Chapter 5
Beyond This World
"Kukira Kita Akan Kembali Ke Losmen?"Tanyaku Kepada Neo.
"Tidak Sebelum Kita Merawat Lukamu."
"Jadi?Kemana?"
"Rumah Sakit , Kemana Lagi?"
"Aku Benci Rumah Sakit."
"Hanya Sebentar , Untuk Menjahit Luka Luka Mu Saja."
Supir Taksi Melihat Ke Arahku Terheran-heran.
Aku Sadar Kemudian Kalau Dia Akan Menanyakan Apa Yang Terjadi Kepadaku.
Aku Membutuhkan Alasan...Yang Cepat,Singkat,Dan Jelas.
"Apa Yang Terjadi Padanya?"Tanya Supir Taksi Itu Kepada Kami.
"Jatuh Dari Tangga , Kepalanya Terbentur Dinding Kaca Tapi Untungnya Dia Masih Sadar."Jawab Neo.
"Oh...Kasihan Sekali Nasibmu Kawan , Kau Pasti Kesakitan Tapi Tenang Saja Kita Sudah Sampai."
Untung Saja Neo Tahu Apa Yang Harus Dia Katakan,Karena Aku Tidak Punya Cukup Waktu Untuk Berpikir.
Bangunan Serba Putih Yang Aku Lihat Di Depan Mataku Saat Ini Memang Benar-Benar Mencerminkan Sebuah Rumah Sakit.
Pemandangan Yang Benar-Benar Memancarkan Aura Kesedihan.
Setelah Kami Berhenti,Neo Memberikan Selembar 100 Dollar Kepada Supir Taksi Itu.
"Simpan Saja Kembaliannya."
Supir Taksi Itu Kemudian Melihat Ke Arah Neo Dengan Rasa Senang Di Wajahnya
"Wow , Terima Kasih Kawan."
"Ayo."
Neo Menarik Kerah Bajuku , Aku Mengikutinya Tidak Berdaya.
Kami Menuju Meja Reseptionis , Neo Berbicara Sebentar Dengan Perawat Yang Duduk Disana.
Lalu Kami Naik Lift Menuju Lantai 15 , Setelah Itu Kami Berhenti Di Depan Sebuah Ruangan.
Ruangan Yang Cukup Aneh , Didepan Pintu Itu Tertulis "DO NOT ENTER , RING THE BELL BUT DO NOT ENTER"
Ada Sebuah Bel Menempel Di Depan Pintu Itu.
"Err...Ruangan Apa Ini?Siapa Yang Akan Kita Temui?"
"Spesialis."
Neo Masuk Tanpa Menghiraukan Peringatan Yang Ada Di Depan Pintu.
"Ehh...Bukankah Kita Seharusnya Membunyikan Bel Di Depan Pintu?"
"Hanya Untuk Orang Yang Tidak Tahu Apa-apa , Ikuti Aku."
Aku Mengikutinya Dari Belakang,Ruangan Itu Kosong Tidak Ada Seorangpun Disana.
Tiba-Tiba Saja Seseorang Menodong Kami Dengan Shotgun Ditempelkan Ke Kepalaku.
"Freeze.."
"A-A-Apa!?"
"Kau Juga."
Orang Itu Memegang Shotgun Dengan Tangan Kirinya Menempel Di Kepalaku Dan Sebuah .45 Semi Automatic Di Tangan Kanannya Mengarah Ke Neo.
Aku Panik,Dan Ketakutan.Rumah Sakit Macam Apa Yang Merawat Seseorang Dengan Senjata Api Dan Menodongnya Di Kepala Orang!!
"Apa Yang Kalian Mau?"
"B-B-Bukan Apa-Apa,Kami Akan Pergi Sekarang,Benarkan Neo?"
"Baiklah Gecko , Berhenti Bercanda..Ini Aku."Kata Neo Sambil Berputar Balik
"Neo?Ternyata Kau , Hahahaha , Duduklah."Katanya Sambil Menurunkan Senjatanya.
"Siapa Temanmu?"Lanjutnya.
"Korban Yang Selamat Dari Keluarga Grants.."
"Dari Keluarga Grants?Keberuntungan Yang Luar Biasa!!! Siapa Namamu?"
"Lloyd..Evrest."
"Namaku Greckorian Van Dalien,Panggil Saja Aku Proffessor Gecko."
"Just Old Man Would Be Fine."
"Kau Memang Sudah Seperti Anak Untukku Neo."Katanya Tertawa.
Untuk Orang Seusianya , Dia Terlihat Sangat Kuat.
Lihat Saja Dia! Memegang Shotgun Dengan Satu Tangan Kiri Dan Senjata Lain Di Tangan Kanannya.
Dia Botak Di Tengah Kepalanya Tapi Masih Mempunyai Rambut Putih Di Sisi-sisi Kepalanya.
Kakek Tua Ini Mungkin Berumur Sekitar 60 Tahun.
Dia Memakai Pakaian Serba Putih Seperti Pakaian Para Dokter.
"Baiklah Neo...Apa Yang Kau Ingin Aku Lakukan?"
"Rawat Lukanya."
"Hanya Untuk Hal Seperti Itu!? Pergilah Cari Dokter Yang Lain , Masih Banyak Yang Lebih Handal Dari Aku."
"Kau Benar , Dan Bagaimana Kalau Aku Memberitahu Mereka Bahwa Dia Diserang Oleh Seorang Vampire Yang Hampir Mengoyak Lehernya?"
"Baiklah-Baiklah , Kuharap Kau Tahan Akan Rasa Sakit Lloyd...Aku Bukan Spesialist Akan Hal Seperti Ini , Jadi Pasti Akan Terasa Sakit."
"Memangnya Kau Spesialist Apa?"Tanyaku.
"Mayat , Otopsi , Hal-Hal Seperti Itu."Jawab Neo.
"ARGHHHH...Tidak Bisakah Kau Memberitahuku Sebelum Menyuntikku!?"Erangku Kesakitan.
"Don't Be Such A Baby." Kata Gecko.
"Tunggu!! Aku Belum--OUCHHH!!!"
Belum Selesai Aku Berbicara Dia Sudah Menusukkan Jarum Ke Tanganku.
"Aku Akan Menunggu Di Luar..."Kata Neo.
Neo Keluar Dari Ruangan Itu...Dan Aku Masih Berteriak Kesakitan.
Dia Berjalan Menuju Balkony,Sama Sekali Tidak Ada Siapa-Siapa.
Dia Duduk Disana,Meratapi Bulan Dengan Mata Merahnya Yang Indah...
*****
Aku Tidak Tahu Apa Yang Sebenarnya Terjadi...
Yang Aku Tahu Aku Lahir Dari Kegelapan..
Mataku Tidak Bisa Melihat...
Aku Bagaikan Buta...
Tapi Anehnya Aku Sama Sekali Tidak Takut...
Yang Lebih Mengherankan Lagi,Aku Menyukai Kegelapan Ini...
Dan Akhirnya...
Setelah Kubuka Mataku,Aku Bisa Melihat Sepasang Laki-Laki Dan Perempuan..
Sang Laki-Laki Berteriak "Anakku!!Anakku Sudah Lahir!!"
Dan Yang Perempuan Berkata "Bagaimana Dengan Namanya?"
"Ya Tentu Saja...Nama...Namanya..."Sang Laki-Laki Terlihat Kesulitan Untuk Menamakan Anak Ini.
"Nama Seperti Apa Yang Kau Inginkan?"
"Aku Menginginkan Nama Yang Terlihat Kuat Untuk Dia,Sejak Mulai Hari Ini Dia Adalah Yang Paling Kuat Dari Jenis Kita,Nama Yang Menggambarkan Seperti Samurai Dari Jepang Atau Pejuang Dari Bangsa Sparta.Yang Tidak Takut Akan Kematian Dan Tidak Terkalahkan."
"I See...Then... I Think I Know The Perfect Name For Him.."
"Really? Tell Me!!"
"How About...Kurando?"
"Kurando!?Kurando...Kurando...Itu Nama Yang Sempurna Untuknya!!"
"Kalau Begitu Itulah Nama Untuknya Mulai Hari Ini , Nama Putra Kita."
"Yes...From Today Forward Your Name Shall Be Kurando!! The One Who Shine At Darkness,The Fury Of The Dragon And The High King!!"Kata Sang Laki-Laki Kepadaku.
"Easy There My Love...Aku Tahu Kau Ingin Dia Menjadi Sosok Yang Sempurna...Tapi Jangan Berharap Terlalu Banyak."
"Apa Maksudmu?Adalah Kewajiban Semua Orang Tua Untuk Memimpikan Anaknya Menjadi Yang Terbaik , Kenapa Kau Tidak Melakukan Hal Yang Sama?"
"Aku Tahu , Tapi Kalau Kau Menaruh Harapan Sebanyak Itu..Dia Juga Akan Menderita Karena Harus Memenuhinya.."
"Darah Sang Raja Ada Didalam Dirinya,Dia Sudah Mempunyai Bakat Saat Dia Membuka Matanya!!Bahkan Tanpa Aku Berharap Dia Akan Menjadi Yang Terbaik!!"
"Ya...Aku Juga Berharap Begitu..."
"Don't Worry My Love...Our Son Is The Most Powerful Being In Our Race , And One Day Even The World!!"
"Kau Dengar Itu Kurando?Ayahmu Berharap Sangat Banyak Padamu , Tapi Jangan Khawatir...Walaupun Kau Tidak Memenuhinya Kami Akan Tetap Sayang Kepadamu."
"Apakah Kau Melihat Matanya,Cintaku?"Tanya Sang Laki-Laki Kepada Pasangannya.
"Ada Apa Dengan Matanya?"
"Mata Yang Mencerminkan Seorang Raja..."
*****
"There...All Done."
"Apa Kau Tidak Bisa Sedikit Lebih Lembut?"Gerutuku.
"Kau Bukan Anak Kecil , Kemarikan Tanganmu..Akan Kuperban."
Aku Membiarkan Tangan Kiri Ku Dibalut Oleh Perban..
Tiba-tiba Saja Neo Masuk Kedalam Ruangan.
"Sudah Selesai?"
"Ya...Dalam Tiga Hari Luka-Luka Ini Akan Sembuh Total , Tidak Ada Yang Perlu Dikhawatirkan."
"Bagaimana Perasaanmu Lloyd?" Tanya Neo Kepadaku.
"Lelah...Bisa Kita Kembali Sekarang? Aku Ingin Mengistirahatkan Kepalaku Dan Pikiranku."
Neo Mengganguk. "Baiklah Gecko , Kami Pergi Sekarang."
"Tidak Perlu Terburu-Buru , Bagaimana Dengan Secangkir Kopi Terlebih Dahulu?"
"Tidak Terima Kasih , Aku Masih Harus Berburu."
Berburu?Pikirku...
Apa Yang Diburu Neo?Tear...Dan Keluarga Grants...Pasti Mereka Yang Neo Kejar.
"Baiklah Kalau Begitu...Semoga Beruntung Neo."
"Thanks... Old Man."
"Lloyd , Sebelum Kau Pergi Ada Yang Harus Kuberitahu Kepadamu."
"Ya?"
"Beyond This World There's Another World,A World That You Should Have Never See
"But Don't Be Afraid , And Don't Try To Do Anything Stupid."
"...? Well,Thanks Anyway Prof." Jawabku Tidak Mengerti Akan Kata-katanya.
Setelah Mengucapkan Salam Perpisahan Kami Turun Kembali Ke Lantai Dasar.
Neo Mencari Taksi Lagi Untuk Kami Berdua.
Dengan Waktu Tiga Puluh Menit Kami Sudah Sampai Kembali Ke Losmen Kami.
"Lloyd."
"Huh?"
"Kalau Kau Melihat Tear Atau Siapapun Masuk Ke Kamarmu Dan Mencoba Sesuatu , Berteriaklah."
"...Berteriak?Kau Bercanda?"
"It Will Save Your Life."
"Whatever."
"Night."
Aku Kembali Ke Kamarku.
Didepan Pintu , Aku Terdiam Untuk Beberapa Saat.
Berpikir Apa Yang Akan Kulakukan Kalau Aku Bertemu Lagi Dengan Tear.
Tubuhku Terasa Membeku,Tidak Mau Mendengarkan Perkataanku.
Otakku Memutar Balik Kejadian Saat Di Atap Salah Satu Bangunan Di London.
Sosok Tear Yang Menyerupai Iblis , Perutku Kembali Terasa Mual.
Tiba-Tiba Saja Pintu Terbuka...
Daniel Yang Membukanya.
"Lloyd? Darimana Saja Kau? Dan...Apa Yang Terjadi Denganmu?" Tanya Daniel Sambil Melihat Luka-lukaku.
"Ceritanya Panjang , Siapa Saja Didalam?"
"Hanya Aku Dan Jessica."
"Tear Tidak Ada Didalam?" Tanyaku Penasaran.
"Dia Pergi Bersamamu Kan? Aku Mengira Kau Akan Pulang Bersama Dia. Apa Yang Terjadi?"
"Ceritanya Juga Panjang , Tapi Yang Pasti Aku Tidak Ingin Menceritakannya Sekarang...Aku Terlalu Lelah Bahkan Untuk Berpikir Jernih..."
"Well , Kau Memang Terlihat Berantakan...Masuk Dan Tidurlah."
"Thanks..."
Aku Masuk Dan Berbaring Di Ranjangku...
Daniel Sudah Kembali Ke Tempat Tidurnya , Dan Dia Mendengkur...Memberitahukanku Bahwa Dia Sudah Tidur Lelap.
Begitu Juga Dengan Jessica...Tapi Aku Tidak.
Aku Menutup Mataku , Tapi Tidak Bekerja...Aku Masih Membayangkan Tear.
Kemana Tear Pergi? Berburu? Mengingat Dia Gagal Memangsaku , Mungkin Saja Dia Mencari Makan Malam Lagi.
Aku Tidak Bisa Tidur , Jadi Aku Menarik Laptopku Dari Tasku Dan Menyalakannya.
Aku Membuka Internet , Dan Mencari Apapun Yang Bisa Kutemukan Tentang Vampire.
Aku Juga Membaca Buku-Buku Yang Kubawa.
Tapi Hasilnya Nihil , Aku Sudah Pernah Membaca Semua Buku Ini.
Dan Hal-Hal Yang Kutemukan Di Internet Tidak Membatu Sama Sekali.
Ketika Aku Memasukkan Buku-Buku Ku Kembali Ke Tas , Aku Melihat Ada Satu Lagi Buku Yang Belum Kulihat.
Buku Ini Masih Disampul...Menandakan Bahwa Buku Ini Masih Baru.
Buku Ini Juga Merupakan Buku Legenda , Tapi Aku Tidak Pernah Melihat Buku Ini.
Aku Tidak Bisa Mengingat Aku Membeli Buku Ini...Bagaimana Mungkin Aku Membawa Buku Yang Bahkan Aku Tidak Ingat Aku Membelinya.
Pertanyaanku Terjawab , Di Depan Buku Ditempel Sebuah Kertas Yang Bertuliskan "From Your Handsome Uncle."
Chris Yang Membelikanku Buku Ini.
Mungkin Saja Buku Ini Memuat Sesuatu Yang Aku Cari...Apa Sebenarnya Vampire Itu.
Aku Merobek Sampulnya , Dan Langsung Mencari Tentang Vampire.
Aku Menemukannya...
'VAMPIRE:
Predator Paling Berbahaya Di Dunia.
Vampire Di Legenda Dikatakan Membenci Cahaya Matahari,Bawang Putih,Salib,Air Suci,Dan Perak.
Tapi Ada Lagi Kenyataan Yang Berbeda,Yang Benar Benar Berbeda.
Vampire Pada Kenyataannya Mempunyai Wujud Seperti Manusia.
Tapi Kesempurnaan Pada Manusia Ini Sangat Mencolok.
Di Dunia Ini Tidak Ada Manusia Yang Sempurna.
Mereka Mempunyai Sayap Yang Aslinya Tertempel Di Punggung Mereka,Tapi Tidak Terlihat.
Mereka Juga Senang Mempermainkan Mangsa Mereka,Sebelum Mangsa Mereka Dibunuh.
Dikutip Dari "Beyond This World , 1863" Hymnos Library.'
Entah Kenapa...
Aku Merasa Bahwa Buku Ini Menceritakan Yang Sesungguhnya...
Bahkan , Aku Merasa Yakin Bahwa Mungkin Buku Ini Adalah Satu-Satunya Buku Yang Menceritakan Tentang Vampire Yang Asli.
Aku Butuh Lebih Banyak Lagi Informasi..
Aku Membuka Halaman Berikutnya...
Tapi , Hanya Sampai Disitu...
Halaman Ini Tidak Lengkap..
Aku Mengingat Bahwa Neo Pernah Menyinggung Akan Satu Buku Di Perpustakaan Hymnos.
Buku Yang Menyangkut Tentang Vampire...
Dia Menyuruhku Untuk Membaca Buku Itu Sebelum Pergi Ke Sini.
Dia Memberitahuku Bahwa Jawaban Yang Kucari Mungkin Ada Didalam Buku Itu.
Aku Tidak Membaca Buku Itu Karena Aku Yakin Aku Tahu Segala Sesuatu Yang Berhubungan Dengan Vampire.
Ternyata Aku Salah...Sebagai Bukti Aku Hampir Saja Menjadi Makan Malam Vampire.
Berikutnya Jika Neo Menyuruhku Untuk Melakukan Sesuatu Sebelum Menghadapi Bahaya Akan Kuikuti.
Aku Juga Tidak Sempat Mencarinya , Tapi Aku Berniat Akan Mencarinya Saat Kami Kembali Ke Grifin.
Aku Berbaring Dan Menutup Mataku..Mencoba Untuk Tidur.
Setelah Beberapa Saat,Akhirnya Aku Tertidur...
Tertidur Lelap , Membebaskan Pikiranku Dari Tear.
*****
Cahaya...
Satu-Satunya Hal Yang Bisa Kulihat Pertama Kali Adalah Cahaya..
Dan Yang Kuketahui Adalah Aku Lahir Dari Cahaya..
Aku Melihat Ada Seorang Laki-Laki Dan Seorang Perempuan.
Mereka Berpasangan...Menunggu Anak Mereka Yang Pertama Untuk Lahir.
Dan Aku Adalah Hasil Dari Yang Mereka Tunggu.
Sesaat Aku Membuka Mataku,Yang Perempuan Melihatku Dengan Kasih Sayang Yang Mendalam.
"Keluarga Hyuga Sudah Melahirkan Anak Mereka Yang Pertama Beberapa Jam Yang Lalu."Kata Sang Laki-laki.
"Benarkah? Siapa Namanya?"Tanya Sang Perempuan.
"Kurando Hyuga... Bagaimana Dengan Anak Kita?"
"Sehat... Kau Terlihat Tidak Begitu Bahagia , Apa Yang Mengganjal Di Pikiranmu?" Tanya Sang Perempuan Kepada Pasangannya Khawatir.
"Tentu Saja Aku Bahagia...Hanya Saja Keadaan Keluarga Hyuga Meresahkan Pikiranku."
"Maksudmu Tentang Anak Mereka?Karena Ibunya , Bukan Begitu?"
"Ya...Aku Khawatir Akan Terjadi Sesuatu.."
"You Worried Too Much My Love...Berbahagialah Lebih , Karena Anak Pertama Kita Telah Lahir..."
"Kau Benar...Mungkin Aku Berpikir Terlalu Keras."
"That's Better...Now , About Our Son."
"Ada Apa Dengan Putra Kita!?" Sang Laki-laki Bertanya Dengan Nada Khawatir.
"Apakah Kau Sudah Memikirkan Nama Untuknya?"
"Aku Mengira Terjadi Sesuatu Kepadanya...Jangan Mengagetkanku Untuk Hal Yang Tidak Penting Seperti Ini."
"Tentu Saja Nama Untuk Anak Kita Penting,Kau Berkata Seperti Ini Karena Kau Belum Mendapatkan Nama Untuk Anak Kita...Bukan Begitu?"
"You Got Me , Sweetheart."
"Sudah Kuduga...Aku Sudah Menyiapkan Beberapa Nama Untuknya , Kau Mau Mendengar?"
"Benarkah?Tentu Saja Aku Mau."
"Benjamin , Bagaimana Menurutmu?"
"Aku Tidak Menyukainya.."
"Gabriel?"
"Terlalu Sering Dipakai."
"Hmm... Aku Tahu... Bagaimana Dengan Llyod..?"
"Lloyd? Tidak..Tidak Cocok."
"Tapi Itu Nama Favoritku , Sayangku.."Desah Sang Perempuan.
"Nama Yang Bagus , Tapi Tidak Cocok Dengan Nama Keluarga Kita , Jangan Marah Sayang."
"Kalau Begitu Kau Yang Memberinya Nama."Gerutu Sang Perempuan Kesal.
"Baiklah-Baiklah...Hmm...Verkand...Vernandi...Itu Nama Perempuan..."
Sang Perempuan Masih Menunggu Pasangannya Untuk Memberi Nama Putra Pertama Mereka.
"Aku Tahu!!" Teriak Sang Laki-Laki Tiba-Tiba.
"Kalau Begitu Cepat Beri Tahu Aku."
"Verserk... Verserk Vanity."
*****
Aku Bangun Dengan Mata Yang Terbuka Lebar..
Bahkan Cukup Terkejut..
Ini Pertama Kalinya Aku Bermimpi Seperti Itu.
Siapa Orang-Orang Yang Ada Di Mimpiku?
Dan Apa Hubungannya Sehingga Aku Bisa Memimpikan Mereka?
Tidak Ada Jawaban Pasti Dalam Hal Seperti Ini.
Aku Masuk Ke Dalam Kamar Mandi Dan Mengunci Pintu.
Aku Berendam Dalam Air Hangat , Menenangkan Pikiranku.
Perbanku Basah Dan Luka-lukaku Terasa Perih Sedikit , Tapi Aku Sama Sekali Tidak Peduli.
Aku Hanya Ingin Beberapa Momen Untuk Menenagkan Pikiranku Dan Beristirahat.
Daniel Dan Jessica Sudah Tidak Ada Didalam Kamar.
Jadi Kupikir Mereka Pasti Sudah Pergi Dari Tempat Ini.
Aku Mendengar Ada Seseorang Yang Masuk Kedalam Kamar.
Secara Refleks Aku Tidak Bergerak...
Tubuhku Membeku , Dan Sudah Bereaksi Lebih Dulu Sebelum Ingatanku.
Bagaimana Kalau Tear Mencariku?
Aku Sendiri Dan Neo Tidak Ada Disini!!
"Lloyd?Kau Didalam Sana?"
Aku Mendengar Suara Laki-Laki..Dan Otakku Mencerna Bahwa Itu Adalah Suara Daniel.
Tubuhku Langsung Melemas...Merasa Lega , Bahwa Daniel Yang Berada Di Luar Kamar Mandi.
"Ya , Dan...Aku Disini."
"Bagaimana Keadaanmu?"
"I'm Fine."
"Well , Senang Mendengarnya , Bersiap-siaplah , Kita Akan Pergi Sebentar Lagi."
"Pergi? Kemana?"
"Hari Ini Kita Diperbolehkan Untuk Berkeliling Sendiri,Tidak Mungkin Kita Akan Melewati Kesempatan Seperti Ini Kan?"Katanya Sambil Tertawa.
"Maaf , Tapi Aku Belum Sesehat Itu...Kurasa Kalian Harus Pergi Tanpa Aku."
"Ayolah...Tear Juga Akan Ikut."
"Tear!?"
"Kenapa Kau Terkejut?"
"Bagaimana?"
"Kami Bertemu Dengan Tear Dibawah , Dan Kami Mengajaknya Untuk Ikut Kami..Dia Setuju Untuk Ikut."
Aku Terdiam Untuk Beberapa Saat.
"Lloyd? Jadi...Apa Kau Ikut?"
"Tunggu Aku Dibawah...Aku Akan Segera Menyusul."
"Baiklah , Cepatlah."
Aku Mendengar Suara Pintu Dibuka Dan Ditutup Kembali...
Daniel Sudah Keluar Dari Dalam Kamar.
Apa Yang Kupikirkan!?Kenapa Mulutku Terasa Bergerak Sendiri?
Apa Yang Sebenarnya Terjadi?Mestinya Aku Menghindarinya...
Seperti Kata Neo...Lalu Kenapa?
Tidak Ada Gunanya Untuk Dipikirkan Sekarang...
Aku Keluar Dari Bathtub , Dan Mengeringkan Badanku.
Aku Memakai Selembar Kaus Hitam Dan Celana Jeans Biru Panjang , Setelah Itu Aku Turun Ke Lantai Dasar.
Daniel Dan Jessica Sudah Menunggu Disana , Begitu Juga Dengan Tear...
Dia Sudah Mengganti Kausnya Dengan Yang Baru , Apa Berarti Dia Kembali Tadi Malam?
Tapi Kurasa Itu Tidak Mungkin Terjadi , Mungkin Ivory Yang Meminjamkannya Baju.
Dia Menggunakan Kaus Pink Dan Celana Biru Pendek Dan Sebuah Topi Biru Bertuliskan I Love London , Tapi Tetap Saja Tidak Berubah.
Apapun Yang Dia Kenakan , Dia Masih Saja Memukauku Dengan Kecantikannya.
Dan Meskipun Dia Memakai Topi , Aku Masih Bisa Melihat Matanya Dan Mata Birunya Masih Saja Membuatku Terpesona Tidak Berdaya.
Aku Mencoba Untuk Membuat Tidak Ada Yang Pernah Terjadi Diantara Kami.
Maksudnya Adalah Tidak Ada Adegan Dimana Dia Mencoba Untuk Membunuhku.
Tapi Sepertinya Dia Tidak Merasakan Hal Yang Sama.
Tear Terlihat Cukup Terkejut Ketika Melihatku , Aku Menatapnya Dan Dia Balas Menatapku.
Suasana Hening Diantara Kami Untuk Beberapa Saat.
"Lloyd!!"
"Ugh...Kau Tidak Perlu Berteriak Jess."
"Apa Kau Bahkan Mendengarkan Kami?"
"Ehm...Apa Yang Sedang Kita Bicarakan?"
"*sigh*Aku Dan Daniel Sedang Berdebat , Kemana Kita Akan Pergi..Aku Ingin Berbelanja Baju Dan Melihat-lihat London."
"Dan Aku Ingin Mengunjungi Pameran Ferrari Di Dekat Sini,Kita Bisa Berbelanja Kapan Saja , Tapi Autoshow Ini Hanya Akan Berlangsung Selama 2 Hari , Dan Ini Adalah Hari Terakhir!!"Potong Daniel.
"Jadi?Mana Yang Kalian Pilih?
"Tear...Tentu Saja Kau Memilih Baju,Iya Kan?"
"Eh?"
"Benarkan!?"Kata Jessica Dengan Nada Mengancam.
"T-Tentu Saja."
"Lloyd , Kalau Kau Laki-laki , Kau Pasti Memilih Pameran Mobil."
"B-Benar."
"Mobil!!" Teriak Daniel.
"Baju!!" Teriak Jessica.
Keduanya Sama-Sama Bersikeras Untuk Pergi Ke Tempat Yang Mereka Mau.
Dan Kelihatannya Tidak Akan Selesai Dalam Waktu Yang Dekat Ini.
"Bagaimana Dengan Secangkir Kopi Sebelum Waktu Habis...Kalian Bisa Berdebat Disana Sesuka Hati Kalian."Usulku Tidak Tahan Mendengar Mereka Berdebat.
"Ada Cafe Yang Baru Saja Dibuka Beberapa Minggu Yang Lalu Di Seberang Jalan , Mereka Terkenal Akan Rasa Kopi Mereka."Lanjut Tear.
"Ide Bagus!!Yang Pertama Sampai Disitu Yang Akan Menentukan Kemana Kita Akan Pergi!!"Sambung Daniel.
Setelah Berkata Seperti Itu,Daniel Langsung Berlari Keluar Dari Losmen.
"Hei!! Jangan Curang!! Tunggu Aku!!"
Jessica Juga Berlari Menyusul Daniel , Meninggalkan Aku Berdua Dengan Tear.
"Apa Maksudmu?"Tanya Tear Tiba-tiba Kepadaku.
"Huh?"
"Kedatanganmu...Apa Kau Bermaksud Menghinaku Karena Gagal Memangsamu?"
"Aku Tidak Mengerti."
"Atau Kau Memang Hanya Ingin Mati?Aku Bisa Saja Memangsamu Sekarang Lloyd..."Katanya Sambil Tersenyum Jahat.
"Kalau Kau Mau Menggigitku , Gigit Saja...Apa Yang Kau Tunggu?"
Kata-Kata Itu Terselip Saja Dari Mulutku , Dari Mana Aku Mendapat Keberanian Untuk Berkata Seperti Itu!?
"Kau Akan Hidup...Untuk Sementara..."
"Bisa Kita Berjalan Sekarang? Mereka Akan Marah Kalau Dibuat Menunggu Terlalu Lama."
"Huh..."
Tear Berjalan Didepanku , Dan Aku Mengikutinya...
Aku Baru Menyadari Bahwa Dia Memakai Sepatu Hak Tinggi..Dari Suara Yang Kakinya Timbulkan.
Begitu Juga Dengan Jalannya Yang Sedikit Kesulitan.
"High Heels?Since When?"
"Sejak Dulu..Aku Sering Memakai Hak Tinggi , Kau Hanya Tidak Tahu Aku Yang Sebenarnya Lloyd."
"True , Tapi Aku Cukup Tahu Bahwa Kau Baru Belajar Memakai Sepatu Hak Tinggi."
Tear Terkejut Mendengar Perkataanku , "A-Apa Maksudmu?"
"Tidak Perlu Berbohong Padaku , Perempuan Yang Sudah Lama Memakai Sepatu Hak Tinggi Tidak Akan Kesulitan Berjalan."
"Maksudmu Aku Tidak Bisa Memakai Sepatu Hak Tinggi?Kau Salah!!Aku Sudah Memakai Sepatu Hak Tinggi Sejak Dulu!!"
"That's Not What I'm Saying."
"Akan Kubuktikan Kepadamu!! Aku Bahkan Akan Berlari!!"Katanya Jengkel.
Tear Berjalan Cepat Seperti Berlari..
Tapi Aku Tahu Dia Hanya Bisa Berjalan Secepat Itu , Dia Tidak Bisa Berlari Karena Kesulitan Bahkan Untuk Berjalan Biasa.
Dengan Sepatu Hak Tinggi Sekitar 10cm Untuk Seorang Pemula , Aku Tidak Heran.
Logikanya Walaupun Kau Sudah Memakai High Heels Selama Bertahun-tahun , Kau Masih Tidak Akan Bisa Berlari Memakainya.
Aku Mengeluarkan Senyuman , Dan Menahan Tawaku , Dan Sepertinya Dia Melihatnya , Mungkin Dia Menyangka Bahwa Aku Mengejeknya.
Hasilnya Dia Terlihat Jengkel Dan Bahkan Mencoba Untuk Berjalan Lebih Cepat...
Setelah Itu Semua Terjadi Begitu Cepat..
Tear Tersandung , Dan Terjatuh..Dan Secara Refleks Aku Menangkap Tangannya Dan Pinggangnya , Mencegahnya Untuk Jatuh.
Pandangan Kami Bertemu Untuk Beberapa Saat Dan Saat Itu Juga , Aku Merasa Bahwa Didunia Ini Hanya Ada Kami Berdua.
Aku Menatap Mata Birunya Yang Indah , Dan Dia Balas Menatapku.Tidak Ada Yang Mencoba Untuk Berdiri Dengan Benar Lagi.
Setelah Beberapa Saat , Tear Terlihat Terkejut , Dan Dia Menarik Tangannya Dengan Cepat.
Aku Menyadarinya Dan Memalingkan Wajahku Tersadar Bahwa Aku Tersipu.
"Lloyd...Mereka Akan Marah Kepada Kita Jika Kita Tidak Sampai Disana Dengan Cepat."Bisiknya.
Tear Kembali Berjalan Setelah Mengatakan Itu.
Aku Mengikutinya Dari Belakang , Aku Berpikir Mencoba Untuk Mencari Arti Dari Apa Yang Baru Saja Terjadi.
Bayangan Iblis Tear...Perlahan-lahan Mulai Redup...Tapi Aku Masih Bisa Melihatnya Dengan Jelas.
Tapi Ada Juga Sesaat , Saat Aku Menutup Mataku Aku Juga Melihat Bayangan Tear Yang Aku Tahu.
Tear Yang Sempurna , Baik , Cantik , Pintar , Dan Ramah Ke Semua Orang.
Aku Berpikir Lagi Mencoba Untuk Melupakan Hal Itu , Aku Tahu Bahwa Semua Itu Hanya Akting Yang Tear Mainkan Untuk Mendapatkan Makan Malam.
Mereka Juga Senang Mempermainkan Mangsa Mereka , Sebelum Mereka Dibunuh.
Aku Mengingat Kembali Apa Yang Aku Baca Dibuku Itu Semalam.
Tear...Bukan...Semua Vampire Melakukan Hal Seperti Akting Untuk Mempermainkan Mangsanya Karena Mereka Menyukainya.
Seperti Hobi...Hanya Saja Hobi Yang Menjijikan.
"Kalian Lamban!!"Gerutu Jessica.
"Benar , Apa Saja Yang Kalian Lakukan?"
"Tidak Ada , Hanya Kalian Saja Yang Terlalu Cepat."Jawabku.
"Apakah Kita Akan Memesan Secangkir Kopi Sekarang?"Tanya Tear.
Kami Masuk Ke Dalam , Dan Cafe Yang Sedikit Bising Akibat Suara Orang-Orang Menghilang.
Semua Orang Yang Berada Disana Melihat Kami.
Begitu Juga Dengan Semua Waiter , Bahkan Ada Yang Menaruh Kecap Di Kopi Mereka.
Kata Kami Terasa Kurang Tepat , Lebih Tepatnya Adalah Melihat Tear.
Kesempurnaannya Memukau Semua Orang , Termasuk Aku.
Tidak Ada Yang Tidak Melihat Tear.
Yang Laki-Laki Terpesona Dan Yang Perempuan Merasa Kalah Darinya.
Kami Duduk Di Dekat Dinding Kaca , Daniel Duduk Disebelahku Dan Tear Duduk Di Samping Jessica.
Lalu , Seorang Waitres Menghampiri Kami , Untuk Mengambil Pesanan.
"Kopi Hitam."
"Teh Hangat."
Pesan Daniel Dan Jessica.
"Kopi Susu."
Tear Dan Aku Memesan Minuman Yang Sama Dan Mengatakannya Bersamaan.
Tear Terkejut Dan Menatapku Kesal,Disaat Itu Juga Aku Mendengar Siulan Daniel.
Aku Tidak Peduli Dengan Tatapannya.
Kalau Dia Tidak Suka , Dia Bisa Memesan Yang Lain.Aku Tidak Peduli.
"Jadi...Sejak Aku Menang , Kita Akan Pergi Berbelanja."
Jessica Yang Memulai Berbicara.
"Tidak Adil!! Kenapa Ditentukan Dengan Lomba Lari?"Protes Daniel
"Kau Sendiri Yang Mengatakannya , Dan Kau Juga Curang Karena Mencuri Start!"
"Tapi--"
"Sudahlah Dan , Dia Mengalahkanmu , Kita Ikuti Kemauan Mereka."
Aku Memotong Perkataan Daniel Karena Pasti Akan Ada Perdebatan Lagi Kalau Aku Tidak Menghentikannya.
"Lihat? Bahkan Lloyd Mendukungku."
"Apa Boleh Buat...Tapi Bagaimana Kau Bisa Berlari Secepat Itu!?'
"Jessica Pemenang Lomba Lari Seratus Meter Selama Lima Tahun Berturut-turut."Jawab Tear.
"A-Apa!? Aku Tidak Pernah Mendengar Hal Seperti Itu Sebelumnya!! Kau Menang Melawan Neo?"
"Tidak , Neo Tidak Mengikuti Semua Ekstrakulikuler Aktivitas , Lari Adalah Salah Satu Yang Tidak Dia Ikuti."Jawabku
"Mestinya Aku Belajar Sejarahku Tentang Orang-Orang Disini Sebelum Aku Menantangmu Jess."Kata Daniel Menyesal
"Too Late" Kata Jessica Tertawa.
***
"Apa Yang Si Bodoh Itu Lakukan?"
Neo Berdiri Di Atap Salah Satu Dinding Diseberang Cafe Yang Sedang Lloyd Dan Teman-Temannya Kunjungi.
"Apakah Dia Sudah Lupa Bahwa Iblis Itu Mencoba Membunuhnya Dua Hari Yang Lalu?"
"Calm Down Neo , Seperti Bukan Kau Saja."Kata Seseorang Dibelakangnya.
Orang Itu Berambut Perak Putih Dan Dia Mengenakan Jaket Panjang Berwarna Biru Dan Baju Berwarna Hitam Dengan Gambar Seorang Vampire Sedang Di Bakar.
"Siapa Yang Bersama Dengan Tear Disana?"
"Satu Korban Dan Dua Orang Awam."
"Korban?"
"Dia Diserang Tear , Hampir Saja Menjadi Makan Malamnya."
"Dan Dia Tetap Mendekati Tear? Wow...Kupuji Keberaniannya."Laki-Laki Itu Menatap Lloyd Dengan Kagum.
"Akan Kuurus Nanti , Kau Sudah Mendapat Apa Yang Kuminta?"
"Ya , Aku Menyimpannya Di Jembatan , Kau Bisa Mengambilnya Nanti , Dan Mereka Setuju Untuk Mengirim Oswald Kesini."
"Hmm...."Gumam Neo.
"Jadi Apa Yang Akan Aku Lakukan Sekarang?"
"Cari Tanda-Tanda Akan Sarang Mereka Disini , Kalau Dugaanku Benar Mereka Sudah Membuat Satu Atau Dua Di Sini."
"Ada Lagi?"
"Aku Akan Membutuhkanmu Juga Virgil , Setelah Kau Selesai Disini , Naiki Pesawat Pertama Menuju Grifin."
"Untuk Apa?"
"Permainan Ini Sudah Berlangsung Terlalu Lama , Saatnya Untuk Menutup Tirai Permainannya Sekarang."
***
"Kenapa Semua Orang Melihat Kita?" Tanya Daniel.
"Entahlah , Apakah Ada Sesuatu Yang Aneh Di Pakaianku?" Kata Jessica.
"Tidak , Semuanya Normal...Bagaimana Dengan Mukaku?" Tanya Daniel Kembali.
"Mukamu Tidak Pernah Berubah Dan , Masih Aneh Seperti Dulu."Jessica Terkekeh Mendengar Perkataannya Sendiri.
Tear Mengeluarkan Tawa Kecil , Begitu Juga Dengan Aku.
"Ya Ya , Tertawa Saja Kalian , Tapi Aku Masih Tidak Tahu Kenapa Semua Orang Melihat Kita."
"Mereka Tidak Melihat Kita...Mereka Melihat Tear." Jawabku.
Tear Melihatku Dan Menatapku Dengan Garang.
Tapi Aku Tidak Memperdulikannya , Aku Hanya Mengatakan Kenyataan.
Aku Tidak Tahu Darimana Aku Mendapat Keberanian Seperti Ini.
Menggoda Vampire Tentu Saja , Aku Yang Penakut Ini Berani Menggoda Vampire.
Aku Pasti Sudah Mulai Kehilangan Akal Sehat.
Kebetulan Pesanan Kami Sudah Datang , Seorang Waiter Mengantarkannya Kepada Kami.
Dia Menatap Tear Dengan Kaget , Kurasa Dia Baru Melihatnya Sekarang.
Dia Tidak Bergerak Untuk Beberapa Saat Sampai Tear Balas Menatap Dia.
Waiter Itu Langsung Menaruh Pesanan Kami Dan Pergi Dari Situ.
"Ya , Kurasa Lloyd Benar,Semua Mata Tertuju Padamu Tear."Ungkap Jessica.
"Jess... Jangan Menggodaku."
"Aku Mengatakan Yang Sesungguhnya Tear , Lihat Saja Waiter Tadi. Beberapa Saat Lagi Pasti Ada Yang Akan Datang Kemari Dan Mencoba Untuk Berkenalan Denganmu."
"Jess!!"Kata Tear Sedikit Kesal.
"Darimana Kau Tahu Hal Seperti Itu?"Tanya Daniel.
"Examples , Aku Pernah Melihat Yang Seperti Ini."
Dugaan Jessica Benar,Seorang Laki-Laki Tinggi Bertubuh Kekar Menghampiri Kami.
"Permisi Miss , Bolehkah Menawarkanmu Segelas Kopi?"
Laki-Laki Ini Terlihat Baik , Tidak Seperti Richard Tentu Saja , Dan Dia Tampan.
Dia Memakai Kemeja Biru Kotak-kotak Lengan Pendek Dengan Singlet Putih Di Balik Kemejanya.
Rambutnya Berwarna Coklat , Dan Dia Punya Rolex Emas. Dia Pasti Kaya.
Dia Juga Berbicara Dengan Logat Orang Inggris , Pasti Bukan Turis.
"Tidakkah Seharusnya Kau Memperkenalkan Dirimu Dulu Sebelum Melakukan Hal Seperti Itu?"Sergah Jessica.
"Ah...Benar...Maafkan Ketidaksopananku , Namaku Chester...Bolehkah Aku Tahu Namamu?"
Kali Ini Kata-Katanya Mengarah Sepenuhnya Kepada Tear.
Tear Terlihat Tidak Ingin Mempedulikannya Tapi Jessica Melihat Ke Tear Dengan Wajah Yang Mengancam.
"Tear... Senang Bertemu Denganmu." Jawab Tear.
Aku Terkejut Mendengar Tear,Dan Tiba-Tiba Saja Aku Marah...
Tapi Marah Akan Apa?Tidak Mungkin Ada Yang Salah Akan Apa Yang Baru Saja Terjadi.
"Nama Yang Indah... Dengar , Aku Tahu Ini Sedikit Mendadak. Tapi Bisakah Aku Menawarkan Makan Malam?."
"Dinner , Sounds Exciting... Bagaimana Kalau Kau Yang Menjadi Makan Malamnya , Chester?"Sergahku.
Kata-Kata Itu Terselip Dari Mulutku,Kemarahanku Mengambil Alih Akan Mulutku.
Kenapa Aku Bisa Berkata Seperti Ini!?Apa Yang Sebenarnya Terjadi?
Daniel Bersiul Kembali , Chester Terlihat Bingung , Sementara Tear Melihatku Dengan Tatapan Kaget.
"Maafkan Aku...Apakah Kalian Bersama?"Tanya Chester.
"Tidak...Maafkan Dia , Terkadang Dia Berbicara Sebelum Berpikir."Jawab Tear.
"Maaf...Aku Terkadang Terdengar Kasar Untuk Orang Asing."Lanjutku.
"Ah..Tidak Apa , Aku Mengerti Maksudmu...Terkadang Aku Juga Melakukan Hal Seperti Itu.Jadi Bagaimana Tear?Apa Kau Mau?"
Tear Terlihat Berpikir,Dan Suasana Hening Untuk Beberapa Saat.
"...Ehem...Awkward..."Bisik Jessica.
"Aw!!"Erang Jessica.
Tear Mencubit Perut Jessica Dan Menatapnya Dengan Senyum Tapi Dengan Mata Marah.
Tear Kemudian Menatapku , Dan Entah Kenapa Aku Dengan Cepat Memalingkan Wajahku Seperti Sedang Tidak Ingin Berbicara Dengannya.
Keputusan Yang Buruk , Tear Terlihat Sedikit Marah Dan Dia Menjawab Chester Seketika Itu Juga.
"Dengan Senang Hati , Kita Bertemu Lagi Disini... Jam 7?"
Kata-Kata Tear Entah Bagaimana Bagaikan Pedang Menusuk Jantungku.
"Great... I'll See You Later Then.."
Chester Berjalan Kembali Ke Mejanya Bersama Teman-Temannya.
Aku Melihat Teman-Temannya Menepuk-nepuk Bahunya Dan Mengelus Kepalanya , Tanda Selamat.
Sure , Tepuk Dia , Tapi Dia Tidak Akan Kembali Besok Pagi Kalau Tear Merasa Haus Malam Ini.
Dadaku Mendadak Terasa Sakit , Seperti Sedang Ditusuk-tusuk.
Kenapa Terasa Begitu Sakit?Apa Yang Sebenarnya Perasaan Ini?
Aku Tahu...Tapi Aku Tidak Mau Mengakuinya..
Cemburu...Aku Dibakar Rasa Cemburu...
Tapi Ini Semestinya Tidak Terjadi...Aku Seharusnya Membencinya Karena Pernah Mencoba Untuk Membunuhku.
"Jadi...Apakah Kau Akan Mengatakannya Atau Kami Yang Harus Mengatakannya?"Tanya Jessica.
"Aku Tidak Mengerti Maksudmu."
"Lloyd Cemburu...Lloyd Cemburu."Daniel Mengatakannya Dengan Nada Bernyanyi.
Tear Hanya Melihatku Dengan Bingung,Aku Tidak Balas Menatapnya...
Aku Takut Dia Mengetahui Isi Hatiku..Kalau Aku...Cemburu.
"Ayolah Lloyd...Kau Tahu Kalau Kau---"
"My Black Knight?"Potongku Dengan Satu Alis Terangkat.
"AHH!!! Kau Tidak Memberitahu Siapa-Siapakan!!??"
"Selama Kau Berhenti Berbicara."
"...Baiklah...Kau Menang....Aku Akan Diam."Gerutu Jessica.
"Bagus..."Kataku Sambil Menyeruput Kopiku.
"Apakah Kita Tetap Akan Pergi Berbelanja?"Tanya Tear.
"Tentu Saja!!Dengan Chester Kita Baru Saja Mendapatkan Satu Alasan Lagi Untuk Berbelanja!!"
"Jess!!"
"Baiklah-Baiklah...Tunggu Aku Menyelesaikan Tehku Terlebih Dahulu , Setelah Itu Kita Akan Mencari Bajumu.Geez , Kau Sudah Tidak Sabar Lagi Ya Tear?"Kata Jessica Sambil Tertawa.
"Bukan Itu Maksudku Jess!!Aku Menyuruhmu Untuk Berhenti Mengejekku!!"
"Tapi Ini Sangat Menarik!!Aku Tidak Mungkin Bisa Men--"
"Black Knight..."Potongku.
"Fine!! I'll Stop , Kau Beruntung Tear...Disini Ada Satu Lagi Ksatriamu."
Tear Melihatku Kembali Terheran-heran , Tapi Dia Langsung Memalingkan Mukanya.
Kami Menghabiskan Minuman Kami Dan Pergi Berbelanja Baju , Lebih Tepat Kalau Dikatakan Jessica Sendiri Yang Membeli.
Aku Dan Daniel Hanya Membawa Barang-Barang Yang Dibeli Jessica Sementara Tear Tidak Bisa Berkomentar Akan Baju-Baju Yang Dibeli Jessica Untuknya.
Jessica Juga Membelikan Kami Pakaian Lengkap , Baju , Celana , Dan Juga Sepatu.
Menurutnya Kami Kurang Berimprovisasi Akan Pakaian Kami , Darimana Sebenarnya Dia Mendapat Uang Sebanyak Ini?
Kalau Kau Ingin Tahu Darimana Jessica Punya Uang Sebanyak Ini , Ayah Jessica Memiliki Saham Besar Di 20 Perusahaan Multi-National Besar.
Dan Ibunya Adalah Orang Yang Menemukan Semacam Sabun Ajaib Yang Bisa Membuat Kulit Semua Wanita Menjadi Seputih Salju Hanya Dalam 5 Hari.
Tentu Saja Semua Wanita Membeli Sabun Seperti Itu.
Orang Tua Jessica Adalah Salah Satu Orang Terkaya Di Dunia..
Tapi Kenyataan Ini Hanya Diketahui Oleh Aku Dan Daniel.
Jessica Tidak Ingin Hal Seperti Ini Diketahui Semua Orang.
Menurutnya,Jika Semua Orang Tahu , Yang Mendatanginya Hanyalah Teman Palsu Dibandingkan Teman Sejati.
"Jess , Aku Tidak Tahu Kalau Orang Sepertimu Suka Berbelanja...Maksudku,Tidak Sebanyak Ini."Kata Daniel
"Tentu Saja Aku Suka Berbelanja , Aku Juga Sama Seperti Semua Perempuan!"
"Aku Tahu...Hanya Saja Melihatmu Yang Merupakan Salah Satu Murid Terpintar , Aku Hanya Tidak Menyangka."
"Kau Akan Terkejut Betapa Banyaknya Sisi Liarku , Ini Bukan Apa-Apa."
Hari Sudah Mulai Sore , Dan Kami Berjalan Kembali Ke Losmen Kami.
Daniel Beruntung , Dia Salah Melihat Brosur.
Pameran Ferrari Ternyata Dimulai Jam 5 Sore , Dan Dia Masih Punya Cukup Waktu Untuk Sampai Disana Tidak Terlambat.
Jessica Mengatakan Bahwa Dia Akan Pulang Nanti , Dia Ingin Melihat-lihat Sebuah Toko Antik Yang Kami Lewati.
Di Perjalanan Pulang Hanya Meninggalkan Aku Dan Tear Berdua.
Tidak Ada Yang Berbicara...Kami Berdua Terdiam.
Bahkan Jika Aku Mau Berbicara , Aku Tidak Tahu Apa Yang Akan Kukatakan.
Setelah Kami Sampai , Aku Langsung Kembali Menuju Kamar Tanpa Menunggu Dia.
Tear Pergi Entah Kemana Setelah Kami Masuk Kedalam Losmen Kami.
Mungkin Bersiap-siap Untuk Kencannya...Atau Mungkin Makan Malamnya.
Dugaanku Tidak Meleset , Beberapa Menit Kemudian Tear Masuk Ke Dalam Kamar Sudah Mengganti Pakaiannya.
Dia Memakai Casual Dress Berwarna Biru , Short Heels Berwarna Biru , Dan Sebuah Liontin Putih Berbentuk Hati.
"Why Did You Do That?" Sergah Tear.
"Excuse Me?"
"Membelaku...Kenapa Kau Lakukan Itu?"
"You're Welcome."Ujarku Kesal.
"Aku Mencoba Untuk Membunuhmu , Dan Kau Membelaku?" Ujarnya Tidak Mempedulikan Kata-kataku.
"Kau Terlihat Cantik Tear , Dan Kau Berhasil , Kalau Kau Kesini Hanya Untuk Membuatku Kesal."
"Cantik? Apa Hubungannya Aku Terlihat Cantik Dengan Apa Yang Sedang Kita Bicarakan?"
"Tentu Saja Ada!!Kalau Kau Berpakaian Seperti Itu Dan Kau Pergi Berkencan!!Tentu Saja Itu Membuatku Kesal Kalau Itu Tujuanmu!!"Kataku Setengah Berteriak.
Tear Terlihat Terkejut , Kemudian Dia Berbisik , "...Kau...Cemburu?"
Aku Langsung Menyadari Apa Yang Baru Saja Kukatakan.
Apa Yang Sudah Kulakukan?Tanpa Kusadari Secara Tidak Langsung Aku Baru Saja Mengakui Kepada Tear Dan Diriku Sendiri Bahwa Aku Cemburu!!
Ingat Lloyd , Dia Ingin Membunuhmu. Pikirku.
"L-Lupakan Saja!!Aku Membelamu Karena Aku Sedang Ingin Melakukannya , Itu Saja! Tidak Kurang , Tidak Lebih."
Kesunyian Berada Diantara Kami,Tidak Ada Diantara Kami Berdua Yang Berbicara.
"...Kau Aneh...Lloyd."
"..Heh...Tell Me About It."
"Aku Mengira Ada Bau Mayat Disini.."
Neo Tiba-Tiba Saja Sudah Ada Didekat Jendela , Entah Berapa Lama Dia Berada Disana.
Aku Terkejut Melihat Dia Berada Disana Begitu Juga Dengan Tear.
"Ternyata Ada Mayat Hidup Disini." Ejek Neo Dengan Pandangan Matanya Yang Dingin.
Tear Menggeram Tanda Permusuhannya Dengan Neo.
"Kau Sangat Berani Tear , Datang Kesini Tanpa Ditemani Kakakmu."
"Memangnya Kau Mau Apa?" Tantang Tear.
"Entahlah , Tapi Membunuhmu Disini Sekarang Juga Bukan Ide Yang Buruk Bukan?"
"Kyle Masih Memegang Para Sandera , Kau Tidak Akan Berani."
"Benarkah?Perlu Kita Buktikan?"
Dia Serius , Dia Tidak Lagi Peduli Dengan Semua Sandera Yang Berada Di Tangan Keluarga Grants.
Tear Mundur Beberapa Langkah , Ekspresinya Membenci Tapi Tubuhnya Bergetar Karena Ketakutan.
Tear Berpikir Dan Melihatku Untuk Beberapa Saat , Dia Seperti Sedang Menyusun Rencana Untuk Keluar Dari Sini.
"Filthy Maggots...Don't Even Think About It." Geram Neo.
Tear Terserentak , Sedangkan Neo Mengambil Ancang-Ancang.
Apa Yang Harus Kulakukan? Haruskah Aku Menolong Tear? Tapi Bagaimana Caranya?
Tunggu , Tear Bahkan Mencoba Untuk Membunuhku , Dan Dia Masih Ingin Membunuhku. Bukankah Membiarkan Neo Membunuh Tear Akan Menyelesaikan Semua Masalah?
Neo Semakin Menggeram Dan Aku Semakin Panik.
"Neo , Apa Yang Akan Kau Jelaskan Kepada Semua Orang Ketika Ada Mayat Seorang Gadis Disini?" Sergahku Tiba-tiba.
"Apa?" Neo Terlihat Terkejut Mendengar Pertanyaanku.
Well , Nothing To Lose Now.
"Kau Tidak Mungkin Membunuhnya Disini , Bekasnya Akan Terlihat Dengan Sangat Jelas!"
"Kalau Itu Yang Kau Khawatirkan , Aku Bisa Mengembalikan Tempat Ini Seperti Semula Hanya Dalam 5 Menit."
"Jangan Bunuh Dia."
Neo Mengangkat Satu Alisnya Terheran-heran , Tear Mengeluarkan Ekspresi Yang Sama.
"...At Least Not Now... Aku Tidak Ingin Melihat Jessica Dan Daniel Berada Dalam Bahaya Karena Aku." Lanjutku Menyadari Apa Yang Baru Saja Kukatakan.
Neo Terlihat Berpikir Untuk Sejenak.
"...Fine , I Hate Picking On The Weak Anyway."
Entah Apa Yang Aku Lakukan...Melindungi Seseorang Yang Mencoba Untuk Membunuhku.
Neo Kemudian Melihat Ke Arah Tear , "Another Lucky Day."
Neo Menghilang Dalam Sekejap Ketika Aku Berbalik Melihatnya.
Tear Terlihat Sangat Kebingungan , Dan Kemudian Dia Menatapku Seperti Aku Sudah Kehilangan Otakku.
Mungkin Dia Benar,Tapi Aku Sama Sekali Tidak Peduli , Aku Baru Saja Menyelamatkan Nyawanya.
"Why?"Tanya Tear.
Bukan Sesuatu Yang Aku Harapkan , Aku Lebih Mengharapkan Sesuatu Dengan Kata Thanks.
"What?" Jawabku.
Keheningan Berada Di Antara Kami Cukup Lama.
"...Forget It...Aku...Akan Pergi Sekarang."
"...Have A Safe Journey."
Tear Keluar Dari Kamar Kami , Meninggalkanku Sendiri.
Kelihatannya Dia Juga Tidak Tahan Berada Di Sini Terlalu Lama , Neo Mungkin Saja Mengubah Pikirannya.
Daniel Dan Jessica Masih Belum Kembali , Entah Kemana Lagi Mereka Berdua Pergi.
Aku Melompat Ke Arah Ranjangku , Berpikir Untuk Tidur.
Kelelahan Mulai Menelanku Dan Mataku Mulai Tertutup Dengan Sendirinya.
Semua PIkiran Dan Luka-luka Yang Aku Dapat Mulai Memudar Dari Pikiranku.
Beberapa Saat Kemudian , Seseorang Membuka Pintu Dengan Keras , Membangunkanku Dari Setengah Tidurku.
Tear , Dia Berada Di Depan Pintu Menatapku Dengan Ekspresi Yang Tidak Dapat Kujelaskan.
"Ikut Aku."Sergah Tear Tiba-Tiba
"Huh!?"
"Ikut Saja!!"
"Supaya Kau Bisa Memangsaku?"
"Akan Kulakukan Sekarang Kalau Kau Tidak Mau Mengikutiku." Ancamnya
Tear Menarik Tanganku Dengan Paksa Keluar Dari Losmen Kami.
Dia Memanggil Taksi Dan Memaksaku Untuk Mengikutinya.
London Bridge,Hanya Satu Kata Itu Saja Yang Dia Ucapkan Selama Perjalanan Kami.
Kami Turun Di Dekat London Bridge,Dan Bersembunyi Di Bayangan Sebuah Gedung.
"Apa Yang Kita Lakukan Disini?"Tanyaku.
"Memastikan Tidak Ada Yang Melihat Kita. Sekarang Peluk Aku." Jawab Tear Sambil Melihat-lihat Sekitar.
"Apa?"
"Cepat , Sebelum Ada Yang Melihat Kita!!"
Entah Kenapa Aku Merasa Bahwa Aku Bisa Mempercayainya Atau Aku Merasa Terancam.
Aku Memeluknya , Dan Dia Langsung Melompat Tinggi Ke Atas.
Setelah Kusadari Aku Sudah Sampai Di Salah Satu Puncak Di London Bridge.
"Untuk Apa Kau Membawaku Kesini?"
"Tidak Ada , Hanya Ingin Berbicara...Kau Keberatan?"
"Kalau Kau Akan Memangsaku Setelah Itu Maka Jawabannya Adalah Ya , Aku Keberatan."
"Aku Tidak Akan Memangsamu Lloyd..Tidak Malam Ini."
Tear Duduk Dan Entah Kenapa Dia Bernafas Lega.
Dia Sama Sekali Tidak Terlihat Berbahaya , Dari Berapa Sisipun Aku Melihatnya.
Dia Kelihatan Cantik , Dan Hanya Itu Yang Bisa Kupikirkan.
Tanpa Kusadari Aku Menatapnya Terlalu Lama , Dan Dia Menyadarinya.
"Kenapa Tidak?" Tanyaku Buru-buru.
"Neo Akan Membunuhku Kalau Aku Menyentuhmu."
"Lalu Bagaimana Dengan Kencanmu?"
"Chester Mengatakan Kami Bisa Melakukannya Lain Kali."
"Kau Yang Membatalkannya?"
"Ya.."
"Kenapa?"
"Aku Ingin Menikmati Angin Malam , Kalau Kau Tidak Keberatan Untuk Menemaniku.."
"Kau Menculikku , Membawaku Tepat Di Atas London Bridge , Hanya Untuk Menikmati Angin Malam?" Protesku.
"Lebih Baik Berada Di Luar Daripada Tidur Didalam kan?"
Aku Menghela Nafas , "Yah , Angin Malam Memang Tidak Terdengar Terlalu Buruk."
Aku Duduk Disebelahnya...Angin Malam Menerpa Wajah Kami Berdua.
Mungkin Ini Yang Akan Terjadi Kalau Saja Malam Itu Dia Tidak Mencoba Untuk Membunuhku.
"Aneh..."
"Apa Yang Aneh?"Tanyaku.
"Aku Duduk Berbicara Sambil Menikmati Angin Malam Dengan Seseorang Yang Seharusnya Menjadi Makananku."
"Aku Juga Bisa Mengatakan Hal Yang Sama...Duduk Disebelah Seekor Singa , " Aku Berpikir Singkat. "Neo Benar...Aku Memang Sudah Kehilangan Akal Sehatku."
Tear Tersenyum , Tapi Kemudian Senyumnya Memudar.
"Kau Mestinya Menjauhiku...Aku Bisa Saja Memangsamu Sekarang..." Katanya Pelan.
"Kau Tahu kan Kalau Kau Yang Membawaku Kesini , Ingat?"
"Aku Benar-Benar Menginginkan Darahmu Llyod... Lebih Dari Yang Seharusnya Aku Mau." Jawabnya Pelan.
"Lalu Kenapa Tidak Kau Lakukan? Karena Neo?"
Tear Terlihat Ragu-ragu , Dia Kelihatan Bingung Akan Bagaimana Seharusnya Dia Menjawab.
"Bukan.. Sebagian Memang Karena Neo , Tapi Tidak Semuanya."
"Jadi?"
Tear Terdiam Sejenak , Kemudian Dia Menjawab.
"Aku...Hanya Tidak Ingin Dunia Ini Kehilangan Satu Orang Yang Sangat Menarik Sepertimu." Jawabnya Pelan.
Entah Itu Ejekan Atau Pujian , Yang Pasti Aku Tidak Begitu Mengerti.
"Hanya Itu Alasannya?"
"Dunia Akan Terlihat Sepi Kalau Satu Orang Pelawak Mati , Benar Kan?" Katanya Tertawa Pelan.
Aku Mengangkat Satu Alisku Terheran-heran.
"Dan...Aku...Juga Masih Ingin Kau Hidup...Untuk Sekarang."Katanya Sambil Tersipu Malu.
Aku Terkejut Melihat Tear Tersipu , Wajah Merahnya Membuat Dia Terlihat Semakin Imut Dan Cantik.
Aku Hanya Bisa Diam Menatapnya , Sampai Akhirnya Aku Tersenyum Tanpa Sadar.
Angin Menerpa Wajahnya...Rambut Hitamnya Begitu Indah Saat Berterbangan Karena Angin.
Mata Birunya Menunjukkan Kesedihan Yang Mendalam...
Aku Tahu Dengan Pasti Sekarang...Aku Jatuh Cinta Dan Aku Tergila-gila Kepada Tear.
Dan Cinta Ini Tidak Akan Pernah Hilang...Walaupun Dia Bisa Membunuhku Kapanpun , Aku Rela Sekalipun Dia Membunuhku.
Aku Tidak Akan Pernah Menyerah...Apapun Yang Terjadi...
Aku Akan Selalu Mencintainya... Hal Yang Seharusnya Sudah Kusadari Dari Dulu...
No comments:
Post a Comment