "Itu Yang Kuberitahu Diriku Sendiri Saat Aku Seumur Mu Anakku."
"Karen!!"Panggil Ayahku Kepada Ibuku.
"Yes , My Love?"
"Dia Akan Datang Kesini..."
Ibuku Terlihat Sangat Terkejut , "Kapan Dan Mengapa?"
"Besok , Dia Ingin Melihat Anak John."
"...Verserk , Kemarilah , Sudah Waktunya Kau Tidur."
"Baik Ibu..."
Ibuku Menggendongku Ke Ranjangku Dan Menidurkanku.
Setelah Ibuku Yakin Kalau Aku Sudah Tertidur , Dia Kembali Berbicara Dengan Ayah.
Aku Sudah Bisa Memalsukan Tidurku Dengan Sangat Baik , Aku Masih Bisa Mendengar Mereka Dengan Jelas.
"Ian , Dia Bisa Saja Membunuh Anak Itu Hanya Karena Darahnya!!"
"Mungkin...Karena Itu John Memintaku Untuk Berada Disana,Melindungi Anaknya."
"Dia Akan Membunuhmu Kalau Menghalanginya!!"
"Tidak , Dia Tidak Akan Membunuhku."
"Bagaimana Kau Bisa Sangat Yakin!?"
Ayahku Menoleh Kepadaku Sesaat Dan Melihat Kembali Ke Ibu.
"Karena Anak Kita Adalah Seorang Vampire Sejati.
"Dia Tidak Akan Membunuhku Kalau Dia Berniat Membunuh Anak John , Karena Anak Kita Yang Akan Menjadi Penggantinya Kalau Dia Memang Ingin Membunuh Anak John."
Ibuku Terdiam Untuk Beberapa Saat Sampai Akhirnya Dia Berbicara Lagi.
"Mengapa John Membiarkan Dia Datang Kemari?"
"Dia Bilang Dia Ingin Melihat Cucunya , Bahwa Dia Berjanji Dia Tidak Akan Menyakiti Keluarganya."
"...Dia Tidak Bisa Dipercaya , Dia Menjadi Raja Bukan Karena Kejujurannya..."
"Aku Tahu , Tapi John Berkata Kalau Dia Berhak Mendapatkan Kesempatan."
"Dan Membahayakan Hidupmu!? Ian , Ini Gila!!"
"Tapi John Kakakku , Karen...Aku Harus Melakukan Ini."
Tidak Ada Yang Berbicara Untuk Beberapa Saat Sampai Akhirnya Ibuku Berbicara Lagi.
"Berjanjilah Padaku Kalau Kita Akan Kembali Kesini Dengan Selamat."Pinta Ibuku.
"...Aku Berjanji , Karen."
Setelah Mengatakan Itu , Tidak Adalagi Yang Berbicara.
Aku Bisa Mendengar Suara Langkah Kaki Ayah Keluar Dari Pintu Rumah Ini , Sementara Ibu Naik Ke Atas Tangga.
Suasana Yang Sangat Hening Ini Membuatku Mengantuk , Sampai Akhirnya Aku Tertidur.

*****

Aku Membuka Mataku Dengan Terkejut.
Lagi-lagi Mimpi Yang Sama , Lebih Tepatnya Cerita Yang Sama.
Perbedaannya Ini Adalah Kelanjutannya.
Apa Sebenarnya Alasan Ku Bermimpi Terus Seperti Ini?
Tidak Ada Gunanya Berpikir Tentang Mimpi Seperti Ini.
Aku Memakai Baju Dan Turun Ke Lantai Bawah.
Aku Hanya Meminum Segelas Susu Dan Berangkat Ke Sekolah.
Perjalanan 20 Menit Ini Entah Kenapa Terasa Lebih Lama Dari Biasanya.
Saat Sampai Di Sekolah Aku Melihat Lambourgini Neo Di Parkir Disana.
Perbedaannya Adalah Aku Melihat Dua Motor Ducati Diparkir Disebelahnya.
Setahuku Tidak Ada Yang Menaiki Ducati Di Sekolah Ini.
Kelasku Yang Pertama Adalah Kelas Economy , Ms.Jane Adalah Guru Supervisor Untuk Kelas Kami.
Aku Duduk Sendirian Di Belakang , Jessica Duduk Sendirian Di Depan.
Saat Aku Masuk , Kelas Masih Ramai Dengan Obrolan Para Murid.
Bel Sudah Berbunyi Tapi Ms.Jane Masih Belum Ada Disini.
Akhirnya 10 Menit Setelah Aku Sampai , Ms.Jane Datang.
"Morning Class. Maaf Aku Terlambat."
Suasana Kelas Hening Saat Itu Juga.
"Hari Ini Kalian Akan Mendapatkan Teman Baru Lagi , Ditambah Lloyd Sudah Ada Tiga Orang Yang Masuk Tahun Ini.
"Masuklah Kalian Berdua."
Aku Melihat Dua Murid Baru Yang Masuk.
Mereka Berdua Berambut Putih Perak.
Yang Satu Memakai Kemeja Putih Dan Yang Satu Memakai Jaket Biru.
Yang Menangkap Perhatianku Bukanlah Apa Yang Mereka Kenakan.
Tapi Terlihat Seperti Apa Mereka Berdua , Mereka Sangat Tampan Dan Memancarkan Aura Yang Aneh.
Aura Seperti Neo , Dan Yang Paling Membuatku Terkejut Adalah Mata Mereka.
Mata Mereka Sama Seperti Neo... Mata Yang Memancarkan Kekuatan Dan Kemarahan...
Mata Yang Berwarna Merah Darah...

Monday, July 12, 2010

Chp.5

Chapter 5
Beyond This World

"Kukira Kita Akan Kembali Ke Losmen?"Tanyaku Kepada Neo.
"Tidak Sebelum Kita Merawat Lukamu."
"Jadi?Kemana?"
"Rumah Sakit , Kemana Lagi?"
"Aku Benci Rumah Sakit."
"Hanya Sebentar , Untuk Menjahit Luka Luka Mu Saja."
Supir Taksi Melihat Ke Arahku Terheran-heran.
Aku Sadar Kemudian Kalau Dia Akan Menanyakan Apa Yang Terjadi Kepadaku.
Aku Membutuhkan Alasan...Yang Cepat,Singkat,Dan Jelas.
"Apa Yang Terjadi Padanya?"Tanya Supir Taksi Itu Kepada Kami.
"Jatuh Dari Tangga , Kepalanya Terbentur Dinding Kaca Tapi Untungnya Dia Masih Sadar."Jawab Neo.
"Oh...Kasihan Sekali Nasibmu Kawan , Kau Pasti Kesakitan Tapi Tenang Saja Kita Sudah Sampai."
Untung Saja Neo Tahu Apa Yang Harus Dia Katakan,Karena Aku Tidak Punya Cukup Waktu Untuk Berpikir.
Bangunan Serba Putih Yang Aku Lihat Di Depan Mataku Saat Ini Memang Benar-Benar Mencerminkan Sebuah Rumah Sakit.
Pemandangan Yang Benar-Benar Memancarkan Aura Kesedihan.
Setelah Kami Berhenti,Neo Memberikan Selembar 100 Dollar Kepada Supir Taksi Itu.
"Simpan Saja Kembaliannya."
Supir Taksi Itu Kemudian Melihat Ke Arah Neo Dengan Rasa Senang Di Wajahnya
"Wow , Terima Kasih Kawan."
"Ayo."
Neo Menarik Kerah Bajuku , Aku Mengikutinya Tidak Berdaya.
Kami Menuju Meja Reseptionis , Neo Berbicara Sebentar Dengan Perawat Yang Duduk Disana.
Lalu Kami Naik Lift Menuju Lantai 15 , Setelah Itu Kami Berhenti Di Depan Sebuah Ruangan.
Ruangan Yang Cukup Aneh , Didepan Pintu Itu Tertulis "DO NOT ENTER , RING THE BELL BUT DO NOT ENTER"
Ada Sebuah Bel Menempel Di Depan Pintu Itu.
"Err...Ruangan Apa Ini?Siapa Yang Akan Kita Temui?"
"Spesialis."
Neo Masuk Tanpa Menghiraukan Peringatan Yang Ada Di Depan Pintu.
"Ehh...Bukankah Kita Seharusnya Membunyikan Bel Di Depan Pintu?"
"Hanya Untuk Orang Yang Tidak Tahu Apa-apa , Ikuti Aku."
Aku Mengikutinya Dari Belakang,Ruangan Itu Kosong Tidak Ada Seorangpun Disana.
Tiba-Tiba Saja Seseorang Menodong Kami Dengan Shotgun Ditempelkan Ke Kepalaku.
"Freeze.."
"A-A-Apa!?"
"Kau Juga."
Orang Itu Memegang Shotgun Dengan Tangan Kirinya Menempel Di Kepalaku Dan Sebuah .45 Semi Automatic Di Tangan Kanannya Mengarah Ke Neo.
Aku Panik,Dan Ketakutan.Rumah Sakit Macam Apa Yang Merawat Seseorang Dengan Senjata Api Dan Menodongnya Di Kepala Orang!!
"Apa Yang Kalian Mau?"
"B-B-Bukan Apa-Apa,Kami Akan Pergi Sekarang,Benarkan Neo?"
"Baiklah Gecko , Berhenti Bercanda..Ini Aku."Kata Neo Sambil Berputar Balik
"Neo?Ternyata Kau , Hahahaha , Duduklah."Katanya Sambil Menurunkan Senjatanya.
"Siapa Temanmu?"Lanjutnya.
"Korban Yang Selamat Dari Keluarga Grants.."
"Dari Keluarga Grants?Keberuntungan Yang Luar Biasa!!! Siapa Namamu?"
"Lloyd..Evrest."
"Namaku Greckorian Van Dalien,Panggil Saja Aku Proffessor Gecko."
"Just Old Man Would Be Fine."
"Kau Memang Sudah Seperti Anak Untukku Neo."Katanya Tertawa.
Untuk Orang Seusianya , Dia Terlihat Sangat Kuat.
Lihat Saja Dia! Memegang Shotgun Dengan Satu Tangan Kiri Dan Senjata Lain Di Tangan Kanannya.
Dia Botak Di Tengah Kepalanya Tapi Masih Mempunyai Rambut Putih Di Sisi-sisi Kepalanya.
Kakek Tua Ini Mungkin Berumur Sekitar 60 Tahun.
Dia Memakai Pakaian Serba Putih Seperti Pakaian Para Dokter.
"Baiklah Neo...Apa Yang Kau Ingin Aku Lakukan?"
"Rawat Lukanya."
"Hanya Untuk Hal Seperti Itu!? Pergilah Cari Dokter Yang Lain , Masih Banyak Yang Lebih Handal Dari Aku."
"Kau Benar , Dan Bagaimana Kalau Aku Memberitahu Mereka Bahwa Dia Diserang Oleh Seorang Vampire Yang Hampir Mengoyak Lehernya?"
"Baiklah-Baiklah , Kuharap Kau Tahan Akan Rasa Sakit Lloyd...Aku Bukan Spesialist Akan Hal Seperti Ini , Jadi Pasti Akan Terasa Sakit."
"Memangnya Kau Spesialist Apa?"Tanyaku.
"Mayat , Otopsi , Hal-Hal Seperti Itu."Jawab Neo.
"ARGHHHH...Tidak Bisakah Kau Memberitahuku Sebelum Menyuntikku!?"Erangku Kesakitan.
"Don't Be Such A Baby." Kata Gecko.
"Tunggu!! Aku Belum--OUCHHH!!!"
Belum Selesai Aku Berbicara Dia Sudah Menusukkan Jarum Ke Tanganku.
"Aku Akan Menunggu Di Luar..."Kata Neo.
Neo Keluar Dari Ruangan Itu...Dan Aku Masih Berteriak Kesakitan.
Dia Berjalan Menuju Balkony,Sama Sekali Tidak Ada Siapa-Siapa.
Dia Duduk Disana,Meratapi Bulan Dengan Mata Merahnya Yang Indah...

*****

Aku Tidak Tahu Apa Yang Sebenarnya Terjadi...
Yang Aku Tahu Aku Lahir Dari Kegelapan..
Mataku Tidak Bisa Melihat...
Aku Bagaikan Buta...
Tapi Anehnya Aku Sama Sekali Tidak Takut...
Yang Lebih Mengherankan Lagi,Aku Menyukai Kegelapan Ini...
Dan Akhirnya...
Setelah Kubuka Mataku,Aku Bisa Melihat Sepasang Laki-Laki Dan Perempuan..
Sang Laki-Laki Berteriak "Anakku!!Anakku Sudah Lahir!!"
Dan Yang Perempuan Berkata "Bagaimana Dengan Namanya?"
"Ya Tentu Saja...Nama...Namanya..."Sang Laki-Laki Terlihat Kesulitan Untuk Menamakan Anak Ini.
"Nama Seperti Apa Yang Kau Inginkan?"
"Aku Menginginkan Nama Yang Terlihat Kuat Untuk Dia,Sejak Mulai Hari Ini Dia Adalah Yang Paling Kuat Dari Jenis Kita,Nama Yang Menggambarkan Seperti Samurai Dari Jepang Atau Pejuang Dari Bangsa Sparta.Yang Tidak Takut Akan Kematian Dan Tidak Terkalahkan."
"I See...Then... I Think I Know The Perfect Name For Him.."
"Really? Tell Me!!"
"How About...Kurando?"
"Kurando!?Kurando...Kurando...Itu Nama Yang Sempurna Untuknya!!"
"Kalau Begitu Itulah Nama Untuknya Mulai Hari Ini , Nama Putra Kita."
"Yes...From Today Forward Your Name Shall Be Kurando!! The One Who Shine At Darkness,The Fury Of The Dragon And The High King!!"Kata Sang Laki-Laki Kepadaku.
"Easy There My Love...Aku Tahu Kau Ingin Dia Menjadi Sosok Yang Sempurna...Tapi Jangan Berharap Terlalu Banyak."
"Apa Maksudmu?Adalah Kewajiban Semua Orang Tua Untuk Memimpikan Anaknya Menjadi Yang Terbaik , Kenapa Kau Tidak Melakukan Hal Yang Sama?"
"Aku Tahu , Tapi Kalau Kau Menaruh Harapan Sebanyak Itu..Dia Juga Akan Menderita Karena Harus Memenuhinya.."
"Darah Sang Raja Ada Didalam Dirinya,Dia Sudah Mempunyai Bakat Saat Dia Membuka Matanya!!Bahkan Tanpa Aku Berharap Dia Akan Menjadi Yang Terbaik!!"
"Ya...Aku Juga Berharap Begitu..."
"Don't Worry My Love...Our Son Is The Most Powerful Being In Our Race , And One Day Even The World!!"
"Kau Dengar Itu Kurando?Ayahmu Berharap Sangat Banyak Padamu , Tapi Jangan Khawatir...Walaupun Kau Tidak Memenuhinya Kami Akan Tetap Sayang Kepadamu."
"Apakah Kau Melihat Matanya,Cintaku?"Tanya Sang Laki-Laki Kepada Pasangannya.
"Ada Apa Dengan Matanya?"
"Mata Yang Mencerminkan Seorang Raja..."

*****

"There...All Done."
"Apa Kau Tidak Bisa Sedikit Lebih Lembut?"Gerutuku.
"Kau Bukan Anak Kecil , Kemarikan Tanganmu..Akan Kuperban."
Aku Membiarkan Tangan Kiri Ku Dibalut Oleh Perban..
Tiba-tiba Saja Neo Masuk Kedalam Ruangan.
"Sudah Selesai?"
"Ya...Dalam Tiga Hari Luka-Luka Ini Akan Sembuh Total , Tidak Ada Yang Perlu Dikhawatirkan."
"Bagaimana Perasaanmu Lloyd?" Tanya Neo Kepadaku.
"Lelah...Bisa Kita Kembali Sekarang? Aku Ingin Mengistirahatkan Kepalaku Dan Pikiranku."
Neo Mengganguk. "Baiklah Gecko , Kami Pergi Sekarang."
"Tidak Perlu Terburu-Buru , Bagaimana Dengan Secangkir Kopi Terlebih Dahulu?"
"Tidak Terima Kasih , Aku Masih Harus Berburu."
Berburu?Pikirku...
Apa Yang Diburu Neo?Tear...Dan Keluarga Grants...Pasti Mereka Yang Neo Kejar.
"Baiklah Kalau Begitu...Semoga Beruntung Neo."
"Thanks... Old Man."
"Lloyd , Sebelum Kau Pergi Ada Yang Harus Kuberitahu Kepadamu."
"Ya?"
"Beyond This World There's Another World,A World That You Should Have Never See
"But Don't Be Afraid , And Don't Try To Do Anything Stupid."
"...? Well,Thanks Anyway Prof." Jawabku Tidak Mengerti Akan Kata-katanya.
Setelah Mengucapkan Salam Perpisahan Kami Turun Kembali Ke Lantai Dasar.
Neo Mencari Taksi Lagi Untuk Kami Berdua.
Dengan Waktu Tiga Puluh Menit Kami Sudah Sampai Kembali Ke Losmen Kami.
"Lloyd."
"Huh?"
"Kalau Kau Melihat Tear Atau Siapapun Masuk Ke Kamarmu Dan Mencoba Sesuatu , Berteriaklah."
"...Berteriak?Kau Bercanda?"
"It Will Save Your Life."
"Whatever."
"Night."
Aku Kembali Ke Kamarku.
Didepan Pintu , Aku Terdiam Untuk Beberapa Saat.
Berpikir Apa Yang Akan Kulakukan Kalau Aku Bertemu Lagi Dengan Tear.
Tubuhku Terasa Membeku,Tidak Mau Mendengarkan Perkataanku.
Otakku Memutar Balik Kejadian Saat Di Atap Salah Satu Bangunan Di London.
Sosok Tear Yang Menyerupai Iblis , Perutku Kembali Terasa Mual.
Tiba-Tiba Saja Pintu Terbuka...
Daniel Yang Membukanya.
"Lloyd? Darimana Saja Kau? Dan...Apa Yang Terjadi Denganmu?" Tanya Daniel Sambil Melihat Luka-lukaku.
"Ceritanya Panjang , Siapa Saja Didalam?"
"Hanya Aku Dan Jessica."
"Tear Tidak Ada Didalam?" Tanyaku Penasaran.
"Dia Pergi Bersamamu Kan? Aku Mengira Kau Akan Pulang Bersama Dia. Apa Yang Terjadi?"
"Ceritanya Juga Panjang , Tapi Yang Pasti Aku Tidak Ingin Menceritakannya Sekarang...Aku Terlalu Lelah Bahkan Untuk Berpikir Jernih..."
"Well , Kau Memang Terlihat Berantakan...Masuk Dan Tidurlah."
"Thanks..."
Aku Masuk Dan Berbaring Di Ranjangku...
Daniel Sudah Kembali Ke Tempat Tidurnya , Dan Dia Mendengkur...Memberitahukanku Bahwa Dia Sudah Tidur Lelap.
Begitu Juga Dengan Jessica...Tapi Aku Tidak.
Aku Menutup Mataku , Tapi Tidak Bekerja...Aku Masih Membayangkan Tear.
Kemana Tear Pergi? Berburu? Mengingat Dia Gagal Memangsaku , Mungkin Saja Dia Mencari Makan Malam Lagi.
Aku Tidak Bisa Tidur , Jadi Aku Menarik Laptopku Dari Tasku Dan Menyalakannya.
Aku Membuka Internet , Dan Mencari Apapun Yang Bisa Kutemukan Tentang Vampire.
Aku Juga Membaca Buku-Buku Yang Kubawa.
Tapi Hasilnya Nihil , Aku Sudah Pernah Membaca Semua Buku Ini.
Dan Hal-Hal Yang Kutemukan Di Internet Tidak Membatu Sama Sekali.
Ketika Aku Memasukkan Buku-Buku Ku Kembali Ke Tas , Aku Melihat Ada Satu Lagi Buku Yang Belum Kulihat.
Buku Ini Masih Disampul...Menandakan Bahwa Buku Ini Masih Baru.
Buku Ini Juga Merupakan Buku Legenda , Tapi Aku Tidak Pernah Melihat Buku Ini.
Aku Tidak Bisa Mengingat Aku Membeli Buku Ini...Bagaimana Mungkin Aku Membawa Buku Yang Bahkan Aku Tidak Ingat Aku Membelinya.
Pertanyaanku Terjawab , Di Depan Buku Ditempel Sebuah Kertas Yang Bertuliskan "From Your Handsome Uncle."
Chris Yang Membelikanku Buku Ini.
Mungkin Saja Buku Ini Memuat Sesuatu Yang Aku Cari...Apa Sebenarnya Vampire Itu.
Aku Merobek Sampulnya , Dan Langsung Mencari Tentang Vampire.
Aku Menemukannya...
'VAMPIRE:
Predator Paling Berbahaya Di Dunia.
Vampire Di Legenda Dikatakan Membenci Cahaya Matahari,Bawang Putih,Salib,Air Suci,Dan Perak.
Tapi Ada Lagi Kenyataan Yang Berbeda,Yang Benar Benar Berbeda.
Vampire Pada Kenyataannya Mempunyai Wujud Seperti Manusia.
Tapi Kesempurnaan Pada Manusia Ini Sangat Mencolok.
Di Dunia Ini Tidak Ada Manusia Yang Sempurna.
Mereka Mempunyai Sayap Yang Aslinya Tertempel Di Punggung Mereka,Tapi Tidak Terlihat.
Mereka Juga Senang Mempermainkan Mangsa Mereka,Sebelum Mangsa Mereka Dibunuh.
Dikutip Dari "Beyond This World , 1863" Hymnos Library.'
Entah Kenapa...
Aku Merasa Bahwa Buku Ini Menceritakan Yang Sesungguhnya...
Bahkan , Aku Merasa Yakin Bahwa Mungkin Buku Ini Adalah Satu-Satunya Buku Yang Menceritakan Tentang Vampire Yang Asli.
Aku Butuh Lebih Banyak Lagi Informasi..
Aku Membuka Halaman Berikutnya...
Tapi , Hanya Sampai Disitu...
Halaman Ini Tidak Lengkap..
Aku Mengingat Bahwa Neo Pernah Menyinggung Akan Satu Buku Di Perpustakaan Hymnos.
Buku Yang Menyangkut Tentang Vampire...
Dia Menyuruhku Untuk Membaca Buku Itu Sebelum Pergi Ke Sini.
Dia Memberitahuku Bahwa Jawaban Yang Kucari Mungkin Ada Didalam Buku Itu.
Aku Tidak Membaca Buku Itu Karena Aku Yakin Aku Tahu Segala Sesuatu Yang Berhubungan Dengan Vampire.
Ternyata Aku Salah...Sebagai Bukti Aku Hampir Saja Menjadi Makan Malam Vampire.
Berikutnya Jika Neo Menyuruhku Untuk Melakukan Sesuatu Sebelum Menghadapi Bahaya Akan Kuikuti.
Aku Juga Tidak Sempat Mencarinya , Tapi Aku Berniat Akan Mencarinya Saat Kami Kembali Ke Grifin.
Aku Berbaring Dan Menutup Mataku..Mencoba Untuk Tidur.
Setelah Beberapa Saat,Akhirnya Aku Tertidur...
Tertidur Lelap , Membebaskan Pikiranku Dari Tear.

*****

Cahaya...
Satu-Satunya Hal Yang Bisa Kulihat Pertama Kali Adalah Cahaya..
Dan Yang Kuketahui Adalah Aku Lahir Dari Cahaya..
Aku Melihat Ada Seorang Laki-Laki Dan Seorang Perempuan.
Mereka Berpasangan...Menunggu Anak Mereka Yang Pertama Untuk Lahir.
Dan Aku Adalah Hasil Dari Yang Mereka Tunggu.
Sesaat Aku Membuka Mataku,Yang Perempuan Melihatku Dengan Kasih Sayang Yang Mendalam.
"Keluarga Hyuga Sudah Melahirkan Anak Mereka Yang Pertama Beberapa Jam Yang Lalu."Kata Sang Laki-laki.
"Benarkah? Siapa Namanya?"Tanya Sang Perempuan.
"Kurando Hyuga... Bagaimana Dengan Anak Kita?"
"Sehat... Kau Terlihat Tidak Begitu Bahagia , Apa Yang Mengganjal Di Pikiranmu?" Tanya Sang Perempuan Kepada Pasangannya Khawatir.
"Tentu Saja Aku Bahagia...Hanya Saja Keadaan Keluarga Hyuga Meresahkan Pikiranku."
"Maksudmu Tentang Anak Mereka?Karena Ibunya , Bukan Begitu?"
"Ya...Aku Khawatir Akan Terjadi Sesuatu.."
"You Worried Too Much My Love...Berbahagialah Lebih , Karena Anak Pertama Kita Telah Lahir..."
"Kau Benar...Mungkin Aku Berpikir Terlalu Keras."
"That's Better...Now , About Our Son."
"Ada Apa Dengan Putra Kita!?" Sang Laki-laki Bertanya Dengan Nada Khawatir.
"Apakah Kau Sudah Memikirkan Nama Untuknya?"
"Aku Mengira Terjadi Sesuatu Kepadanya...Jangan Mengagetkanku Untuk Hal Yang Tidak Penting Seperti Ini."
"Tentu Saja Nama Untuk Anak Kita Penting,Kau Berkata Seperti Ini Karena Kau Belum Mendapatkan Nama Untuk Anak Kita...Bukan Begitu?"
"You Got Me , Sweetheart."
"Sudah Kuduga...Aku Sudah Menyiapkan Beberapa Nama Untuknya , Kau Mau Mendengar?"
"Benarkah?Tentu Saja Aku Mau."
"Benjamin , Bagaimana Menurutmu?"
"Aku Tidak Menyukainya.."
"Gabriel?"
"Terlalu Sering Dipakai."
"Hmm... Aku Tahu... Bagaimana Dengan Llyod..?"
"Lloyd? Tidak..Tidak Cocok."
"Tapi Itu Nama Favoritku , Sayangku.."Desah Sang Perempuan.
"Nama Yang Bagus , Tapi Tidak Cocok Dengan Nama Keluarga Kita , Jangan Marah Sayang."
"Kalau Begitu Kau Yang Memberinya Nama."Gerutu Sang Perempuan Kesal.
"Baiklah-Baiklah...Hmm...Verkand...Vernandi...Itu Nama Perempuan..."
Sang Perempuan Masih Menunggu Pasangannya Untuk Memberi Nama Putra Pertama Mereka.
"Aku Tahu!!" Teriak Sang Laki-Laki Tiba-Tiba.
"Kalau Begitu Cepat Beri Tahu Aku."
"Verserk... Verserk Vanity."

*****

Aku Bangun Dengan Mata Yang Terbuka Lebar..
Bahkan Cukup Terkejut..
Ini Pertama Kalinya Aku Bermimpi Seperti Itu.
Siapa Orang-Orang Yang Ada Di Mimpiku?
Dan Apa Hubungannya Sehingga Aku Bisa Memimpikan Mereka?
Tidak Ada Jawaban Pasti Dalam Hal Seperti Ini.
Aku Masuk Ke Dalam Kamar Mandi Dan Mengunci Pintu.
Aku Berendam Dalam Air Hangat , Menenangkan Pikiranku.
Perbanku Basah Dan Luka-lukaku Terasa Perih Sedikit , Tapi Aku Sama Sekali Tidak Peduli.
Aku Hanya Ingin Beberapa Momen Untuk Menenagkan Pikiranku Dan Beristirahat.
Daniel Dan Jessica Sudah Tidak Ada Didalam Kamar.
Jadi Kupikir Mereka Pasti Sudah Pergi Dari Tempat Ini.
Aku Mendengar Ada Seseorang Yang Masuk Kedalam Kamar.
Secara Refleks Aku Tidak Bergerak...
Tubuhku Membeku , Dan Sudah Bereaksi Lebih Dulu Sebelum Ingatanku.
Bagaimana Kalau Tear Mencariku?
Aku Sendiri Dan Neo Tidak Ada Disini!!
"Lloyd?Kau Didalam Sana?"
Aku Mendengar Suara Laki-Laki..Dan Otakku Mencerna Bahwa Itu Adalah Suara Daniel.
Tubuhku Langsung Melemas...Merasa Lega , Bahwa Daniel Yang Berada Di Luar Kamar Mandi.
"Ya , Dan...Aku Disini."
"Bagaimana Keadaanmu?"
"I'm Fine."
"Well , Senang Mendengarnya , Bersiap-siaplah , Kita Akan Pergi Sebentar Lagi."
"Pergi? Kemana?"
"Hari Ini Kita Diperbolehkan Untuk Berkeliling Sendiri,Tidak Mungkin Kita Akan Melewati Kesempatan Seperti Ini Kan?"Katanya Sambil Tertawa.
"Maaf , Tapi Aku Belum Sesehat Itu...Kurasa Kalian Harus Pergi Tanpa Aku."
"Ayolah...Tear Juga Akan Ikut."
"Tear!?"
"Kenapa Kau Terkejut?"
"Bagaimana?"
"Kami Bertemu Dengan Tear Dibawah , Dan Kami Mengajaknya Untuk Ikut Kami..Dia Setuju Untuk Ikut."
Aku Terdiam Untuk Beberapa Saat.
"Lloyd? Jadi...Apa Kau Ikut?"
"Tunggu Aku Dibawah...Aku Akan Segera Menyusul."
"Baiklah , Cepatlah."
Aku Mendengar Suara Pintu Dibuka Dan Ditutup Kembali...
Daniel Sudah Keluar Dari Dalam Kamar.
Apa Yang Kupikirkan!?Kenapa Mulutku Terasa Bergerak Sendiri?
Apa Yang Sebenarnya Terjadi?Mestinya Aku Menghindarinya...
Seperti Kata Neo...Lalu Kenapa?
Tidak Ada Gunanya Untuk Dipikirkan Sekarang...
Aku Keluar Dari Bathtub , Dan Mengeringkan Badanku.
Aku Memakai Selembar Kaus Hitam Dan Celana Jeans Biru Panjang , Setelah Itu Aku Turun Ke Lantai Dasar.
Daniel Dan Jessica Sudah Menunggu Disana , Begitu Juga Dengan Tear...
Dia Sudah Mengganti Kausnya Dengan Yang Baru , Apa Berarti Dia Kembali Tadi Malam?
Tapi Kurasa Itu Tidak Mungkin Terjadi , Mungkin Ivory Yang Meminjamkannya Baju.
Dia Menggunakan Kaus Pink Dan Celana Biru Pendek Dan Sebuah Topi Biru Bertuliskan I Love London , Tapi Tetap Saja Tidak Berubah.
Apapun Yang Dia Kenakan , Dia Masih Saja Memukauku Dengan Kecantikannya.
Dan Meskipun Dia Memakai Topi , Aku Masih Bisa Melihat Matanya Dan Mata Birunya Masih Saja Membuatku Terpesona Tidak Berdaya.
Aku Mencoba Untuk Membuat Tidak Ada Yang Pernah Terjadi Diantara Kami.
Maksudnya Adalah Tidak Ada Adegan Dimana Dia Mencoba Untuk Membunuhku.
Tapi Sepertinya Dia Tidak Merasakan Hal Yang Sama.
Tear Terlihat Cukup Terkejut Ketika Melihatku , Aku Menatapnya Dan Dia Balas Menatapku.
Suasana Hening Diantara Kami Untuk Beberapa Saat.
"Lloyd!!"
"Ugh...Kau Tidak Perlu Berteriak Jess."
"Apa Kau Bahkan Mendengarkan Kami?"
"Ehm...Apa Yang Sedang Kita Bicarakan?"
"*sigh*Aku Dan Daniel Sedang Berdebat , Kemana Kita Akan Pergi..Aku Ingin Berbelanja Baju Dan Melihat-lihat London."
"Dan Aku Ingin Mengunjungi Pameran Ferrari Di Dekat Sini,Kita Bisa Berbelanja Kapan Saja , Tapi Autoshow Ini Hanya Akan Berlangsung Selama 2 Hari , Dan Ini Adalah Hari Terakhir!!"Potong Daniel.
"Jadi?Mana Yang Kalian Pilih?
"Tear...Tentu Saja Kau Memilih Baju,Iya Kan?"
"Eh?"
"Benarkan!?"Kata Jessica Dengan Nada Mengancam.
"T-Tentu Saja."
"Lloyd , Kalau Kau Laki-laki , Kau Pasti Memilih Pameran Mobil."
"B-Benar."
"Mobil!!" Teriak Daniel.
"Baju!!" Teriak Jessica.
Keduanya Sama-Sama Bersikeras Untuk Pergi Ke Tempat Yang Mereka Mau.
Dan Kelihatannya Tidak Akan Selesai Dalam Waktu Yang Dekat Ini.
"Bagaimana Dengan Secangkir Kopi Sebelum Waktu Habis...Kalian Bisa Berdebat Disana Sesuka Hati Kalian."Usulku Tidak Tahan Mendengar Mereka Berdebat.
"Ada Cafe Yang Baru Saja Dibuka Beberapa Minggu Yang Lalu Di Seberang Jalan , Mereka Terkenal Akan Rasa Kopi Mereka."Lanjut Tear.
"Ide Bagus!!Yang Pertama Sampai Disitu Yang Akan Menentukan Kemana Kita Akan Pergi!!"Sambung Daniel.
Setelah Berkata Seperti Itu,Daniel Langsung Berlari Keluar Dari Losmen.
"Hei!! Jangan Curang!! Tunggu Aku!!"
Jessica Juga Berlari Menyusul Daniel , Meninggalkan Aku Berdua Dengan Tear.
"Apa Maksudmu?"Tanya Tear Tiba-tiba Kepadaku.
"Huh?"
"Kedatanganmu...Apa Kau Bermaksud Menghinaku Karena Gagal Memangsamu?"
"Aku Tidak Mengerti."
"Atau Kau Memang Hanya Ingin Mati?Aku Bisa Saja Memangsamu Sekarang Lloyd..."Katanya Sambil Tersenyum Jahat.
"Kalau Kau Mau Menggigitku , Gigit Saja...Apa Yang Kau Tunggu?"
Kata-Kata Itu Terselip Saja Dari Mulutku , Dari Mana Aku Mendapat Keberanian Untuk Berkata Seperti Itu!?
"Kau Akan Hidup...Untuk Sementara..."
"Bisa Kita Berjalan Sekarang? Mereka Akan Marah Kalau Dibuat Menunggu Terlalu Lama."
"Huh..."
Tear Berjalan Didepanku , Dan Aku Mengikutinya...
Aku Baru Menyadari Bahwa Dia Memakai Sepatu Hak Tinggi..Dari Suara Yang Kakinya Timbulkan.
Begitu Juga Dengan Jalannya Yang Sedikit Kesulitan.
"High Heels?Since When?"
"Sejak Dulu..Aku Sering Memakai Hak Tinggi , Kau Hanya Tidak Tahu Aku Yang Sebenarnya Lloyd."
"True , Tapi Aku Cukup Tahu Bahwa Kau Baru Belajar Memakai Sepatu Hak Tinggi."
Tear Terkejut Mendengar Perkataanku , "A-Apa Maksudmu?"
"Tidak Perlu Berbohong Padaku , Perempuan Yang Sudah Lama Memakai Sepatu Hak Tinggi Tidak Akan Kesulitan Berjalan."
"Maksudmu Aku Tidak Bisa Memakai Sepatu Hak Tinggi?Kau Salah!!Aku Sudah Memakai Sepatu Hak Tinggi Sejak Dulu!!"
"That's Not What I'm Saying."
"Akan Kubuktikan Kepadamu!! Aku Bahkan Akan Berlari!!"Katanya Jengkel.
Tear Berjalan Cepat Seperti Berlari..
Tapi Aku Tahu Dia Hanya Bisa Berjalan Secepat Itu , Dia Tidak Bisa Berlari Karena Kesulitan Bahkan Untuk Berjalan Biasa.
Dengan Sepatu Hak Tinggi Sekitar 10cm Untuk Seorang Pemula , Aku Tidak Heran.
Logikanya Walaupun Kau Sudah Memakai High Heels Selama Bertahun-tahun , Kau Masih Tidak Akan Bisa Berlari Memakainya.
Aku Mengeluarkan Senyuman , Dan Menahan Tawaku , Dan Sepertinya Dia Melihatnya , Mungkin Dia Menyangka Bahwa Aku Mengejeknya.
Hasilnya Dia Terlihat Jengkel Dan Bahkan Mencoba Untuk Berjalan Lebih Cepat...
Setelah Itu Semua Terjadi Begitu Cepat..
Tear Tersandung , Dan Terjatuh..Dan Secara Refleks Aku Menangkap Tangannya Dan Pinggangnya , Mencegahnya Untuk Jatuh.
Pandangan Kami Bertemu Untuk Beberapa Saat Dan Saat Itu Juga , Aku Merasa Bahwa Didunia Ini Hanya Ada Kami Berdua.
Aku Menatap Mata Birunya Yang Indah , Dan Dia Balas Menatapku.Tidak Ada Yang Mencoba Untuk Berdiri Dengan Benar Lagi.
Setelah Beberapa Saat , Tear Terlihat Terkejut , Dan Dia Menarik Tangannya Dengan Cepat.
Aku Menyadarinya Dan Memalingkan Wajahku Tersadar Bahwa Aku Tersipu.
"Lloyd...Mereka Akan Marah Kepada Kita Jika Kita Tidak Sampai Disana Dengan Cepat."Bisiknya.
Tear Kembali Berjalan Setelah Mengatakan Itu.
Aku Mengikutinya Dari Belakang , Aku Berpikir Mencoba Untuk Mencari Arti Dari Apa Yang Baru Saja Terjadi.
Bayangan Iblis Tear...Perlahan-lahan Mulai Redup...Tapi Aku Masih Bisa Melihatnya Dengan Jelas.
Tapi Ada Juga Sesaat , Saat Aku Menutup Mataku Aku Juga Melihat Bayangan Tear Yang Aku Tahu.
Tear Yang Sempurna , Baik , Cantik , Pintar , Dan Ramah Ke Semua Orang.
Aku Berpikir Lagi Mencoba Untuk Melupakan Hal Itu , Aku Tahu Bahwa Semua Itu Hanya Akting Yang Tear Mainkan Untuk Mendapatkan Makan Malam.
Mereka Juga Senang Mempermainkan Mangsa Mereka , Sebelum Mereka Dibunuh.
Aku Mengingat Kembali Apa Yang Aku Baca Dibuku Itu Semalam.
Tear...Bukan...Semua Vampire Melakukan Hal Seperti Akting Untuk Mempermainkan Mangsanya Karena Mereka Menyukainya.
Seperti Hobi...Hanya Saja Hobi Yang Menjijikan.
"Kalian Lamban!!"Gerutu Jessica.
"Benar , Apa Saja Yang Kalian Lakukan?"
"Tidak Ada , Hanya Kalian Saja Yang Terlalu Cepat."Jawabku.
"Apakah Kita Akan Memesan Secangkir Kopi Sekarang?"Tanya Tear.
Kami Masuk Ke Dalam , Dan Cafe Yang Sedikit Bising Akibat Suara Orang-Orang Menghilang.
Semua Orang Yang Berada Disana Melihat Kami.
Begitu Juga Dengan Semua Waiter , Bahkan Ada Yang Menaruh Kecap Di Kopi Mereka.
Kata Kami Terasa Kurang Tepat , Lebih Tepatnya Adalah Melihat Tear.
Kesempurnaannya Memukau Semua Orang , Termasuk Aku.
Tidak Ada Yang Tidak Melihat Tear.
Yang Laki-Laki Terpesona Dan Yang Perempuan Merasa Kalah Darinya.
Kami Duduk Di Dekat Dinding Kaca , Daniel Duduk Disebelahku Dan Tear Duduk Di Samping Jessica.
Lalu , Seorang Waitres Menghampiri Kami , Untuk Mengambil Pesanan.
"Kopi Hitam."
"Teh Hangat."
Pesan Daniel Dan Jessica.
"Kopi Susu."
Tear Dan Aku Memesan Minuman Yang Sama Dan Mengatakannya Bersamaan.
Tear Terkejut Dan Menatapku Kesal,Disaat Itu Juga Aku Mendengar Siulan Daniel.
Aku Tidak Peduli Dengan Tatapannya.
Kalau Dia Tidak Suka , Dia Bisa Memesan Yang Lain.Aku Tidak Peduli.
"Jadi...Sejak Aku Menang , Kita Akan Pergi Berbelanja."
Jessica Yang Memulai Berbicara.
"Tidak Adil!! Kenapa Ditentukan Dengan Lomba Lari?"Protes Daniel
"Kau Sendiri Yang Mengatakannya , Dan Kau Juga Curang Karena Mencuri Start!"
"Tapi--"
"Sudahlah Dan , Dia Mengalahkanmu , Kita Ikuti Kemauan Mereka."
Aku Memotong Perkataan Daniel Karena Pasti Akan Ada Perdebatan Lagi Kalau Aku Tidak Menghentikannya.
"Lihat? Bahkan Lloyd Mendukungku."
"Apa Boleh Buat...Tapi Bagaimana Kau Bisa Berlari Secepat Itu!?'
"Jessica Pemenang Lomba Lari Seratus Meter Selama Lima Tahun Berturut-turut."Jawab Tear.
"A-Apa!? Aku Tidak Pernah Mendengar Hal Seperti Itu Sebelumnya!! Kau Menang Melawan Neo?"
"Tidak , Neo Tidak Mengikuti Semua Ekstrakulikuler Aktivitas , Lari Adalah Salah Satu Yang Tidak Dia Ikuti."Jawabku
"Mestinya Aku Belajar Sejarahku Tentang Orang-Orang Disini Sebelum Aku Menantangmu Jess."Kata Daniel Menyesal
"Too Late" Kata Jessica Tertawa.
***

"Apa Yang Si Bodoh Itu Lakukan?"
Neo Berdiri Di Atap Salah Satu Dinding Diseberang Cafe Yang Sedang Lloyd Dan Teman-Temannya Kunjungi.
"Apakah Dia Sudah Lupa Bahwa Iblis Itu Mencoba Membunuhnya Dua Hari Yang Lalu?"
"Calm Down Neo , Seperti Bukan Kau Saja."Kata Seseorang Dibelakangnya.
Orang Itu Berambut Perak Putih Dan Dia Mengenakan Jaket Panjang Berwarna Biru Dan Baju Berwarna Hitam Dengan Gambar Seorang Vampire Sedang Di Bakar.
"Siapa Yang Bersama Dengan Tear Disana?"
"Satu Korban Dan Dua Orang Awam."
"Korban?"
"Dia Diserang Tear , Hampir Saja Menjadi Makan Malamnya."
"Dan Dia Tetap Mendekati Tear? Wow...Kupuji Keberaniannya."Laki-Laki Itu Menatap Lloyd Dengan Kagum.
"Akan Kuurus Nanti , Kau Sudah Mendapat Apa Yang Kuminta?"
"Ya , Aku Menyimpannya Di Jembatan , Kau Bisa Mengambilnya Nanti , Dan Mereka Setuju Untuk Mengirim Oswald Kesini."
"Hmm...."Gumam Neo.
"Jadi Apa Yang Akan Aku Lakukan Sekarang?"
"Cari Tanda-Tanda Akan Sarang Mereka Disini , Kalau Dugaanku Benar Mereka Sudah Membuat Satu Atau Dua Di Sini."
"Ada Lagi?"
"Aku Akan Membutuhkanmu Juga Virgil , Setelah Kau Selesai Disini , Naiki Pesawat Pertama Menuju Grifin."
"Untuk Apa?"
"Permainan Ini Sudah Berlangsung Terlalu Lama , Saatnya Untuk Menutup Tirai Permainannya Sekarang."

***

"Kenapa Semua Orang Melihat Kita?" Tanya Daniel.
"Entahlah , Apakah Ada Sesuatu Yang Aneh Di Pakaianku?" Kata Jessica.
"Tidak , Semuanya Normal...Bagaimana Dengan Mukaku?" Tanya Daniel Kembali.
"Mukamu Tidak Pernah Berubah Dan , Masih Aneh Seperti Dulu."Jessica Terkekeh Mendengar Perkataannya Sendiri.
Tear Mengeluarkan Tawa Kecil , Begitu Juga Dengan Aku.
"Ya Ya , Tertawa Saja Kalian , Tapi Aku Masih Tidak Tahu Kenapa Semua Orang Melihat Kita."
"Mereka Tidak Melihat Kita...Mereka Melihat Tear." Jawabku.
Tear Melihatku Dan Menatapku Dengan Garang.
Tapi Aku Tidak Memperdulikannya , Aku Hanya Mengatakan Kenyataan.
Aku Tidak Tahu Darimana Aku Mendapat Keberanian Seperti Ini.
Menggoda Vampire Tentu Saja , Aku Yang Penakut Ini Berani Menggoda Vampire.
Aku Pasti Sudah Mulai Kehilangan Akal Sehat.
Kebetulan Pesanan Kami Sudah Datang , Seorang Waiter Mengantarkannya Kepada Kami.
Dia Menatap Tear Dengan Kaget , Kurasa Dia Baru Melihatnya Sekarang.
Dia Tidak Bergerak Untuk Beberapa Saat Sampai Tear Balas Menatap Dia.
Waiter Itu Langsung Menaruh Pesanan Kami Dan Pergi Dari Situ.
"Ya , Kurasa Lloyd Benar,Semua Mata Tertuju Padamu Tear."Ungkap Jessica.
"Jess... Jangan Menggodaku."
"Aku Mengatakan Yang Sesungguhnya Tear , Lihat Saja Waiter Tadi. Beberapa Saat Lagi Pasti Ada Yang Akan Datang Kemari Dan Mencoba Untuk Berkenalan Denganmu."
"Jess!!"Kata Tear Sedikit Kesal.
"Darimana Kau Tahu Hal Seperti Itu?"Tanya Daniel.
"Examples , Aku Pernah Melihat Yang Seperti Ini."
Dugaan Jessica Benar,Seorang Laki-Laki Tinggi Bertubuh Kekar Menghampiri Kami.
"Permisi Miss , Bolehkah Menawarkanmu Segelas Kopi?"
Laki-Laki Ini Terlihat Baik , Tidak Seperti Richard Tentu Saja , Dan Dia Tampan.
Dia Memakai Kemeja Biru Kotak-kotak Lengan Pendek Dengan Singlet Putih Di Balik Kemejanya.
Rambutnya Berwarna Coklat , Dan Dia Punya Rolex Emas. Dia Pasti Kaya.
Dia Juga Berbicara Dengan Logat Orang Inggris , Pasti Bukan Turis.
"Tidakkah Seharusnya Kau Memperkenalkan Dirimu Dulu Sebelum Melakukan Hal Seperti Itu?"Sergah Jessica.
"Ah...Benar...Maafkan Ketidaksopananku , Namaku Chester...Bolehkah Aku Tahu Namamu?"
Kali Ini Kata-Katanya Mengarah Sepenuhnya Kepada Tear.
Tear Terlihat Tidak Ingin Mempedulikannya Tapi Jessica Melihat Ke Tear Dengan Wajah Yang Mengancam.
"Tear... Senang Bertemu Denganmu." Jawab Tear.
Aku Terkejut Mendengar Tear,Dan Tiba-Tiba Saja Aku Marah...
Tapi Marah Akan Apa?Tidak Mungkin Ada Yang Salah Akan Apa Yang Baru Saja Terjadi.
"Nama Yang Indah... Dengar , Aku Tahu Ini Sedikit Mendadak. Tapi Bisakah Aku Menawarkan Makan Malam?."
"Dinner , Sounds Exciting... Bagaimana Kalau Kau Yang Menjadi Makan Malamnya , Chester?"Sergahku.
Kata-Kata Itu Terselip Dari Mulutku,Kemarahanku Mengambil Alih Akan Mulutku.
Kenapa Aku Bisa Berkata Seperti Ini!?Apa Yang Sebenarnya Terjadi?
Daniel Bersiul Kembali , Chester Terlihat Bingung , Sementara Tear Melihatku Dengan Tatapan Kaget.
"Maafkan Aku...Apakah Kalian Bersama?"Tanya Chester.
"Tidak...Maafkan Dia , Terkadang Dia Berbicara Sebelum Berpikir."Jawab Tear.
"Maaf...Aku Terkadang Terdengar Kasar Untuk Orang Asing."Lanjutku.
"Ah..Tidak Apa , Aku Mengerti Maksudmu...Terkadang Aku Juga Melakukan Hal Seperti Itu.Jadi Bagaimana Tear?Apa Kau Mau?"
Tear Terlihat Berpikir,Dan Suasana Hening Untuk Beberapa Saat.
"...Ehem...Awkward..."Bisik Jessica.
"Aw!!"Erang Jessica.
Tear Mencubit Perut Jessica Dan Menatapnya Dengan Senyum Tapi Dengan Mata Marah.
Tear Kemudian Menatapku , Dan Entah Kenapa Aku Dengan Cepat Memalingkan Wajahku Seperti Sedang Tidak Ingin Berbicara Dengannya.
Keputusan Yang Buruk , Tear Terlihat Sedikit Marah Dan Dia Menjawab Chester Seketika Itu Juga.
"Dengan Senang Hati , Kita Bertemu Lagi Disini... Jam 7?"
Kata-Kata Tear Entah Bagaimana Bagaikan Pedang Menusuk Jantungku.
"Great... I'll See You Later Then.."
Chester Berjalan Kembali Ke Mejanya Bersama Teman-Temannya.
Aku Melihat Teman-Temannya Menepuk-nepuk Bahunya Dan Mengelus Kepalanya , Tanda Selamat.
Sure , Tepuk Dia , Tapi Dia Tidak Akan Kembali Besok Pagi Kalau Tear Merasa Haus Malam Ini.
Dadaku Mendadak Terasa Sakit , Seperti Sedang Ditusuk-tusuk.
Kenapa Terasa Begitu Sakit?Apa Yang Sebenarnya Perasaan Ini?
Aku Tahu...Tapi Aku Tidak Mau Mengakuinya..
Cemburu...Aku Dibakar Rasa Cemburu...
Tapi Ini Semestinya Tidak Terjadi...Aku Seharusnya Membencinya Karena Pernah Mencoba Untuk Membunuhku.
"Jadi...Apakah Kau Akan Mengatakannya Atau Kami Yang Harus Mengatakannya?"Tanya Jessica.
"Aku Tidak Mengerti Maksudmu."
"Lloyd Cemburu...Lloyd Cemburu."Daniel Mengatakannya Dengan Nada Bernyanyi.
Tear Hanya Melihatku Dengan Bingung,Aku Tidak Balas Menatapnya...
Aku Takut Dia Mengetahui Isi Hatiku..Kalau Aku...Cemburu.
"Ayolah Lloyd...Kau Tahu Kalau Kau---"
"My Black Knight?"Potongku Dengan Satu Alis Terangkat.
"AHH!!! Kau Tidak Memberitahu Siapa-Siapakan!!??"
"Selama Kau Berhenti Berbicara."
"...Baiklah...Kau Menang....Aku Akan Diam."Gerutu Jessica.
"Bagus..."Kataku Sambil Menyeruput Kopiku.
"Apakah Kita Tetap Akan Pergi Berbelanja?"Tanya Tear.
"Tentu Saja!!Dengan Chester Kita Baru Saja Mendapatkan Satu Alasan Lagi Untuk Berbelanja!!"
"Jess!!"
"Baiklah-Baiklah...Tunggu Aku Menyelesaikan Tehku Terlebih Dahulu , Setelah Itu Kita Akan Mencari Bajumu.Geez , Kau Sudah Tidak Sabar Lagi Ya Tear?"Kata Jessica Sambil Tertawa.
"Bukan Itu Maksudku Jess!!Aku Menyuruhmu Untuk Berhenti Mengejekku!!"
"Tapi Ini Sangat Menarik!!Aku Tidak Mungkin Bisa Men--"
"Black Knight..."Potongku.
"Fine!! I'll Stop , Kau Beruntung Tear...Disini Ada Satu Lagi Ksatriamu."
Tear Melihatku Kembali Terheran-heran , Tapi Dia Langsung Memalingkan Mukanya.
Kami Menghabiskan Minuman Kami Dan Pergi Berbelanja Baju , Lebih Tepat Kalau Dikatakan Jessica Sendiri Yang Membeli.
Aku Dan Daniel Hanya Membawa Barang-Barang Yang Dibeli Jessica Sementara Tear Tidak Bisa Berkomentar Akan Baju-Baju Yang Dibeli Jessica Untuknya.
Jessica Juga Membelikan Kami Pakaian Lengkap , Baju , Celana , Dan Juga Sepatu.
Menurutnya Kami Kurang Berimprovisasi Akan Pakaian Kami , Darimana Sebenarnya Dia Mendapat Uang Sebanyak Ini?
Kalau Kau Ingin Tahu Darimana Jessica Punya Uang Sebanyak Ini , Ayah Jessica Memiliki Saham Besar Di 20 Perusahaan Multi-National Besar.
Dan Ibunya Adalah Orang Yang Menemukan Semacam Sabun Ajaib Yang Bisa Membuat Kulit Semua Wanita Menjadi Seputih Salju Hanya Dalam 5 Hari.
Tentu Saja Semua Wanita Membeli Sabun Seperti Itu.
Orang Tua Jessica Adalah Salah Satu Orang Terkaya Di Dunia..
Tapi Kenyataan Ini Hanya Diketahui Oleh Aku Dan Daniel.
Jessica Tidak Ingin Hal Seperti Ini Diketahui Semua Orang.
Menurutnya,Jika Semua Orang Tahu , Yang Mendatanginya Hanyalah Teman Palsu Dibandingkan Teman Sejati.
"Jess , Aku Tidak Tahu Kalau Orang Sepertimu Suka Berbelanja...Maksudku,Tidak Sebanyak Ini."Kata Daniel
"Tentu Saja Aku Suka Berbelanja , Aku Juga Sama Seperti Semua Perempuan!"
"Aku Tahu...Hanya Saja Melihatmu Yang Merupakan Salah Satu Murid Terpintar , Aku Hanya Tidak Menyangka."
"Kau Akan Terkejut Betapa Banyaknya Sisi Liarku , Ini Bukan Apa-Apa."
Hari Sudah Mulai Sore , Dan Kami Berjalan Kembali Ke Losmen Kami.
Daniel Beruntung , Dia Salah Melihat Brosur.
Pameran Ferrari Ternyata Dimulai Jam 5 Sore , Dan Dia Masih Punya Cukup Waktu Untuk Sampai Disana Tidak Terlambat.
Jessica Mengatakan Bahwa Dia Akan Pulang Nanti , Dia Ingin Melihat-lihat Sebuah Toko Antik Yang Kami Lewati.
Di Perjalanan Pulang Hanya Meninggalkan Aku Dan Tear Berdua.
Tidak Ada Yang Berbicara...Kami Berdua Terdiam.
Bahkan Jika Aku Mau Berbicara , Aku Tidak Tahu Apa Yang Akan Kukatakan.
Setelah Kami Sampai , Aku Langsung Kembali Menuju Kamar Tanpa Menunggu Dia.
Tear Pergi Entah Kemana Setelah Kami Masuk Kedalam Losmen Kami.
Mungkin Bersiap-siap Untuk Kencannya...Atau Mungkin Makan Malamnya.
Dugaanku Tidak Meleset , Beberapa Menit Kemudian Tear Masuk Ke Dalam Kamar Sudah Mengganti Pakaiannya.
Dia Memakai Casual Dress Berwarna Biru , Short Heels Berwarna Biru , Dan Sebuah Liontin Putih Berbentuk Hati.
"Why Did You Do That?" Sergah Tear.
"Excuse Me?"
"Membelaku...Kenapa Kau Lakukan Itu?"
"You're Welcome."Ujarku Kesal.
"Aku Mencoba Untuk Membunuhmu , Dan Kau Membelaku?" Ujarnya Tidak Mempedulikan Kata-kataku.
"Kau Terlihat Cantik Tear , Dan Kau Berhasil , Kalau Kau Kesini Hanya Untuk Membuatku Kesal."
"Cantik? Apa Hubungannya Aku Terlihat Cantik Dengan Apa Yang Sedang Kita Bicarakan?"
"Tentu Saja Ada!!Kalau Kau Berpakaian Seperti Itu Dan Kau Pergi Berkencan!!Tentu Saja Itu Membuatku Kesal Kalau Itu Tujuanmu!!"Kataku Setengah Berteriak.
Tear Terlihat Terkejut , Kemudian Dia Berbisik , "...Kau...Cemburu?"
Aku Langsung Menyadari Apa Yang Baru Saja Kukatakan.
Apa Yang Sudah Kulakukan?Tanpa Kusadari Secara Tidak Langsung Aku Baru Saja Mengakui Kepada Tear Dan Diriku Sendiri Bahwa Aku Cemburu!!
Ingat Lloyd , Dia Ingin Membunuhmu. Pikirku.
"L-Lupakan Saja!!Aku Membelamu Karena Aku Sedang Ingin Melakukannya , Itu Saja! Tidak Kurang , Tidak Lebih."
Kesunyian Berada Diantara Kami,Tidak Ada Diantara Kami Berdua Yang Berbicara.
"...Kau Aneh...Lloyd."
"..Heh...Tell Me About It."
"Aku Mengira Ada Bau Mayat Disini.."
Neo Tiba-Tiba Saja Sudah Ada Didekat Jendela , Entah Berapa Lama Dia Berada Disana.
Aku Terkejut Melihat Dia Berada Disana Begitu Juga Dengan Tear.
"Ternyata Ada Mayat Hidup Disini." Ejek Neo Dengan Pandangan Matanya Yang Dingin.
Tear Menggeram Tanda Permusuhannya Dengan Neo.
"Kau Sangat Berani Tear , Datang Kesini Tanpa Ditemani Kakakmu."
"Memangnya Kau Mau Apa?" Tantang Tear.
"Entahlah , Tapi Membunuhmu Disini Sekarang Juga Bukan Ide Yang Buruk Bukan?"
"Kyle Masih Memegang Para Sandera , Kau Tidak Akan Berani."
"Benarkah?Perlu Kita Buktikan?"
Dia Serius , Dia Tidak Lagi Peduli Dengan Semua Sandera Yang Berada Di Tangan Keluarga Grants.
Tear Mundur Beberapa Langkah , Ekspresinya Membenci Tapi Tubuhnya Bergetar Karena Ketakutan.
Tear Berpikir Dan Melihatku Untuk Beberapa Saat , Dia Seperti Sedang Menyusun Rencana Untuk Keluar Dari Sini.
"Filthy Maggots...Don't Even Think About It." Geram Neo.
Tear Terserentak , Sedangkan Neo Mengambil Ancang-Ancang.
Apa Yang Harus Kulakukan? Haruskah Aku Menolong Tear? Tapi Bagaimana Caranya?
Tunggu , Tear Bahkan Mencoba Untuk Membunuhku , Dan Dia Masih Ingin Membunuhku. Bukankah Membiarkan Neo Membunuh Tear Akan Menyelesaikan Semua Masalah?
Neo Semakin Menggeram Dan Aku Semakin Panik.
"Neo , Apa Yang Akan Kau Jelaskan Kepada Semua Orang Ketika Ada Mayat Seorang Gadis Disini?" Sergahku Tiba-tiba.
"Apa?" Neo Terlihat Terkejut Mendengar Pertanyaanku.
Well , Nothing To Lose Now.
"Kau Tidak Mungkin Membunuhnya Disini , Bekasnya Akan Terlihat Dengan Sangat Jelas!"
"Kalau Itu Yang Kau Khawatirkan , Aku Bisa Mengembalikan Tempat Ini Seperti Semula Hanya Dalam 5 Menit."
"Jangan Bunuh Dia."
Neo Mengangkat Satu Alisnya Terheran-heran , Tear Mengeluarkan Ekspresi Yang Sama.
"...At Least Not Now... Aku Tidak Ingin Melihat Jessica Dan Daniel Berada Dalam Bahaya Karena Aku." Lanjutku Menyadari Apa Yang Baru Saja Kukatakan.
Neo Terlihat Berpikir Untuk Sejenak.
"...Fine , I Hate Picking On The Weak Anyway."
Entah Apa Yang Aku Lakukan...Melindungi Seseorang Yang Mencoba Untuk Membunuhku.
Neo Kemudian Melihat Ke Arah Tear , "Another Lucky Day."
Neo Menghilang Dalam Sekejap Ketika Aku Berbalik Melihatnya.
Tear Terlihat Sangat Kebingungan , Dan Kemudian Dia Menatapku Seperti Aku Sudah Kehilangan Otakku.
Mungkin Dia Benar,Tapi Aku Sama Sekali Tidak Peduli , Aku Baru Saja Menyelamatkan Nyawanya.
"Why?"Tanya Tear.
Bukan Sesuatu Yang Aku Harapkan , Aku Lebih Mengharapkan Sesuatu Dengan Kata Thanks.
"What?" Jawabku.
Keheningan Berada Di Antara Kami Cukup Lama.
"...Forget It...Aku...Akan Pergi Sekarang."
"...Have A Safe Journey."
Tear Keluar Dari Kamar Kami , Meninggalkanku Sendiri.
Kelihatannya Dia Juga Tidak Tahan Berada Di Sini Terlalu Lama , Neo Mungkin Saja Mengubah Pikirannya.
Daniel Dan Jessica Masih Belum Kembali , Entah Kemana Lagi Mereka Berdua Pergi.
Aku Melompat Ke Arah Ranjangku , Berpikir Untuk Tidur.
Kelelahan Mulai Menelanku Dan Mataku Mulai Tertutup Dengan Sendirinya.
Semua PIkiran Dan Luka-luka Yang Aku Dapat Mulai Memudar Dari Pikiranku.
Beberapa Saat Kemudian , Seseorang Membuka Pintu Dengan Keras , Membangunkanku Dari Setengah Tidurku.
Tear , Dia Berada Di Depan Pintu Menatapku Dengan Ekspresi Yang Tidak Dapat Kujelaskan.
"Ikut Aku."Sergah Tear Tiba-Tiba
"Huh!?"
"Ikut Saja!!"
"Supaya Kau Bisa Memangsaku?"
"Akan Kulakukan Sekarang Kalau Kau Tidak Mau Mengikutiku." Ancamnya
Tear Menarik Tanganku Dengan Paksa Keluar Dari Losmen Kami.
Dia Memanggil Taksi Dan Memaksaku Untuk Mengikutinya.
London Bridge,Hanya Satu Kata Itu Saja Yang Dia Ucapkan Selama Perjalanan Kami.
Kami Turun Di Dekat London Bridge,Dan Bersembunyi Di Bayangan Sebuah Gedung.
"Apa Yang Kita Lakukan Disini?"Tanyaku.
"Memastikan Tidak Ada Yang Melihat Kita. Sekarang Peluk Aku." Jawab Tear Sambil Melihat-lihat Sekitar.
"Apa?"
"Cepat , Sebelum Ada Yang Melihat Kita!!"
Entah Kenapa Aku Merasa Bahwa Aku Bisa Mempercayainya Atau Aku Merasa Terancam.
Aku Memeluknya , Dan Dia Langsung Melompat Tinggi Ke Atas.
Setelah Kusadari Aku Sudah Sampai Di Salah Satu Puncak Di London Bridge.
"Untuk Apa Kau Membawaku Kesini?"
"Tidak Ada , Hanya Ingin Berbicara...Kau Keberatan?"
"Kalau Kau Akan Memangsaku Setelah Itu Maka Jawabannya Adalah Ya , Aku Keberatan."
"Aku Tidak Akan Memangsamu Lloyd..Tidak Malam Ini."
Tear Duduk Dan Entah Kenapa Dia Bernafas Lega.
Dia Sama Sekali Tidak Terlihat Berbahaya , Dari Berapa Sisipun Aku Melihatnya.
Dia Kelihatan Cantik , Dan Hanya Itu Yang Bisa Kupikirkan.
Tanpa Kusadari Aku Menatapnya Terlalu Lama , Dan Dia Menyadarinya.
"Kenapa Tidak?" Tanyaku Buru-buru.
"Neo Akan Membunuhku Kalau Aku Menyentuhmu."
"Lalu Bagaimana Dengan Kencanmu?"
"Chester Mengatakan Kami Bisa Melakukannya Lain Kali."
"Kau Yang Membatalkannya?"
"Ya.."
"Kenapa?"
"Aku Ingin Menikmati Angin Malam , Kalau Kau Tidak Keberatan Untuk Menemaniku.."
"Kau Menculikku , Membawaku Tepat Di Atas London Bridge , Hanya Untuk Menikmati Angin Malam?" Protesku.
"Lebih Baik Berada Di Luar Daripada Tidur Didalam kan?"
Aku Menghela Nafas , "Yah , Angin Malam Memang Tidak Terdengar Terlalu Buruk."
Aku Duduk Disebelahnya...Angin Malam Menerpa Wajah Kami Berdua.
Mungkin Ini Yang Akan Terjadi Kalau Saja Malam Itu Dia Tidak Mencoba Untuk Membunuhku.
"Aneh..."
"Apa Yang Aneh?"Tanyaku.
"Aku Duduk Berbicara Sambil Menikmati Angin Malam Dengan Seseorang Yang Seharusnya Menjadi Makananku."
"Aku Juga Bisa Mengatakan Hal Yang Sama...Duduk Disebelah Seekor Singa , " Aku Berpikir Singkat. "Neo Benar...Aku Memang Sudah Kehilangan Akal Sehatku."
Tear Tersenyum , Tapi Kemudian Senyumnya Memudar.
"Kau Mestinya Menjauhiku...Aku Bisa Saja Memangsamu Sekarang..." Katanya Pelan.
"Kau Tahu kan Kalau Kau Yang Membawaku Kesini , Ingat?"
"Aku Benar-Benar Menginginkan Darahmu Llyod... Lebih Dari Yang Seharusnya Aku Mau." Jawabnya Pelan.
"Lalu Kenapa Tidak Kau Lakukan? Karena Neo?"
Tear Terlihat Ragu-ragu , Dia Kelihatan Bingung Akan Bagaimana Seharusnya Dia Menjawab.
"Bukan.. Sebagian Memang Karena Neo , Tapi Tidak Semuanya."
"Jadi?"
Tear Terdiam Sejenak , Kemudian Dia Menjawab.
"Aku...Hanya Tidak Ingin Dunia Ini Kehilangan Satu Orang Yang Sangat Menarik Sepertimu." Jawabnya Pelan.
Entah Itu Ejekan Atau Pujian , Yang Pasti Aku Tidak Begitu Mengerti.
"Hanya Itu Alasannya?"
"Dunia Akan Terlihat Sepi Kalau Satu Orang Pelawak Mati , Benar Kan?" Katanya Tertawa Pelan.
Aku Mengangkat Satu Alisku Terheran-heran.
"Dan...Aku...Juga Masih Ingin Kau Hidup...Untuk Sekarang."Katanya Sambil Tersipu Malu.
Aku Terkejut Melihat Tear Tersipu , Wajah Merahnya Membuat Dia Terlihat Semakin Imut Dan Cantik.
Aku Hanya Bisa Diam Menatapnya , Sampai Akhirnya Aku Tersenyum Tanpa Sadar.
Angin Menerpa Wajahnya...Rambut Hitamnya Begitu Indah Saat Berterbangan Karena Angin.
Mata Birunya Menunjukkan Kesedihan Yang Mendalam...
Aku Tahu Dengan Pasti Sekarang...Aku Jatuh Cinta Dan Aku Tergila-gila Kepada Tear.
Dan Cinta Ini Tidak Akan Pernah Hilang...Walaupun Dia Bisa Membunuhku Kapanpun , Aku Rela Sekalipun Dia Membunuhku.
Aku Tidak Akan Pernah Menyerah...Apapun Yang Terjadi...
Aku Akan Selalu Mencintainya... Hal Yang Seharusnya Sudah Kusadari Dari Dulu...