Wednesday, July 28, 2010

Chapter 6
Seeking The Answer

"Neo...Bukan Manusia , Benarkan..?"
"Benar."
3 Hari Sudah Berlalu Sejak Pembicaraan Kami Di London Bridge.
Sekarang Kami Sudah Berada Di Dalam Pesawat Untuk Perjalanan Kami Kembali Ke Grifin.
"Tapi Kau Tidak Perlu Takut Dengannya."
"Apa Yang Membuatmu Berpikir Seperti Itu?Dia Juga Penghisap Darah...Sama Sepertimu Yang Bisa Membunuhku Kapan Saja."
"Kau Salah Lloyd , Neo Tidak Berbahaya Untukmu..." Bisiknya , "Lagipula...Dia Sesuatu Yang Lebih..."
"Lebih?"
"Apa Yang Sedang Kalian Berdua Bicarakan?"
Daniel Memotong Pembicaraan Kami Berdua.
"Percayalah Padaku Bahwa Kau Tidak Ingin Tahu."
"Lloyd Benar , Sudah Selesai Berdebat?" Sambung Tear.
Jessica Dan Daniel Lagi-lagi Bertengkar Hanya Karena Jessica Menggangap Laki-laki Yang Paling Sempurna Adalah Yang Bisa Mengerti Hati Perempuan.
Daniel Berbicara Berbeda , Menurutnya Penampilan Fisik Adalah Segalanya.
"Kami Tidak Pernah Berdebat,Karena Aku Memang Benar,Kau Juga Berpikir Seperti Itukan Tear?"
"Aku Tidak Akan Ikut Perdebatan Bodoh Kalian."Kata Tear Sambil Menghela Nafas.
"Begitu Juga Dengan Aku."
Kami Tertawa Bersama,Tapi Aku Merasakan Pandangan Tajam Richard Dalam Sekejap.
Dia Duduk Bersama Teman-Temannya , Tangannya Dibalut Perban Dan Wajahnya Membengkak.
Yang Kudengar Adalah Mereka Mencoba Untuk Menyerang Neo Ketika Dia Sedang Keluar Di Malam Hari.
Mereka Membawa Beberapa Teman Mereka Dari London , Beserta Tongkat Baseball Dalam Jumlah Yang Banyak.
Sayangnya Neo Keluar Pada Saat Itu Bertemu Dengan Teman-Temannya.
Yang Terjadi Malah Richard Dan Ganknya Dihajar Habis-Habisan.
Kudengar Teman Teman Neo Setangguh Dia , Walaupun Aku Yakin Neo Bisa Melawan Mereka Semua Sendirian.
Neo Seseorang Yang Berani Memburu Vampire , Aku Ragu Beberapa Orang Manusia Akan Memberinya Kesulitan.
Entah Cerita Itu Benar Atau Salah , Sejak Setahuku Neo Tidak Mempunyai Teman.
Mungkin Dia Punya , Tapi Seperti Apa? Sangat Menggugah Rasa Ingin Tahuku.
Begitu Aku Melihat Richard Kembali Dia Memalingkan Wajahnya Dengan Cepat.
Aku Langsung Melemparkan Pandangan Sinis Ke Neo.
Dia Pasti Mengancam Richard Untuk Tidak Menyentuhku , Hal Yang Kudengar Sudah Biasa Dia Lakukan Ketika Richard Sering Memukuli Seseorang.
Yang Lebih Mengherankan Lagi Bahwa Richard Tidak Pernah Lelah Melawan Neo.
Aku Tahu Neo Tidak Pernah Mematahkan Kaki Atau Tangan Richard.
Tapi Apa Richard Tidak Merasa Sakit Setelah Semua Pukulan Itu?
Neo Tidak Terlihat Mempedulikanku , Dia Langsung Melihat Ke Luar Jendela.
Ivory Tidak Berada Disebelah Neo , Dia Sedang Berbicara Dengan Kyle Dan Jack.
Melihat Mereka Semua Berada Disana Memberitahuku Bahwa Perburuan Neo Gagal.
Tidak Satupun Keluarga Grants Berhasil Dia Bunuh.
Diam-Diam Aku Merasa Lega , Karena Aku Tahu Tear Pasti Akan Merasa Sedih Kalau Kehilangan Kakaknya.
Aku Merasa Bahwa Aku Pasti Sudah Gila , Dan Aku Sering Berpikiran Seperti Itu.
Tentu Saja Aku Merasa Bahwa Aku Gila , Aku Lega Melihat Vampire Pembunuh Manusia Selamat Hanya Karena Aku Jatuh Cinta Pada Seorang Vampire.
"Perhatian Kepada Para Penumpang,Kita Akan Segera Mendarat Di Grifin International Airport , Diharapkan Untuk Mengambil Semua Barang Barang Anda,
"Terima Kasih Karena Telah Memakai Jasa Layanan Kami."
Kurang Lebih 13 Jam Berada Didalam Pesawat Cukup Melelahkan.
Setelah Turun Dari Pesawat Jessica Langsung Dijemput Ayahnya.
Daniel Pergi Berkaraoke Dengan Yang Lain.
Tear Menghilang Dari Pandanganku,Entah Berada Dimana.
"Mencari Tear?"
Neo Berada Dibelakangku,Seperti Bisa Membaca Pikiranku.
"Chris Sudah Datang , Pulanglah."
Setelah Mengatakan Itu Dia Langsung Menghilang Dari Pandanganku.
Neo Benar , Chris Sudah Ada Disana Menungguku.
Aku Mengambil Semua Barangku Dan Masuk Ke Mobil Chris.
Walaupun Aku Tidur Selama Setengah Perjalanan Di Pesawat,Aku Masih Saja Lelah.
Chris Menyadarinya , Mungkin Itu Sebabnya Dia Tidak Berkata Apa-Apa Selama Perjalanan Pulang.
Setelah Sampai Aku Langsung Naik Menuju Kamarku Dan Melempar Tasku.
Aku Meloncat Ke Tempat Tidurku Dan Langsung Tertidur Lelap...

***

Tear Berdiri Di Sebuah Pohon Tinggi Didekat Rumah Lloyd.
Dia Melihatnya Dengan Rasa Haus Akan Darah , Tapi Entah Kenapa Dia Juga Merasa Kebingungan.
Lloyd Berada Disana Tidak Bergerak , Ini Membuatnya Menjadi Sasaran Yang Sangat Mudah.
Tear Hanya Perlu Masuk Kesana Dengan Cepat Dan Mematahkan Lehernya.
Setelah Itu Dia Bisa Membawa Dia Pergi Dan Menghisap Darahnya Sampai Habis.
Tapi Apa Yang Sebenarnya Menahan Dia?
Setelah Dia Membunuh Lloyd , Seluruh Masalahnya Akan Selesai.
Hukum Vampire Sudah Mutlak , Lloyd Harus Dimusnahkan.
Entah Kenapa , Ada Sesuatu Yang Menahannya...
Sekuat-kuatnya Dia Menginginkan Darah Llyod Tubuhnya Tidak Bisa Bergerak.
Sebagian Dari Dirinya Berteriak Meminta Darah , 'Bunuh Dan Selesaikan!!'
Tapi Sebagian Lagi Berteriak 'Jangan Bunuh Dia!!'
Hatinya Bimbang , Apa Yang Sebenarnya Membuat Dia Tidak Ingin Membunuhnya?
Tidak Ada Alasan Khusus Yang Bisa Dia Pikirkan Untuk Tidak Membunuhnya.
Tubuhnya Meminta Akan Kematiannya Tapi Hatinya Menginginkan Kehidupannya.
"Apa Yang Kau Lakukan Tear?"
Tear Terkejut Mendengar Suara Itu.
Jack Berada Disana Menatap Dia Kebingungan.
"Siapa Yang Kau Lihat?"
Jack Melihat Ke Arah Yang Tear Lihat.
"Oh..Aku Mengerti , Selesaikan Dengan Cepat."
"Selesaikan?"Tear Bertanya Kebingungan.
"Kau Akan Menutup Mulutnya Karena Dia Tahu Rahasia Kita Kan?"
Tear Terdiam Untuk Beberapa Saat
"Tear?"
"Aku..." Kata Tear Sambil Berpikir , "Aku Bingung Jack."
"Bingung?" Jack Terlihat Tidak Mengerti , "Akan Apa?"
Tear Berpikir Sejenak,Apakah Dia Perlu Memberitahu Jack?
Belum Sempat Tear Berbicara , Keduanya Mengendus Sesuatu.
Jack Langsung Menggeram Pelan.
"Neo..."Kata Jack.
"Kau Bisa Membunuh Dia Lain Kali Tear,Sekarang Kita Harus Pergi , Ayah Memanggil Kita Semua."Lanjutnya.
Tear Melihat Lloyd Sekali Lagi Dan Mengganguk "Baiklah."
Mereka Berduapun Menghilang Kembali Ke Dalam Hutan Dan Dalam Hati Tear , Dia Merasa Lega Bahwa Dia Tidak Perlu Membunuh Lloyd Hari Ini.

***

Aku Bangun Dari Tidurku , Hari Ini Selesainya Trip Kami Dari London Kami Diberi Satu Hari Libur.
Setelah Perjalanan Panjang Tentu Saja Perlu Beristirahat.
Itu Yang Akan Kulakukan Seandainya Saja Aku Tidak Penasaran Dengan Buku Yang Kubaca Waktu Di London.
Neo Juga Mengatakan Hal Yang Sama , Bahwa Salah Satu Buku Di Perpustakaan Hymnos Sangat Menarik Dan Berbeda.
Buku Tentang Legenda Vampire , Mungkin Aku Bisa Mengetahui Lebih Banyak Kalau Aku Membacanya.
Aku Langsung Berpakaian Dan Menuju Kebawah , Aku Tidak Melihat Chris Hari Ini,Mungkin Dia Sudah Pergi Bekerja.
Aku Mengambil Beberapa Roti Bakar Dan Minum Segelas Susu.
Setelah Itu Aku Langsung Masuk Ke Porsche Ku , Menyalakannya,Dan Langsung Pergi.
Hymnos Library Tidak Sulit Ditemukan , Menurut Peta , Hymnos Library Terletak Di Salah Satu Cabang World Tree.
Beberapa Orang Dari Pemerintah Melubangi Badan Pohon Dari World Tree Dan Membuatnya Menjadi Beberapa Toko Dan Sebagainya.
Salah Satunya Adalah Hymnos Library , Perpustakaan Yang Dicatat Mempunyai Lebih Dari Puluhan Ribu Buku.
Salah Satu Perpustakaan Terbesar Didunia , Mempunyai Segala Jenis Informasi Yang Dibutuhkan.
Setidaknya Itu Yang Kubaca Di Brosur Yang Diberikan Chris Kepadaku.
World Tree Adalah Salah Satu Tempat Yang Paling Nyaman Untuk Bersantai.
Kebanyakan Adalah Tempat Untuk Berkencan Seperti Restoran , Cafe , Dan Juga Ada Night Cruise Sejak Ada Sungai Didekat World Tree.
Mereka Juga Mendirikan Lapangan Parkir , Ini Membuatku Berpikir Apakah Mendirikan Hal Semacam Ini Di Salah Satu Tempat Paling Bersejarah Di Dunia Tidak Merusaknya?
World Tree Dicatat Sebagai Keajaiban Dunia Yang Ke Delapan , Tapi Kenapa Dibuat Menjadi Seperti Ini?
Ini Membuatku Berpikir , Siapapun Yang Menanam Biji Dari World Tree Pasti Akan Merasa Sedih Karena Buatannya Telah Dibuat Menjadi Seperti Mal.
Aku Memarkir Mobilku , Dan Langsung Turun.
Hymnos Library Terletak Di Atas Cabang Lantai Ke Dua , Dan Aku Langsung Menaiki Eskalator Dengan Cepat.
Sesaat Aku Menginjak Masuk Ke Dalam Perpustakaan Hymnos , Aku Takjub Akan Keindahannya.
Sekalipun Tempat Ini Dibuat Menjadi Perpustakaan , Aku Bisa Merasakan Keindahan Tempat Ini.
Dinding Dari Perpustakaan Ini Masih Berupa Pohon , Begitu Juga Dengan Atapnya.
Beberapa Dahan Berwarna Hijau Menjulur Masuk Kedalam,Dengan Lampu Yang Berwarna Hijau Muda.
3 Lantai , Dengan Tangga Yang Dibuat Dari Kayu.
Meja Dan Kursinya Semua Juga Terbuat Dari Kayu , Entah Dari Pohon Apa.
Warna Coklat , Dan Tempat Ini Terkesan Sangat Nyaman.
Tempat Ini Memancarkan Warna Yang Sangat Terang Dan Keindahan World Tree.
Tapi Sayangnya Sekarang Tidak Ada Waktu Untuk Mengagumi Tempat Ini.
Aku Harus Mencari Buku Itu.
Bodohnya Aku Tidak Bertanya Kepada Neo Dimana Tepatnya Letak Buku Ini , Dan Aku Tidak Tahu Harus Memulai Darimana.
Diantara Puluhan Ribu Buku Yang Aku Perlukan Hanya Satu , Ini Bisa Memakan Waktu Yang Lama.
Aku Mulai Memukul Kepalaku Sendiri Karena Kebodohanku.
Lalu Aku Menyadari Seorang Perempuan Muda Yang Duduk Dibelakang Meja Melihatku Dan Tersenyum.
Dia Memakai Kemeja Merah Seperti Seragam , Berambut Pirang Sedikit Keriting , Kulit Putih , Dan Dia Cantik.
Dia Seusiaku Mungkin Lebih Muda , Tapi Aku Bisa Menjamin Kalau Dia Bisa Menjadi Model Ataupun Artis Dengan Kecantikannya.
Aku Mulai Mempertanyakan Diriku Sendiri , Apakah Semua Gadis Di Grifin Tidak Ada Yang Tidak Cantik?
Dia Keluar Dari Meja Receptionist-nya Dan Menghampiriku Dengan Senyum Memukau.
"Ada Yang Bisa Kubantu?" Tanya Gadis Itu Dengan Lembut.
"Eh...Yah , Aku Mencari Sebuah Buku."
"Semua Orang Disini Mencari Buku , Kau Harus Lebih Spesifik."Kata Gadis Itu Sambil Tertawa.
"Kau Tahu , Hanya Buku Simple. Dengan Puluhan Ribuan Buku Disini , Aku Ragu Bahkan Kau Bisa Membantuku."
"Tidak Kalau Kau Menggunakan Komputer Yang Ada Disana."Kata Gadis Itu Sambil Menunjukkan Komputer Di Sebelah Kanannya.
"Oh... Err... Thanks." Kataku Sedikit Malu.
"Ketik Saja Nama Buku Yang Kau Cari Di Komputer Itu Dan Dia Akan Memberimu Dimana Lokasi Buku Yang Kau Cari."Katanya Sambil Tersenyum.
"Thanks."
"You're Welcome."
Gadis Itu Pergi Meninggalkanku , Dan Aku Menghampiri Komputer Itu.
Aku Mengetik 'Beyond This World' , Nama Buku Itu Masih Tertanam Jelas Di Kepalaku.
Aku Melihat Hasilnya Keluar Dan Melihat Lokasinya.
F-12?Terakhir Aku Pergi Ke Perpustakaan Adalah 5 Tahun Yang Lalu , Walaupun Menyukai Mitos Dan Legenda,Aku Tidak Pernah Pergi Ke Perpustakaan.
Mitos Dan Legenda Tidak Selalu Berada Di Buku , Sejarah Juga Bisa Diceritakan , Dilihat , Dan Ditampilkan.
Aku Memang Membaca , Tapi Semua Buku Yang Kubaca Semuanya Diberikan Oleh Orang Tuaku.
Jadi Jangan Heran Kalau Aku Sedikit Buta Arah Dengan Semua Ini.
F-12 , Memang Lokasi Sebuah Buku , Tapi Entah Dimana F-12 , Tidak Ada Jalan Lain,Aku Harus Bertanya Lagi.
Aku Menghampiri Perempuan Cantik Itu , Dia Sedang Membaca Sebuah Buku Anak-anak.
"Excuse Me."
"Hm? Yeah?"
"Maaf Mengganggumu Lagi Tapi Bisakah Kau Memberitahuku Dimana F-12?"
"F-12? Bagian Mitos Dan Legenda?"
"Benar , Bisa Kau Beritahu Aku Dimana?"
"Tentu , Ikuti Aku."
Gadis Itu Berdiri Dari Bangkunya Dan Berjalan Di Depanku,Aku Mengikutinya Dari Belakang.
"You Like Myths?"
"Uh-huh."
"Kau Tidak Terlihat Banyak Seperti Seseorang Yang Suka Membaca Mitos Dan Legenda."
"Aku Tahu , Aku Sedikit Terlalu Tampan Untuk Menjadi Orang Yang Suka Membaca."
Dia Tertawa Pelan , Kemudian Menatapku.
"...Kau Lucu."Katanya Sambil Tersenyum.
"Well , Kau Bukan Orang Pertama Yang Memberitahuku Bahwa Aku Lucu."
Aku Ingat Kalau Tear Juga Sering Mengatakan Kalau Aku Lucu , Dan Aku Menyukainya , Setidaknya Sebelum Dia Mencoba Untuk Membunuhku.
"Buku Apa Yang Kau Cari?"
"Beyond This World."
"Maksudmu , Buku Diary Dan Penjelasan Tentang Vampire-kan?"
"Yeah , Kau Tahu?" Tanyaku Terkejut.
"Aku Sudah Pernah Membacanya , Ditulis Oleh Alan Flints. Kita Sudah Sampai."
Kami Berhenti Di Antara Rak Buku Yang Sangat Tinggi , Mungkin Sekitar 4 Meter.
"Let's See..."
Gadis Itu Membungkuk Dan Mengambil Buku Berwarna Hitam Dan Memberikannya Kepadaku.
"Beyond This World , Alan Flints , 1863. Ini Yang Kau Cari?"
"Benar!! Thanks A Bunch ... Er..."
"Catherine Whistle , Call Me Catherine."
"Lloyd Evrest , Nice To Meet You Catherine." Kataku Tersenyum.
"Nice To Meet You Too Llyod."
"Maaf Sudah Merepotkanmu."
"Tidak Apa-apa , Lagipula Ini Pekerjaanku."
"Pekerjaanmu?"
"Ya , Aku Bekerja Part-Time Disini , Tidakkah Kau Melihat Seragam Mewah Berwarna Merah Yang Kupakai?" Katanya Sambil Tertawa.
Aku Tersenyum Mendengar Leluconnya , "Bagaimana Dengan Secangkir Kopi Atas Kerja Kerasmu?"
"Oh... Maaf , Aku Tidak Bisa , Aku Masih Harus Bekerja."
"Oh... Tidak Apa-Apa , Aku Mengerti."Kataku Dengan Sedikit Nada Kecewa.
"Tapi... Aku Akan Selesai Dalam Waktu 2 Jam."
"..Yeah? I'll Wait Here Then."
"Kau Yakin Ingin Menungguku Selesai?"
"Hey , Aku Memegang Buku Dan Aku Ada Di Perpustakaan , Kenapa Tidak Sekaligus Membaca Setengah Disini Dan Melanjutkannya Di Rumah?"
"Baiklah , Kalau Aku Bisa Membujuk Atasanku , Kurasa Kita Bisa Pergi Dalam Waktu Satu Jam."Katanya Sambil Tersenyum.
"Great!"
"Sebelum Itu Kau Harus Mengisi Formulir Peminjaman Buku Terlebih Dahulu Dan Meninggalkan Deposit , Kalau Kau Ingin Membawa Buku Itu Pulang."
"Kau Tidak Mempercayaiku?"
Dia Tersenyum Dan Menjawab , "Jangan Salah Paham , Hanya Prosedur Yang Semua Orang Harus Jalani."
"Aku Tahu."Kataku Sambil Tertawa.
Formulir Itu Bertanya Dimana Tempat Tinggalku,Buku Apa Yang Kupinjam , Dan Juga Mengatakan Berapa Banyak Uang Yang Harus Kutinggalkan Disini.
Aku Mengisinya Dengan Cepat , Menyelipkan 20 Dollar , Dan Memberikannya Kepada Catherine.
"Thank You Very Much."
Catherine Kembali Menuju Mejanya Dan Menelpon Seseorang,Yang Kuduga Adalah Bos-nya.
Aku Duduk Di Salah Satu Kursi Yang Tersedia Disini , Kursi Yang Cukup Nyaman Kupikir.
Untuk Sebuah Perpustakaan Tempat Ini Cukup Menyenangkan , Keadaan Ini Dikatakan Tenang.
Tidak Seperti Kebanyakan Perpustakaan Yang Lebih Mengeluarkan Suasana Mati Daripada Tenang.
Salah Satu Alasanku Tidak Menyukai Perpustakaan , Tapi Kurasa Aku Akan Menyukai Yang Satu Ini.
Aku Membuka Lembaran Pertama Buku Itu , Disitu Tertulis Dengan Sangat Jelas.

Semua Yang Tertulis Di Buku Ini Adalah Yang Sesungguhnya.
17 Tahun Yang Lalu...Aku Alan Flints Telah Menemukan Sesuatu Yang Dunia Tidak Pernah Percaya
Vampire...Species Yang Paling Berbahaya Di Dunia , Mereka Yang Tidak Pernah Lelah Memburuku Selama Lebih Dari 14 Tahun.
Aku Mengetahui Akan Keberadaan Dan Eksistensi Mereka Secara Kebetulan.
Paris , Kota Kami Sering Dikenal Sebagai Kota Yang Terkutuk , Puluhan Orang Menghilang Setiap Dua Bulan.
Mereka Tidak Pernah Ditemukan , Beberapa Ditemukan Tapi Tidak Dalam Keadaan Hidup.
Mereka Bagaikan Gelas Yang Berisi Tapi Sudah Habis Diminum.
Mayat-Mayat Itu Tidak Mempunyai Darah Dan Ada Bekas Gigitan Di Leher Mereka Yang Berbentuk Lubang Kecil.
Beberapa Dari Kami Menceritakan Sebuah Legenda Tentang Makhluk Malam Penghisap Darah.
Berwujud Manusia Tapi Seekor Monster Pembunuh Manusia Yang Tidak Bisa Memuaskan Dahaganya Akan Darah.
Bahwa Dia Mungkin Inkarnasi Roh Dewa Yang Marah Kepada Kami Karena Kami Tidak Mengenalnya.
Tragisnya Banyak Orang Percaya Akan Hal Itu , Termasuk Aku.

Aku Membuka Lembaran Selanjutnya.

Malam Itu Pada Hari Jumat Aku Bertemu Dengan Seorang Pemuda Bernama Virgil.
Dia Berkulit Putih , Berambut Perak Dan Memancarkan Semacam Aura Yang Sangat Aneh.
Dia Sangat Tampan , Semua Wanita Yang Melihatnya Langsung Jatuh Cinta Padanya.
Dengan Pakaian-nya Yang Sedikit Susah Untuk Dijelaskan , Dia Jelas Tidak Berasal Dari Paris.
Aku Bertemu Dengannya Di Sebuah Bar Malam , Dia Bertanya Kepadaku Apakah Ada Kasus Orang Hilang Di Kota Kami.
Yang Paling Mengejutkanku Adalah Mata Merahnya Yang Bersinar Terang Seperti Darah.
Dia Berbicara Dengan Bahasa Inggris Dengan Sangat Lancar , Yang Membuatku Langsung Mengetahui Bahwa Dia Tidak Bisa Berbahasa Perancis.
Bahasa Inggrisku Sangat Lancar Karena Aku Pernah Tinggal Di Amerika.
Aku Menjawabnya Dan Menceritakan Semuanya , Aku Berkata Padanya Bahwa Dia Memilih Waktu Yang Salah Untuk Datang Ke Kota Kami.
Aku Memberitahunya Tentang Legenda Kutukan Atas Kota Kami Dan Monster Yang Tinggal Di Antara Kami.
Dia Tertawa Mendengar Ceritaku , Dia Berkata Bahwa Jika Benar Ada Monster Seperti Itu Dia Ingin Melihatnya.
Aku Bingung , Apakah Orang Ini Sudah Gila? Pikirku...Tidak Ada Yang Mau Bertemu Dengan Monster Yang Menakutkan.
Dia Menjawab , Memang Tidak Ada Yang Mau Bertemu Dengan Monster Yang Menakutkan , Dia Berkata Kalau Dia Tidak Percaya Dengan Monster Kota Ini.
Aku Bertanya Kepadanya Apakah Setelah Semua Yang Terjadi Disini , Mengapa Dia Tidak Percaya?
Dia Berkata Bahwa Kalau Monster-Monster Itu Tidak Menakutinya , Karena Dia Lebih Menakutkan Daripada Semua Monster Yang Berada Disini.
Aku Berkata Kepadanya Bahwa Tidak Bijak Menghina Sesuatu Yang Mungkin Adalah Inkarnasi Dewa.
Dia Berkata Lagi Kepadaku , Kalau Monster-Monster Itu Adalah Dewa , Maka Dia Adalah Seorang Pembunuh Dewa... A GodSlayer.
Bayangkan Betapa Beraninya Dia Mengatakan Bahwa Dirinya Pembunuh Dewa.
Aku Tidak Berani Mendekati Orang Yang Mungkin Sudah Membuat Dewa Murka , Maka Aku Pulang Dari Bar.
Malam Itu Adalah Malam Yang Sepi , Semua Orang Yang Berada Di Bar Tidur Disana Karena Takut Akan Monster Yang Berkeliaran Di Malam Hari.
Lalu Aku Mengingat Bahwa Aku Meninggalkan Syalku Di Bar Malam , Aku Kembali Untuk Mengambilnya.
Aku Melihat Virgil Berjalan Keluar Saat Aku Tiba Disana , Pandangan Matanya Serius Dan Menakutkan.
Dia Berjalan Memasuki Sebuah Lorong Gelap , Aku Tidak Ingin Mencari Tahu Apa Yang Terjadi Padanya.
Tapi Sebuah Jeritan Memancing Rasa Ingin Tahuku , Aku Mengintip Ke Dalam Lorong Gelap Itu Dan Melihatnya.
Aku Melihat Seorang Gadis Muda Sedang Mengecup Leher Seorang Pria.
Tapi Pria Itu Menjerit Kesakitan Dan Meronta-ronta , Darah Mengalir Dari Lehernya,Dia Meminta Tolong.
Setelah Beberapa Saat , Aku Sadar Bahwa Aku Melihat Inkarnasi Dewa Yang Marah Pada Kami.
Pria Itu Berhenti Meronta-ronta Setelah Beberapa Saat , Aku Tahu Saat Itu Bahwa Dia Sudah Mati.
Inkarnasi Dewa Itu Menyadari Kehadiranku Beberapa Saat Kemudian.
Dia Melihatku Dengan Mata Yang Sangat Menakutkan,Seluruh Tubuhku Tidak Mendengarkan Perkataanku.
Otakku Berteriak 'Lari!' , Tapi Tubuhku Terlalu Ketakutan Untuk Merespon Pikiranku.
Ketika Wanita Itu Mendekatiku , Aku Tahu Ini Adalah Akhir Hidupku.
Yang Mengejutkan Adalah Betapa Cantiknya Wanita Ini.
Aku Langsung Tahu , Mungkin Yang Kutemui Sekarang Adalah Seorang Malaikat.
Aku Sadar Bahwa Aku Rela Nyawaku Diambil Oleh Seseorang Yang Begitu Cantik Dan Indah.
Tapi Sebagian Pikiranku Tidak Ingin Mati Dan Terus Berteriak Meminta Tolong.
Ketika Aku Sudah Pasrah Akan Hidupku,Seseorang Jatuh Ke Belakang Wanita Itu.
Dia Melompat Dari Atas Atap Dan Langsung Memeluk Wanita Itu.
Wanita Itu Terkejut Dan Ketakutan.
Orang Itu Langsung Mengecup Leher Inkarnasi Dewa Itu.
Aku Menyadari Bahwa Orang Itu Adalah Seorang Pria Dan Inkarnasi Dewa Yang Dia Kecup Hanya Bisa Menjerit Kesakitan.
Beberapa Saat Kemudian Wanita Itu Jatuh Tidak Bergerak.
Darah Mewarnai Mulut Pria Itu.
Dia Tidak Hanya Melawan Inkarnasi Dewa , Dia Juga Membunuhnya.
Lalu Aku Melihat Wajahnya Dan Langsung Mengenalinya.
Virgil , Laki-laki Yang Kutemui Beberapa Saat Yang Lalu.
Dia Berkata Kepadaku 'Told You I Was A GodSlayer.'.
Aku Hampir Tidak Mempercayai Mataku Sendiri.
Orang Ini Mengatakan Yang Sesungguhnya , Dia Memang Pembunuh Dewa.
Dia Memberitahuku Bahwa Yang Aku Lihat Bukanlah Inkarnasi Dewa.
Hanya Seekor Monster Yang Haus Akan Darah Manusia ,Wanita Yang Kulihat Adalah Vampire.
Seekor Predator Ganas Yang Membunuh Manusia Untuk Meminum Darahnya.
Aku Bertanya Kepadanya , 'Jika Memang Demikian , Apakah Berarti Kau Yang Sebenarnya Adalah Dewa? Turun Dari Surga Untuk Membunuh Monster Ini?'
Dia Tersenyum Kepadaku Dan Menjawab 'Bukan , Aku Sesuatu Yang Lebih Mengerikan Daripada Monster Itu.'
Dia Tertawa Dengan Melodi Kematian Mengiringi Tawa-nya.

"Lloyd , Aku Sudah Selesai."Panggil Seseorang Dari Belakangku.
Aku Terkejut Mendengar Suaranya , Lalu Aku Mengenalinya.
Catherine Berada Dibelakangku , Aku Melihat Jam Tanganku Dan Satu Jam Sudah Berlalu.
Aku Terlalu Terserap Membaca Buku Ini Dan Aku Tidak Memperhatikan Sekelilingku.
Dia Sudah Mengganti Pakaiannya Menjadi Tank-top Berwarna Pink , Celana Jeans Pendek Dan Memakai Topi Biru.
"Lloyd?"
"Err...Yeah , Siap Untuk Secangkir Kopi?"
Dia Tersenyum Dan Menjawab , "Tentu."
Aku Menutup Buku Itu Dan Membawanya Pergi , Lebih Baik Aku Menyelesaikannya Dirumah , Pikirku.
Kami Berdua Duduk Disalah Satu Cafe Di World Tree.
Tempatnya Sangat Klasik Dan Tenang , Musik Pop Juga Diputar Disini.
Tidak Heran World Tree Adalah Salah Satu Tempat Yang Paling Cocok Untuk Dating.
Cafe Ini Tidak Berbeda Jauh Dari Hymnos Library , Dindingnya Juga Merupakan Badan Pohon Dari World Tree.
Pintu Dan Atapnya Terbuat Dari Kayu , Meskipun Tidak Menempel Ke Badan World Tree.
Cafe Ini Tidak Membutuhkan Air Conditioner Sama Sekali.
Angin Lembut Berhembus Sangat Sejuk Disini , Dan Harus Kukatakan , Ini Terasa Nyaman.
Seorang Waiter Datang Menghampiri Kami Dan Memberikan Menunya.
Dia Berdiri Menunggu Pesanan Kami , Sepertinya Dia Tahu Kami Hanya Akan Memakan Waktu Sebentar.
"Apa Yang Ingin Kau Pesan?" Tanyaku Kepada Catherine.
"Milk Coffee Would've Been Nice."Dia Tersenyum Kepadaku.
"Sama Denganku."Aku Berkata Kepada Waiter Yang Berdiri Di Dekat Meja.
"Ada Yang Lain?"Tanya Waiter Itu.
"Tidak , Itu Saja."
"Baiklah."
Waiter Itu Mencatat Pesanan Kami Dan Pergi Kembali Ke Mejanya.
"Huh...Aku Mengira Kau Akan Memesan Kopi Hitam." Kata Catherine.
"Aku Tidak Begitu Suka Dengan Kopi , Tapi Aku Suka Kopi Dan Susu."
"And.. Why Is That?"
"Well...Ini Sedikit Aneh,Tapi Aku Sangat Menyukai Susu."
"Jadi Itu Alasanmu Memesan Kopi Dan Susu?" Katanya Sambil Tertawa.
"Hei,Kau Juga Memesan Yang Sama!"
"Ya , Tapi Aku Harus Mengakui Kalau Seleramu Sedikit Aneh Untuk Seorang Laki-Laki."
"What Can I Say?" Gerutuku.
"Jangan Tersinggung , Aneh Tapi Menarik , Aku Tidak Pernah Bertemu Seseorang Sepertimu Lloyd."
"Kurasa Semua Perempuan Punya Pikiran Yang Sama."
"Lloyd , Aku Menyukai Laki-laki Yang Jujur Pada Dirinya Sendiri , Daripada Harus Laki-laki Keren."Katanya Sambil Tersenyum.
"Aku Tidak Tahu Kalau Kau Bisa Mengetahui Seberapa Keren Orang Itu Dari Pesanan Minum Mereka."
Dia Tertawa , Tawanya Cukup Menarik Dan Imut Untuk Dilihat.
"Dimana Kau Tinggal Lloyd?"
"Bridge Street No.28"
"Benarkah? Aku Juga Tinggal Di Bridge Street , No.17!"
"Really? Aku Tidak Pernah Melihatmu Sebelumnya."
"Kau Tinggal Dengan Dokter Chris Kan? Aku Tidak Tahu Kalau Dia Punya Anak."
Dokter Chris,Huh...Kurasa Chris Memang Benar-Benar Melakukan Pekerjaannya Dengan Benar.
Kalau Tidak , Mana Mungkin Ada Yang Tahu Dimana Dia Tinggal.
"Chris , Well...Dia Pamanku."
"Bukankah Dia Baru Berumur Sekitar 25 Tahun?"
"27 Tahun , Tidak Terlalu Tua Untuk Menjadi Pamanku."Kataku Sambil Tertawa.
"Cukup Muda."
"Memang , Tapi Dia Bertingkah Seperti 37 Tahun."
"Well... Antara Umur Atau Sifat."
Kami Tertawa Bersama,Sampai Akhirnya Pesanan Kami Tiba.
"Kalau Ada Lagi Yang Bisa Kubantu,Jangan Ragu-Ragu Untuk Memanggil."Kata Waiter Itu.
"Tentu."Jawabku.
Waiter Itu Kemudian Pergi Mengambil Pesanan Pengunjung Yang Lain.
"Tempat Ini Cukup Bagus."Kata Catherine.
"Benar."
"Tapi Aku Berpikir , Apakah Tidak Apa-Apa Membuat Tempat Seperti Ini..."
"Di Suatu Tempat Yang Sangat Indah Dan Megah."Lanjutku.
Dia Tersenyum Dan Berkata,"Benar."

***

Tear Berjalan Di Jalanan Di World Tree.
Dia Ditugaskan Oleh Ayahnya Untuk Mengambil Pesanan Dari Seseorang.
Ketika Dia Sedang Berjalan Dia Mencium Sesuatu Yang Sangat Familiar.
Lloyd...Dia Ada Disini , Baunya Masih Sangat Kuat , Yang Berarti Kalau Dia Masih Berada Di Dekat Sini.
Tempat Yang Sedang Tear Injak Adalah Tempat Dimana Dia Seharusnya Bertemu Sang Pengantar.
Tapi Dia Masih Belum Berada Disini , Ini Membuat Tear Merasa Gusar Karena Harus Mencium Bau Lloyd Yang Sangat Menggoda.
Kemudian Dia Mendengar Suara Tawa Lloyd Di Salah Satu Cafe Yang Berada Disana.
Tear Mengintip Dari Salah Satu Jendela Yang Ada Disana.
Dengan Pengelihatan Super Kuatnya , Itu Bukan Masalah Bagi Dia.
Vampire Bahkan Bisa Melihat Berapa Manusia Di Dalam Rumah Melewati Jendelanya Dalam Jarak 10 Kilometer.
Dia Melihat Lloyd , Hanya Saja Dia Tidak Sendiri.
Ada Seorang Gadis Muda Disana , Seketika Dia Melihat Gadis Itu , Hatinya Merasa Pedih.
Dia Tidak Tahu Mengapa Dia Merasa Sedih , Dia Bahkan Tidak Tahu Apa Yang Dia Rasakan.
Tear Tidak Pernah Merasa Cemburu Dalam Hidupnya Karena Dia Tidak Pernah Jatuh Cinta.
Semua Manusia Yang Berhubungan Dengannya Selalu Menjadi Makan Malamnya.
Kemarahannya Bagaikan Kobaran Api Yang Bisa Membakar Semuanya.
Tapi Dia Masih Tidak Bisa Menemukan Sumber Kemarahan Itu.
Dia Pernah Merasakan Sesuatu Yang Seperti Ini , Tapi Sedikit Berbeda.
Perasaan Ini Lebih Pedih Dan Mendalam.
Mata Biru-nya Meneteskan Setitik Air Mata , Dan Ini Membuat Dia Semakin Kebingungan.
Dia Tidak Mengerti Apa Yang Sebenarnya Dia Rasakan Kepada Manusia Ini.
Perasaannya Kepada Llyod , Dia Hanya Mengerti Apa Yang Kakeknya Ajarkan Kepada Dia.
Manusia Hanyalah Sapi Dan Domba Ternak , Eksis Untuk Mereka -Para Vampire- Makan.
"Kau Tear Grants?"
Tear Terkejut Mendengar Seseorang Di Sebelahnya Berbicara.
Butuh Beberapa Detik Sebelum Akhirnya Dia Ingat Apa Yang Harus Dia Lakukan Sekarang.
"Ya , Dan Kau Si Pengantar?"
Si Pengantar Terlihat Sangat Mencurigakan Dengan Topi Hitam Dan Masker Putih-nya.
"Benar,Ini Barang Yang Kalian Minta."
Si Pengantar Memberikan Sebuah Paket Kepada Tear.
"Terima Kasih."
Satu Kata Itu Saja Yang Tear Katakan , Dan Dia Langsung Menusuk Dada Orang Itu.
Tangan Tear Menembus Dada Si Pengantar,Membunuhnya Seketika Itu Juga.
Perintah Ayahnya Sangat Jelas , Bunuh Si Pengantar Begitu Dia Memberikan Paketnya.
Tempat Mereka Bertemu Memang Di Atur Agar Tidak Ada Orang Yang Melihat.
Tear Tidak Merasakan Sedikitpun Kesedihan Begitu Membunuhnya , Dia Tidak Merasakan Apa-apa.
Baginya Membunuh Seorang Manusia Seperti Menendang Sebuah Batu Ke Sungai.
Setelah Itu Dia Melempar Tubuh Orang Itu Ke Sungai Yang Berada Di Belakang World Tree.
Tidak Ada Yang Memakai Perahu Melewati Sungai Itu , Lagipula Sungai Itu Cukup Dalam.
Sekalipun Ada Yang Melewatinya , Selama Mereka Tidak Memancing Dengan Memakai Jala , Tidak Akan Ada Yang Pernah Menemukan Tubuhnya.
Sekali Lagi Dia Melihat Ke Llyod Dan Dia Pergi Membelakangi Mereka Berdua.

***

"Sudah Sore,Kau Ingin Pulang Sekarang?"Tanyaku Kepada Catherine.
"Ya,Aku Sudah Berjanji Untuk Membereskan Rumah Hari Ini."
"Biar Kuantar."
"Tidak Perlu Repot-repot,Aku Bisa Pulang Sendiri."
"Jarak Antara Rumah Kita Hanya Berbeda 5 Menit , Lagipula Aku Melewati Rumahmu."
"Kau Yakin Tidak Akan Merepotkanmu?"
"Sekarang Siapa Yang Aneh?"Kataku Sambil Tertawa.
Catherine Tersenyum , "Baiklah."
Ketika Sampai Ke Mobilku Dia Cukup Terkejut , Sampai Aku Menyadari Mengapa Dia Terkejut.
"Porsche 911 , Ini Pertama Kalinya Aku Melihatnya Secara Langsung."
"Kau Suka?"
"Kau Menganggap Aku Aneh-kan?"
"Maksudmu?"
"Aku Menyukai Buku Tapi Menyukai Mobil , Ini Kombinasi Yang Tidak Akan Terjadi."
"Aneh? Aku Menganggapnya Menarik."
"...Sekarang Kau Mengejek-ku." Gerutunya.
"Aku Serius. Lagipula , Siapa Yang Tidak Menyukai Perempuan Yang Menyukai Mobil Dan Buku?"
Aku Bisa Melihat Mukanya Berubah Merah,Dan Aku Masih Tidak Mengerti Kenapa.
Sampai Akhirnya Aku Mengerti Apa Yang Baru Saja Aku Katakan,Dan Mukaku pun Berubah Merah.
"L-Lebih Baik Kita Pergi Sekarang , Malam Akan Tiba Sebentar Lagi."Usulku.
"Setuju."
Aku Mengantar Catherine Kembali Ke Rumahnya , Kemudian Dia Berkata Kami Harus Melakukan Ini Lagi.
Aku Tersenyum Dan Meminta Nomor Handphonenya , Aku Akan Membutuhkan Itu Di Masa Depan.
Dia Memberikannya , Dan Meminta Nomorku Sebagai Gantinya.
Setelah Aku Menurunkannya , Aku Menyetir Kembali Ke Rumahku , Kemudian Catherine Melambaikan Tangannya.
Aku Tersenyum Dan Meninggalkan Rumahnya Menuju Rumahku.
Saat Aku Sampai , Aku Melihat Ferrari Chris Tidak Ada Disini , Berarti Dia Masih Berada Di Rumah Sakit.
Aku Mengambil Kunci Rumahku Dan Membukanya , Kemudian Aku Naik Ke Atas Dan Berendam Di Air Hangat.
Anehnya Aku Sama Sekali Tidak Merasa Lapar , Mungkin Karena Hari Ini Merupakan Hari Yang Menyenangkan Bagiku.
Aku Ingin Membaca Kelanjutan Buku Yang Kupinjam Dari Perpustakaan , Tapi Sayangnya Aku Sudah Terlalu Lelah Untuk Membuka Buku Itu.
Catherine Benar-Benar Gadis Yang Luar Biasa , Berada Didekatnya Membuatku Merasa Sangat Nyaman Dan Sangat Menyenangkan.
Aku Hanya Pernah Merasakan Hal Seperti Ini Saat Berada Di Dekat Tear , Dan Dia Juga Membuatku Melupakan Tear Saat Bersamanya.
Dengan Bayangannya Di Kepalaku , Aku Langsung Melemparkan Diriku Sendiri Ke Tempat Tidur Dan Menutup Mataku.
Berharap Kalau Aku Bisa Tidur Dengan Senyum Di Mulutku.

***

Neo Duduk Di Atas Atap Bangunan Di Depan Grifin International Airport.
Dia Menutup Matanya Menunggu Seseorang Untuk Sampai Disana.
Seperti Sedang Mengingat Sesuatu , Sampai Dia Mendengar Suara Pesawat Dari Jauh.
Pandangan Matanya Masih Saja Sedingin Es , Dia Melihat Pesawat Yang Baru Saja Tiba.
"Sudah Sampai?"
"Beberapa Saat Lagi."
Orang Berjaket Biru Itu Juga Berada Disana Menunggu Orang Yang Sama Seperti Neo.
Jaket Birunya Sangat Panjang , Mencapai Pergelangan Kaki-nya.
Dia Memakai Kaus Hitam Di Dalamnya Dan Celana Jeans Panjang Berwarna Biru Tua.
"Bagaimana Dengan Sarang Yang Kusuruh Untuk Kau Temukan?"
"Kau Benar , Aku Menemukan Beberapa Yang Baru Saja Lahir."
"Sudah Kau Bereskan?"
"Apa Menurutmu Mungkin Akan Kulepaskan?"
Neo Berhenti Berbicara Begitu Juga Dengan Orang Itu,Neo Hanya Berbicara Kebanyakan Jika Ada Masalah Penting.
"Dia Sudah Sampai."
Neo Dan Orang Itu Melihat Ke Bawah , Disana Mereka Menatap Satu Lagi Orang Berambut Putih.
Dia Memakai Kemeja Kusut Berwarna Putih , Kacamata Hitam , Dan Celana Kain Hitam.
Selain Itu Dia Juga Tidak Membawa Koper Ataupun Tas Sama Sekali.
Untuk Dia Menyadari Kehadiran Neo Dan Temannya Cukup Mudah.
Hanya Sesaat Setelah Neo Melihatnya , Dia Melihat Kembali Ke Neo.
Dalam Sekejap Dia Menghilang Dan Muncul Di Belakang Mereka Berdua.
"Apa Yang Kau Perlukan Neo?Sampai Kau Memanggil Aku Dan Virgil."Tanya Orang Yang Memakai Kemeja Putih.
"Mudah , Aku Ingin Menutup Tirai Permainannya Sekarang."
"Keluarga Grants?Apa Kau Benar-benar Yakin?"
"Aku Berusaha Membunuh Mereka Selama Bertahun-tahun , Tapi Tetap Saja Mereka Bisa Lolos Dengan Memakai Cara Licik.
"Karena Itu Aku Membutuhkan Bantuan Kalian Berdua , Untuk Memastikan Tidak Ada Dari Mereka Yang Lari Dan Memakai Cara Licik Lagi."
"Well...Kalau Itu Yang Kau Mau."Kata Orang Yang Memakai Jaket Biru.
Neo Melihat Lagi Ke Langit Hitam Dengan Mata Merahnya Yang Indah.
Sekali Lagi Dia Menutup Matanya Dan Menghilang Di Kegelapan Bersama Teman-temannya.

*****

Aku Sedang Memanjat Pohon Di Sekolahku Pada Hari Itu.
Teman-temanku Sedang Bermain Kejar-Kejaran , Yang Lain Sedang Bermain Wrestling.
Mereka Mengajakku Untuk Bermain Bersama , Tapi Aku Tidak Bermain Dengan Mereka Karena Aku Tidak Ingin.
Aku Terlalu Cepat Dan Kuat Untuk Mereka Semua.
Aku Selalu Menang Bermain Kejar-Kejaran Dan Wrestling , Tidak Ada Yang Pernah Mengalahkanku , Membuatku Bosan Dengan Mereka.
Aku Bahkan Menang Melawan Seseorang Yang 5 Tahun Lebih Tua Dariku.
Saat Ini Aku Baru Saja Berumur 5 Tahun , Masih Di Dalam Hitungan Baru Saja Lahir.
Tapi Menjadi Yang Terhebat Membuatmu Kesepian.
Tidak Ada Yang Bisa Mengimbangimu Sehingga Kau Tidak Bisa Merasakan Kesenangan Dari Sesuatu Yang Sebenarnya.
Akhirnya Ayahku Datang Menjemputku , Dia Memanggilku Dan Menggendongku Di Punggungnya.
Kami Berjalan Pulang Ke Rumah Bersama-sama.
Saat Kami Tiba Di Rumah , Hari Sudah Gelap.
Ayahku Berbicara Denganku.
"Kurando Coba Tebak."Kata Ayahku.
"Apa Yang Harus Kutebak , Ayah?"
"Kakekmu Akan Datang Kemari , Dia Sangat Ingin Bertemu Denganmu."
"Kakek?"
"Dia Bilang Dia Sangat Ingin Bertemu Dengan Cucunya , Apa Kau Ingin Melihat Seperti Apa Kakekmu?"
"Apakah Kakek Orang Baik?"
"Dia Baik , Hanya Saja Punya Harga Diri Yang Tinggi."
"Mengapa?"
"Karena Dia Vampire Sepenuhnya , Dia Bangga Karena Dia Adalah Raja Dari Para Vampire."
"Kakek Adalah Orang Hebat?"
"Benar."
"Kapan Bisa Aku Bertemu Dia , Ayah?"
"Besok Anakku , Kau Juga Akan Bertemu Pamanmu , Tapi Sekarang Kau Membutuhkan Tidurmu Kalau Kau Ingin Bertemu Kakekmu."
Ayah Menggendongku Ke Tempat Tidurku Dan Menaruhku Di Ranjangku.
Ibu Juga Ada Disana , Dan Dia Menyanyikan Aku Lagu Tidur Yang Dia Buat Sendiri.
Aku Menutup Mataku Tapi Aku Masih Belum Tertidur.
Ayah Dan Ibu Tidak Menyadarinya Dan Mereka Meninggalkanku.
Aku Bisa Mendengar Mereka Berbicara Dengan Sangat Jelas.
"Aku Khawatir Akan Apa Yang Terjadi Besok."Kata Ibuku.
"Tidak Ada Yang Perlu Kau Khawatirkan , Lebih Baik Kau Beristirahat."
"Tapi Dia Tidak Menyukaiku , John!!" Kata Ibu Sedikit Histeris. "Dia Bahkan Mengganggapku Lebih Rendah Dari Sampah Hanya Karena Mencintaimu!"
"Itu Bertahun-tahun Yang Lalu , Cintaku."
"Bagaimana Kalau Dia Belum Berubah? Bagaimana Kalau Dia Masih Membenciku? Aku Masih Termasuk Dalam Makanan Dia..."
"Dia Sudah Berubah , Dia Yang Memberitahuku Kalau Dia Meminta Maaf Atas Kejadian Itu."
"Tapi Bagaimana Kalau Dia Berbohong!?Aku Tidak Ingin Dia Menyakiti Anak Kita Hanya Karena Darah Manusia Mengalir Dalam Dirinya!!"Suara Ibuku Terdengar Semakin Panik.
"Kau Khawatir Terlalu Banyak , Dia Tidak Akan Berani Melukaimu Apalagi Anak Kita."
"Tapi---!!"
"Aku Berjanji Padamu Bahwa Dia Tidak Akan Melukaimu Ataupun Anak Kita , Aku Akan Menghentikannya Bagaimanapun Juga Jika Dia Mencoba Untuk Menyakiti Kita."
"Dia Tidak Akan Menyakitimu...Kau Anaknya."
"Melukaimu Berarti Melukaiku Juga Dan Tidak Akan Ada Yang Bisa Memisahkan Kita Berdua , Sampai Kematian Memisahkan Kita , Itu Sumpah Kita Pada Waktu itu Kan?"
"Baiklah...Aku Percaya Padamu."Aku Mendengar Suara Ibuku Menjadi Lebih Tenang Dari Sebelumnya.
Ibu Berkata Kalau Kakek Membencinya , Apakah Itu Benar?
Aku Masih Ingin Lagi Mendengar Pembicaraan Mereka , Tetapi Mataku Perlahan-lahan Mulai Tertutup Dan Akupun Tertidur.

*****

"Verserk."Panggil Ibuku.
Aku Menoleh Ke Ibuku Dan Memeluknya.
"Kau Sudah Bisa Memulai Sekolahmu Besok."
"Benarkah Bu!?"
"Ya , Apakah Kau Senang?"
"Aku Sudah Tidak Sabar! !Apa Saja Yang Ada Di Sekolah Bu?"
"Pelajaran , Teman Baru , Beberapa Hal Lainnya."
"Apakah Itu Menyenangkan?"
"Sekarang Kau Akan Merasakan Bahwa Sekolah Sangat Menyenangkan , Tapi 10 Tahun Lagi Kau Bahkan Tidak Ingin Lagi Pergi Ke Sekolah."Kata Ibuku Tertawa.
"Tidak Mungkin!! Sekolah Pasti Akan Sangat Menyenangkan!!"Kataku Bersemangat.
Ibuku Tersenyum , "Itu Yang Kuberitahu Diriku Sendiri Saat Aku Seumur Mu Anakku."
"Karen!!"Panggil Ayahku Kepada Ibuku.
"Yes , My Love?"
"Dia Akan Datang Kesini..."
Ibuku Terlihat Sangat Terkejut , "Kapan Dan Mengapa?"
"Besok , Dia Ingin Melihat Anak John."
"...Verserk , Kemarilah , Sudah Waktunya Kau Tidur."
"Baik Ibu..."
Ibuku Menggendongku Ke Ranjangku Dan Menidurkanku.
Setelah Ibuku Yakin Kalau Aku Sudah Tertidur , Dia Kembali Berbicara Dengan Ayah.
Aku Sudah Bisa Memalsukan Tidurku Dengan Sangat Baik , Aku Masih Bisa Mendengar Mereka Dengan Jelas.
"Ian , Dia Bisa Saja Membunuh Anak Itu Hanya Karena Darahnya!!"
"Mungkin...Karena Itu John Memintaku Untuk Berada Disana,Melindungi Anaknya."
"Dia Akan Membunuhmu Kalau Menghalanginya!!"
"Tidak , Dia Tidak Akan Membunuhku."
"Bagaimana Kau Bisa Sangat Yakin!?"
Ayahku Menoleh Kepadaku Sesaat Dan Melihat Kembali Ke Ibu.
"Karena Anak Kita Adalah Seorang Vampire Sejati.
"Dia Tidak Akan Membunuhku Kalau Dia Berniat Membunuh Anak John , Karena Anak Kita Yang Akan Menjadi Penggantinya Kalau Dia Memang Ingin Membunuh Anak John."
Ibuku Terdiam Untuk Beberapa Saat Sampai Akhirnya Dia Berbicara Lagi.
"Mengapa John Membiarkan Dia Datang Kemari?"
"Dia Bilang Dia Ingin Melihat Cucunya , Bahwa Dia Berjanji Dia Tidak Akan Menyakiti Keluarganya."
"...Dia Tidak Bisa Dipercaya , Dia Menjadi Raja Bukan Karena Kejujurannya..."
"Aku Tahu , Tapi John Berkata Kalau Dia Berhak Mendapatkan Kesempatan."
"Dan Membahayakan Hidupmu!? Ian , Ini Gila!!"
"Tapi John Kakakku , Karen...Aku Harus Melakukan Ini."
Tidak Ada Yang Berbicara Untuk Beberapa Saat Sampai Akhirnya Ibuku Berbicara Lagi.
"Berjanjilah Padaku Kalau Kita Akan Kembali Kesini Dengan Selamat."Pinta Ibuku.
"...Aku Berjanji , Karen."
Setelah Mengatakan Itu , Tidak Adalagi Yang Berbicara.
Aku Bisa Mendengar Suara Langkah Kaki Ayah Keluar Dari Pintu Rumah Ini , Sementara Ibu Naik Ke Atas Tangga.
Suasana Yang Sangat Hening Ini Membuatku Mengantuk , Sampai Akhirnya Aku Tertidur.

*****

Aku Membuka Mataku Dengan Terkejut.
Lagi-lagi Mimpi Yang Sama , Lebih Tepatnya Cerita Yang Sama.
Perbedaannya Ini Adalah Kelanjutannya.
Apa Sebenarnya Alasan Ku Bermimpi Terus Seperti Ini?
Tidak Ada Gunanya Berpikir Tentang Mimpi Seperti Ini.
Aku Memakai Baju Dan Turun Ke Lantai Bawah.
Aku Hanya Meminum Segelas Susu Dan Berangkat Ke Sekolah.
Perjalanan 20 Menit Ini Entah Kenapa Terasa Lebih Lama Dari Biasanya.
Saat Sampai Di Sekolah Aku Melihat Lambourgini Neo Di Parkir Disana.
Perbedaannya Adalah Aku Melihat Dua Motor Ducati Diparkir Disebelahnya.
Setahuku Tidak Ada Yang Menaiki Ducati Di Sekolah Ini.
Kelasku Yang Pertama Adalah Kelas Economy , Ms.Jane Adalah Guru Supervisor Untuk Kelas Kami.
Aku Duduk Sendirian Di Belakang , Jessica Duduk Sendirian Di Depan.
Saat Aku Masuk , Kelas Masih Ramai Dengan Obrolan Para Murid.
Bel Sudah Berbunyi Tapi Ms.Jane Masih Belum Ada Disini.
Akhirnya 10 Menit Setelah Aku Sampai , Ms.Jane Datang.
"Morning Class. Maaf Aku Terlambat."
Suasana Kelas Hening Saat Itu Juga.
"Hari Ini Kalian Akan Mendapatkan Teman Baru Lagi , Ditambah Lloyd Sudah Ada Tiga Orang Yang Masuk Tahun Ini.
"Masuklah Kalian Berdua."
Aku Melihat Dua Murid Baru Yang Masuk.
Mereka Berdua Berambut Putih Perak.
Yang Satu Memakai Kemeja Putih Dan Yang Satu Memakai Jaket Biru.
Yang Menangkap Perhatianku Bukanlah Apa Yang Mereka Kenakan.
Tapi Terlihat Seperti Apa Mereka Berdua , Mereka Sangat Tampan Dan Memancarkan Aura Yang Aneh.
Aura Seperti Neo , Dan Yang Paling Membuatku Terkejut Adalah Mata Mereka.
Mata Mereka Sama Seperti Neo... Mata Yang Memancarkan Kekuatan Dan Kemarahan...
Mata Yang Berwarna Merah Darah...

No comments:

Post a Comment